BPJS Kelas 1 Tawarkan Layanan Terlengkap, Cek Manfaatnya

bpjs kesehatan kelas 1

BPJS Kesehatan bersifat wajib bagi seluruh warga negara Indonesia dengan fasilitas kelas 1 sebagai pilihan pelayanan kesehatan dengan kriteria terbaik.

Sejak awal diresmikan pada tahun 2014, iuran bulanan untuk mendapatkan fasilitas BPJS Kesehatan kelas 1 adalah Rp59.500 per bulan. Lalu tahun 2016, jumlah iuran tersebut mengalami penyesuaian menjadi Rp80.000.

Kemudian mulai 1 Juli 2020, premi asuransi BPJS kelas 1 ini kembali mengalami kenaikan menjadi Rp150.000 per bulan. 

Namun, tentu di balik tingginya premi tersebut, ada keunggulan yang bisa didapatkan jika memilih kelas 1 jika dibandingkan dengan kelas-kelas lainnya yang lebih murah. 

Apa aja keuntungan yang akan didapatkan jika kamu memilih BPJS kelas 1?

Fasilitas BPJS kelas 1

BPJS Kesehatan terbagi menjadi 3 kelas dengan biaya dan kualitas layanan yang berbeda-beda. Sebagaimana kelas 1 adalah yang terbaik, maka dari sisi biaya bulanan, biaya yang dikenakan adalah yang tertinggi.

Walau BPJS Kesehatan adalah bagian dari program pemerintah, namun tetap tidak terhindar dari adanya dampak inflasi biaya kesehatan.

Biaya bulanan BPJS kelas 1 kembali naik berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82. Perpres ini berlaku mulai 1 Juli 2020.

Berikut biaya bulanan BPJS kelas 1, 2, dan 3 setelah adanya kenaikan pada tahun 2020.

Kelas Tarif Lama Tarif Baru 2020
1 Rp80.000 Rp150.000
2 Rp51.000 Rp100.000
3 Rp42.000 Rp42.000 (Rp15.500 dengan subsidi)

Dapat kita lihat bahwa besaran iuran BPJS kelas 1 terhitung cukup mahal dan hampir menyamai asuransi swasta.

Bahkan ada perusahaan swasta yang menawarkan premi asuransi kesehatan lebih murah, yaitu mulai dari Rp50 ribu saja dengan manfaat yang tidak kalah.

Membandingkan dengan kelas lainnya

Pada sisi layanan rawat inap, BPJS Kesehatan kelas 1 memberikan ruang perawatan dengan kapasitas pasien antara 1-2 orang.

Bandingkan dengan BPJS Kelas 2 dengan ruang perawatan dengan jumlah pasien 3-5 orang dan BPJS kelas 3 dengan kapasitas pasien antara 4-6 orang, bahkan bisa lebih banyak. 

Keunggulan lainnya dari menjadi peserta kelas 1 adalah fasilitas naik kelas menjadi VIP.

Caranya, kamu cuma perlu membayarkan selisih biaya fasilitas VIP yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan kelas 1 melalui layanan tarif INA-CBGS (Indonesia Case Base Group). 

Tarif INA CBG’s dapat diartikan sebagai sistem pembayaran dalam bentuk paket berdasarkan diagnosis penyakit dan prosedur pengobatan yang diderita pasien.

Tarif ini dibayarkan BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Penghitungannya menggunakan standar tarif pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan program jaminan kesehatan yang tertuang di Permenkes Nomor 52 Tahun 2016.

Fasilitas BPJS kelas 1 untuk melahirkan

BPJS Kesehatan menanggung biaya melahirkan normal untuk pesertanya. Berikut rincian limit atau plafon BPJS kelas 1 untuk melahirkan.

  • Pemeriksaan Antenatal Care (ANC): Rp200.000
  • Persalinan normal: Rp600.000
  • Pemeriksaan Post Natal Care (PNC): Rp25.000
  • Pelayanan tindakan pasca persalinan di Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar (PONED): Rp750.000
  • Layanan pra-rujukan pada komplikasi kebidanan dan neonatal: Rp125.000
  • Persalinan pervaginam dengan tindakan darurat dasar di Puskesmas: Rp750.000
  • Layanan KB pemasangan untuk IUD: Rp100.000, suntik Rp15.000
  • Penanganan komplikasi KB pasca melahirkan: Rp125.000
  • Vasektomi: Rp350.000

Sementara itu, operasi caesar dengan BPJS kelas 1 tidak bisa kamu lakukan atas keinginan sendiri.

Artinya, operasi caesar hanya ditanggung apabila terdapat gangguan pada proses melahirkan sehingga tindakan tersebut diperlukan.

Operasi caesar bisa dilakukan di rumah sakit rujukan BPJS Kesehatan, adapun biaya yang ditanggung untuk kelas 1 adalah sebagai berikut:

  • Operasi caesar ringan: Rp7.333.000
  • Operasi caesar sedang: Rp8.092.000
  • Operasi caesar berat: Rp11.081.400

Fasilitas untuk kacamata

Jika memiliki BPJS kelas 1, kita bisa mendapatkan subsidi pembelian kacamata lensa spheris min 0,5 dioptri dan lensa silindris min 0,25 dioptri. sebesar Rp150.000.

Meski begitu, pengajuan klaim kacamata tersebut hanya bisa dilakukan 2 tahun sekali.

Nah, untuk mengajukan klaim kacamata BPJS kelas 1, berikut langkah yang perlu dilakukan:

  • Meminta surat rujukan ke fasilitas kesehatan pertama.
  • Periksa mata di dokter spesialis dengan surat rujukan. Di sini kamu bakal mendapatkan resep untuk beli kacamata.
  • Melegalisasikan (legalisir) resep ke kantor BPJS terdekat.
  • Mendatangi ke optik terdekat dengan membawa fotokopi KTP dan kartu BPJS.
  • Permintaan kacamata kamu akan segera diproses.

Fasilitas untuk perawatan gigi

Kamu juga bisa memanfaatkan fasilitas BPJS kelas 1 untuk perawatan gigi berdasarkan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 Pasal 52 ayat 1, berupa:

  • Administrasi pelayanan.
  • Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis.
  • Premedika.
  • Kegawatdaruratan oro-dental.
  • Pencabutan gigi sulung (topikal, infiltrasi).
  • Pencabutan gigi permanen tanpa penyulit.
  • Obat pasca-ekstraksi.
  • Tumpatan gigi komposit atau GIC (Glass Ionomer Cement).
  • Pembersihan karang gigi pada gingivitis akut (scaling gigi).

Pemasangan gigi palsu dianggap sebagai layanan tambahan sehingga akan ada penyesuaian plafon bagi peserta. BPJS Kesehatan akan memberikan layanan tersebut dalam bentuk dana subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

Jangan lupa untuk membayar iuran BPJS Kesehatan tepat waktu agar tetap bisa menikmati manfaat dan pelayanannya. Yuk, bayar iuran BPJS melalui aplikasi Lifepal!

BPJS kelas 3 pindah ke kelas 1

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Kesehatan Nasional, memungkinkan peningkatan hak kelas perawatan yang lebih tinggi, termasuk rawat jalan eksekutif.  

Ada sejumlah biaya yang harus dibayarkan jika ingin naik kelas saat rawat inap. Baik peserta maupun keluarganya harus menyatakan kesediaannya membayar selisih biaya sebelum mendapatkan pelayanan.

Peserta BPJS kelas 1 yang ingin naik kelas ke kelas VIP dan atas keinginan sendiri maka harus membayar biaya tambahan atau biaya selisih yang harus dibayar secara pribadi.

Dengan penghitungan, peserta harus membayar selisih sekitar 75 persen dari tarif INA-CBGS kelas 1 sementara untuk rawat jalan peserta harus membayar paket rawat jalan eksekutif sebesar Rp 400 ribu.

Bagi peserta BPJS kelas 2 yang ingin naik kelas 1 atau kelas VIP atas keinginan sendiri, kamu diharuskan membayar selisih biaya secara pribadi.

Dengan penghitungan Kelas 2 naik ke kelas 1, maka selisih yang harus dibayar adalah tarif INA-CBGS kelas 1 dikurangi tarif kelas 2.

Namun sayangnya, peserta BPJS kelas 3 tidak dapat mengajukan kenaikan kelas. Meski begitu, bagi kamu yang menjadi peserta BPJS kelas 3 tetap bisa mengajukan peningkatan perawatan medis.

Tapi dengan catatan bahwa kamu tetap menjalani peningkatan perawatan tersebut di ruang rawat inap kelas 3 ya.

Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang fasilitas yang bisa didapatkan dari menjadi peserta BPJS Kesehatan, kamu bisa tanyakan langsung kepada pakarnya melalui Tanya Lifepal.

Layanan medis di luar tanggungan BPJS Kesehatan

Kamu juga perlu memperhatikan layanan medis yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan sebagaimana tertuang dalam Pasal 52 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

  1. Layanan kesehatan yang tidak sesuai dengan Undang-undang.
  2. Perawatan medis di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama sama BPJS Kesehatan, kecuali dalam kondisi darurat.
  3. Cedera atau kecelakaan kerja yang sudah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja.
  4. Kecelakaan yang sudah ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas.
  5. Pelayanan kesehatan di luar negeri.
  6. Layanan kesehatan untuk tujuan estetika seperti operasi plastik atau behel gigi.
  7. Perawatan medis dengan tujuan mengatasi kemandulan atau infertilitas.
  8. Perawatan gigi berupa perataan gigi atau ortodonti.
  9. Gangguan kesehatan karena ketergantungan alkohol dan obat-obatan.
  10. Gangguan kesehatan karena dengan sengaja menyakiti diri sendiri, atau hobi yang membahayakan.
  11. Pengobatan alternatif atau tradisional yang belum dianggap efektif oleh penilaian teknologi kesehatan.
  12. Tindakan medis yang masuk ke kategori percobaan atau eksperimen.
  13. Obat dan alat kontrasepsi dan kosmetik, juga perbekalan kesehatan rumah tangga.
  14. Layanan kesehatan akibat bencana di masa tanggap darurat, kejadian luar biasa, atau wabah.
  15. Cedera akibat kejadian tak diharapkan yang bisa dicegah seperti tawuran atau begal.
  16. Layanan kesehatan dalam rangka bakti sosial.
  17. Perawatan medis akibat penganiayaan, kekerasan seksual, terorisme, perdagangan manusia. 
  18. Perawatan medis yang berkaitan sama kegiatan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri.
  19. Layanan lain yang tak berhubungan sama manfaat jaminan kesehatan yang diberikan.
  20. Layanan yang sudah ditanggung oleh program lainnya, misal asuransi swasta.

Kalau tidak teliti, bisa-bisa biaya pengobatan dan rawat inap kamu semakin membengkak dan harus dibayar sendiri! 

Denda BPJS Kesehatan kelas 1

Apabila terlambat membayar iuran, kartu peserta BPJS kelas 1 akan dihentikan sementara tanpa perlu membayar denda.

Namun, apabila peserta mengajukan klaim rawat inap kurang dari 45 hari sejak keanggotaan diaktifkan, peserta akan dikenakan denda 2,5 persen dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan tertunggak.

Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan dan besaran denda paling tinggi Rp30 juta.

FAQ seputar BPJS Kesehatan kelas 1

Berapa biaya bulanan BPJS Kesehatan kelas 1?

Biaya bulanan atau iuran yang wajib dibayarkan untuk BPJS kelas 1 adalah Rp150.000.

Apa perbedaan pertanggungan kelas 1 dengan kelas lainnya?

Pada dasarnya, manfaat perawatan dan pengobatan penyakit untuk tiap kelas adalah sama. Yang membedakan layanan kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 adalah pada fasilitas ruang rawat inap.

Berapa tampungan ruang rawat inap BPJS kelas 1?

Peserta BPJS kelas 1 mendapatkan ruang perawatan dengan kapasitas pasien antara 1-2 orang. Sedangkan untuk BPJS kelas 2 berkapasitas 3-5 orang dan kelas 3 berkapasitas 4-6.

Adakah kondisi atau tindakan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan?

Ada beberapa layanan medis yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan sebagaimana tertuang dalam Pasal 52 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Jika kamu mengalami kondisi atau melakukan tindakan yang terkait dengan pengecualian tersebut, maka kamu tidak bisa mengajukan klaim kepada BPJS Kesehatan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →