Biaya Melahirkan di Rumah Sakit 2020 [Ditanggung BPJS]

biaya melahirkan normal

Berapa besar biaya melahirkan normal? Buat keluarga baru, besaran biaya melahirkan menjadi hal yang wajib diketahui. Soalnya besaran dana buat melahirkan atau persalinan itu gak sedikit jumlahnya.

Besaran biaya melahirkan secara normal dan melahirkan dengan operasi caesar pastilah berbeda. Umumnya, melahirkan dengan operasi caesar lebih mahal ketimbang melahirkan secara normal. Makanya banyak pasangan suami istri berharap bisa melahirkan anaknya dengan normal.

Walaupun punya harapan seperti itu, baik suami maupun istri, gak merasa keberatan kalau sampai akhirnya melakukan persalinan dengan jalan operasi. Sebab hal terpenting adalah melihat anaknya lahir dengan selamat.

Karena biaya melahirkan secara normal ataupun dengan operasi harus dipersiapkan jauh-jauh hari, bahkan sebelum memiliki anak, pasangan suami istri harus tahu besaran biayanya yang terbaru. Dengan begitu, alokasi dananya bisa diperhitungkan secara matang.

Lalu, berapa besaran biaya melahirkan normal ataupun dengan operasi caesar sekarang? Ikuti terus ulasannya berikut ini.

Perbedaan melahirkan normal dengan operasi caesar

Cukup banyak orang yang udah tahu bedanya melahirkan secara normal dengan operasi caesar. Sederhananya, melahirkan lewat operasi caesar itu harus melewati proses pembedahan, sedangkan melahirkan normal terjadi sebagai mekanisme alamiah.

Kodrat manusia sebagai makhluk menyusui emang menjalani proses melahirkan secara normal. Namun, kondisi tertentu terkadang membuat para ibu gak diperbolehkan menjalani persalinan normal.

Menurut definisinya secara medis, melahirkan alami (vaginal birth) adalah proses melahirkan atau persalinan yang mana kelahiran seorang anak terjadi melalui vagina. Proses ini bakal dimulai ketika kandungan telah berusia 38 – 40 minggu.

Sementara melahirkan dengan operasi caesar adalah proses melahirkan atau persalinan yang mana pembedahan dilakukan buat mengeluarkan bayi dari dalam rahim tanpa melalui vagina. Metode ini ditempuh kalau melahirkan secara normal membahayakan ibu ataupun anak.

Namun, sekarang melahirkan dengan proses pembedahan atau operasi caesar boleh menjadi pilihan walaupun proses melahirkan secara normal sebenarnya bisa dilakukan. Alasannya sih karena gak mau merasakan rasa sakit seperti yang dirasakan wanita yang melahirkan secara normal.

Kelebihan dan kekurangan melahirkan secara normal, apa aja?

Ada rasa sakit saat melahirkan secara normal itu emang fakta. Meskipun begitu, banyak para calon ibu yang siap dengan konsekuensi tersebut dan akhirnya memilih melahirkan secara alamiah.

Sebenarnya, ada gak kelebihan dan kekurangan melahirkan secara normal? Kalau ada, apa aja kelebihan-kelebihannya dan seperti apa kekurangan-kekurangannya? Dikutip dari Livescience, berikut ini ulasannya.

Kelebihan melahirkan secara normal

Dalam melahirkan secara normal, ada empat fase yang harus dilalui, yaitu:

  • Kala I: fase pembukaan mulut rahim.
  • Kala II: fase yang berlangsung selama 2 jam yang mana janin keluar dari kandungan.
  • Kala III: fase yang mana janin keluar bersama dengan plasenta.
  • Kala IV: fase yang mana kondisi ibu terus dipantau setelah persalinan.

Proses panjang melahirkan secara normal yang dilalui seorang ibu bukan gak ada manfaatnya. Asal tahu aja nih, manfaat dari melahirkan secara normal itu adalah masa rawat inap seorang ibu lebih singkat. Terus pemulihan kondisi ibu pascamelahirkan lebih cepat dibanding operasi caesar.

Rata-rata lama pemulihan seorang pascamelahirkan itu sekitar 24 jam – 48 jam. Malahan seorang ibu yang merasa kondisinya telah baik diperbolehkan meninggalkan rumah sakit lebih cepat dari periode perawatan pada umumnya.

Kelebihan lainnya dari proses melahirkan secara normal adalah seorang ibu terhindar dari pendarahan hebat, bekas operasi berupa jaringan parut, infeksi, reaksi terhadap anestesi, dan rasa sakit yang lebih lama. Bahkan, seorang ibu bisa langsung menyusui bayinya setelah lahir.

Kekurangan melahirkan secara normal

Selain rasa sakit, konsekuensi lain dari melahirkan secara normal itu adalah terjadinya peregangan hingga perobekan pada kulit dan jaringan sekitar vagina ketika prosesnya berlangsung. 

Kalau akibat yang ditimbulkan cukup parah, tindakan penjahitan bakal dilakukan dokter. Akibat yang parah ini juga menyebabkan pelemahan atau cedera pada otot-otot panggul yang mengontrol fungsi urin dan usus.

Malahan beberapa penelitian menyebut wanita yang melahirkan secara normal cenderung memiliki gangguan pada usus dan kesulitan menahan buang air kecil. Terkadang ada nyeri yang menetap di sekitar perineum, yaitu daerah antara vagina dan anus.

Berapa biaya melahirkan di rumah sakit Indonesia

Besaran biaya melahirkan normal itu berbeda-beda di setiap rumah sakit. Seperti yang diungkap Alodokter, berikut ini adalah estimasi biaya melahirkan secara normal di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Indonesia.

Rumah sakit Biaya melahirkan normal (mulai dari) Lokasi
RS Premier Bintaro Rp 17.000.000 Tangerang
RS Siloam Bogor Rp 7.000.000 Bogor
RS Siloam Semanggi Rp 13.000.000 Jakarta
RS Tebet Rp 7.914.000 Jakarta
RS Siloam Kebon Jeruk Rp 8.800.000 Jakarta
RS Telogorejo Rp 7.000.000 Semarang
RS Siloam Surabaya Rp 7.000.000 Surabaya
RS Mulya Rp 2.562.750 Tangerang
RS Permata Depok Rp 8.428.932 Depok
RS Premier Surabaya Rp 10.000.000 Surabaya
RS Siloam Lippo Village Rp 11.500.000 Tangerang
RS Siloam Manado Rp 9.000.000 Manado
RS Siloam Bekasi Timur Rp 6.000.000 Bekasi Timur
RS Columbia Asia Hospital Rp 8.000.000 Semarang
RS Dinda Rp 1.696.563 Tangerang
RS Awal Bros Makassar Rp 5.285.800 Makassar
RS Siloam Denpasar Rp 7.500.000 Bali
RS Siloam TB Simatupang Rp 9.000.000 Jakarta
RS Siloam Sriwijaya Rp 8.250.000 Palembang
RS Immanuel Rp 6.000.000 Bandung
RS Siloam Makassar Rp 2.333.000 Makassar
RS Mitra Keluarga Bekasi Rp 4.700.000 Bekasi
RS Cendana Rp 6.950.000 Jakarta
RS Citra Medika Depok Rp 4.450.000 Depok
RS Premier Jatinegara Rp 12.000.000 Jakarta
RS Mayapada Jakarta Rp 8.854.000 Jakarta
RS Awal Bros Pekanbaru Rp 4.000.000 Pekanbaru
RS Columbia Asia Pulomas Rp 7.800.000 Jakarta
RS Siloam Asri Mampang Rp 11.500.000 Jakarta
RS St. Carolus Rp 1.787.000 Jakarta
RS Bella Rp 5.850.000 Bekasi Timur
RS Muhammadiyah Rp 7.600.000 Jakarta
RS Firdaus Rp 1.740.000 Jakarta
RS Manyar Medical Centre Rp 7.000.000 Surabaya
RS Mayapada Tangerang Rp 6.614.000 Tangerang
RS Evasari Awal Bros Rp 8.540.000 Jakarta
RS Mitra Keluarga Surabaya Rp 7.500.000 Surabaya
RS BMC Bogor Rp 5.770.000 Bogor
RS Ciputra Mitra Banjarmasin Rp 7.500.000 Banjarmasin
SamMarie Wijaya Rp 8.000.000 Jakarta
RS Siloam Yogyakarta Rp 6.000.000 Yogyakarta

Biaya melahirkan di bidan secara normal

Melahirkan normal bukan hanya terjadi di rumah sakit saja, tetapi kamu juga bisa lho memilih di bidan. Biaya persalinan di bidan rata-rata lebih ringan dibandingkan di rumah sakit atau dengan dokter kandungan.

Itu karena ada beberapa tindakan yang tidak dimiliki oleh bidan, dan ada di rumah sakit. Namun melahirkan di bidan bukan berarti gak aman lho!

Sekarang ini sudah banyak bidan yang mengerti dan paham bagaimana membuat para ibu hamil merasa aman dan nyaman jelang persalinan. Itu tentu bukan didapat secara otodidak, melainkan ada pelatihannya sendiri. Latar belakang pendidikan bidan juga melatih khusus tindakan persalinan normal, kok.

Di Puskemas sendiri, biaya melahirkan dengan bidan dibanderol harga Rp600 ribuan hingga Rp1 juta. Tapi biaya tersebut tentu sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Kamu juga bisa lho memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk melakukan persalinan di bidan, yakni di puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya.

Apakah melahirkan secara normal ditanggung BPJS Kesehatan?

melahirkan normal
Apakah melahirkan secara normal ditanggung BPJS?

Ya, BPJS Kesehatan menanggung biaya melahirkan, baik secara normal maupun operasi caesar. Namun, ada prosedur-prosedur yang harus dipenuhi agar biaya melahirkan dengan BPJS Kesehatan. 

Seperti yang telah diatur ketentuannya oleh BPJS Kesehatan, peserta harus mengikuti alur yang dimulai dari pemeriksaan kehamilan di Faskes Tingkat I di mana peserta mendaftarkan diri.

Peserta melakukan pemeriksaan setiap per-Trimester di Faskes Tingkat I, yaitu:

  • Trimester pertama sebanyak satu kali.
  • Trimester kedua sebanyak satu kali.
  • Trimester ketiga sebanyak dua kali.

Lain cerita kalau harus melahirkan dengan operasi caesar. Peserta bakal dirujuk ke Faskes Tingkat II buat melakukan operasi.

Nantinya Faskes Tingkat I bakal membuat surat rujukan buat digunakan peserta agar bisa melahirkan di Faskes Tingkat II.

Prosedur pemanfaatan BPJS Kesehatan untuk ibu hamil

Bagi ibu hamil peserta BPJS Kesehatan, cukup datangi fasilitas kesehatan tingkat pertama yang kamu didaftarkan. 

Untuk pemeriksaan kehamilan, ibu hamil bisa mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, klinik swasta, dokter spesialis, atau bidan. Ingat, pastikan fasilitas kesehatan tersebut bermitra dengan BPJS Kesehatan. 

Saat persalinan, sang ibu harus datang fasilitas kesehatan terdekat. Ketentuannya, peserta yang melahirkan secara normal tanpa ada gangguan dapat langsung kunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama terdekat tanpa rujukan. 

Bagi ibu hamil yang memiliki kehamilan berisiko tinggi atau ada gangguan dan kelainan dalam proses persalinannya, peserta akan dirujuk untuk melakukan persalinan ke faskes tingkat lanjutan. 

Ibu hamil peserta BPJS Kesehatan yang sedang dalam keadaan darurat (pendarahan, kejang kehamilan, ketuban pecah dini, dan kondisi lain yang dapat menyebabkan kecacatan) dapat langsung dibawa ke rumah sakit.

Nah, jangan lupa ya saat berkunjung ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit, selalu bawa dokumen pendukung sepertu kartu peserta BPJS Kesehatan, KTP, dan buku kesehatan ibu dan anak. 

Yang ribet jangan hanya si ibu saja ya. Bapaknya juga harus ikut mempersiapkan semuanya lho, termasuk memastikan kesehatan si ibu dan memastikan seluruh dokumen BPJS Kesehatan telah siap. 

Perhatikan hal-hal ini dalam mempersiapkan biaya persalinan

Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan biaya persalinan seperti yang tertera di bawah ini.

1. Sudah mulai siap-siap saat tahu positif hamil

Saat tahu kalau akan punya momongan, pasti calon orang tua girang bukan main. Betapa tidak, yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. 

Namun, girangnya jangan sampai membuat lupa buat menyiapkan ‘modal’ ya. Ingat, memiliki anak adalah tanggung jawab dan segalanya perlu disiapkan secara optimal, termasuk menyiapkan biaya persalinannya. 

Demi mencapai persalinan yang lancar, tentu harus ada upaya. Salah satunya dengan melakukan cek kandungan secara rutin dan memastikan asupan gizi bagi si ibu mencukupi. Nah, semuanya tentu butuh biaya dan harus disiapkan sejak awal.

2. Pastikan asuransi menanggung biaya persalinan

Ini penting sih. Asuransi kesehatan atau asuransi melahirkan akan sangat membantu menekan biaya yang dikeluarkan orang tua saat hari persalinan tiba. 

Kalau si suami atau istri bekerja kantoran, coba cek dulu apakah kantor menyediakan asuransi yang menanggung biaya persalinan. Sekalian pastikan juga kelas kepesertaannya sehingga bayangan tentang fasilitas persalinan sudah ada di kepala jauh sebelum harinya tiba.  

Lantas, bagaimana kalau tempat kerja tidak menyediakan asuransi kesehatan yang menanggung biaya persalinan? Manfaatkan BPJS Kesehatan. 

Fasilitas jaminan kesehatan nasional yang disediakan negara ini menanggung biaya persalinan lho. Fasilitas yang akan diberikan sesuai dengan tipe kelas kepesertaan yang kita pilih. Asal ikuti prosedur dan menyiapkan dokumen, maka persalinan sang ibu akan ditanggung BJPS Kesehatan. 

3. Survei tempat persalinan

Jauh-jauh hari, pastikan calon orang tua sudah menyurvei rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang akan dijadikan lokasi bersalin. 

Rumah sakit mana yang akan dipilih, bisa disesuaikan dengan asuransi yang menanggung biaya persalinan atau disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang diikutkan pada BPJS Kesehatan. 

4. Mulai berhemat dan tentukan prioritas

Menjadi orang tua bukan perkara kecil. Bahkan, saat sang anak belum lahir, calon orang tua sudah diajarkan bagaimana menyusun prioritas. 

Mulailah untuk berhemat dan pindahkan pos anggaran rumah tangga ke pos-pos prioritas, seperti membeli menyiapkan biaya persalinan atau menyiapkan perlengkapan bayi. Memenuhi kebutuhan gizi sang ibu selama hamil juga jadi prioritas lho.

5. Pertimbangkan investasi jangka pendek

Sama seperti poin pertama, prinsipnya adalah mulai menyiapkan diri secara finansial. Salah satu caranya tentu saja dengan menabung. 

Tapi kalau menabung saja tentu tidak akan ada untung yang didapat. Mau yang lebih? Cobalah berinvestasi. Karena masa kehamilan 9 bulan, jajal model investasi jangka pendek. Misalnya, deposito. Simpan deposito dengan jangka waktu 3 atau 6 bulan.

Itu tadi beberapa tips bagi orang tua untuk menyiapkan biaya melahirkan yang tidak sedikit. Seperti yang disebutkan, adanya asuransi atau BPJS Kesehatan sangat membantu menekan biaya persalinan. Mulai sekarang, pastikan kamu punya asuransi yang bisa menanggung tindakan medis di masa depan.

Nah, itu tadi informasi mengenai melahirkan normal beserta biaya yang harus dikeluarkan. Semoga informasi di atas bemanfaat ya! (Editor: Ruben Setiawan)