lifepal-user-logo
lifepal-user-logo
  • Dapatkan Penawaran
      Hubungi Kami
      Atau
      Chat di Whatsapp
      Senin - Jumat
      08.00 - 19.00 WIB
      Sabtu
      08.00 - 17.00 WIB
      Hari libur nasional
      Tutup
  • Masuk/Daftar
  • Asuransi Mobil
    • Asuransi Mobil Terbaik
    • Asuransi Mobil All Risk
    • Asuransi Mobil TLO
    • Asuransi Mobil Syariah
    • Asuransi Mobil Bekas
    • Asuransi Mobil Pihak Ketiga
    • Asuransi Mobil Listrik
  • Asuransi Kesehatan
    • Asuransi Kesehatan Terbaik
    • Asuransi Kesehatan Orangtua
    • Asuransi Kesehatan Keluarga
    • Asuransi Kesehatan Anak
    • Asuransi Rawat Jalan
    • Asuransi Melahirkan
    • Asuransi Gigi
    • Hospital Cash Plan
    • Asuransi Karyawan
  • Rekan
    • Asuransi Mobil Garda Oto
    • Asuransi Mobil Zurich Syariah
    • Asuransi Mobil ACA
    • Asuransi Mobil Roojai-Sompo
    • Asuransi Mobil Mega Insurance
    • Asuransi Mobil Simas Insurtech
    • Asuransi Mobil Oona
    • Asuransi Mobil MAG
    • Asuransi Kesehatan Sinar Mas
    • Asuransi Kesehatan AXA
    • Asuransi Kesehatan Lippo General Insurance
    • Asuransi Kesehatan April Internasional
    • Asuransi Kesehatan CAR Life
    • Asuransi Kesehatan MAG
  • Artikel & Tips
    • Mengerti Asuransi
      • Polis Asuransi
      • Premi Asuransi
      • Jenis Asuransi
      • Risiko Asuransi
      • Klaim Asuransi
    • Artikel Lainnya
      • Semua Artikel
      • Tips Asuransi
      • Tips Asuransi Mobil
      • Tips Asuransi Kesehatan
      • Review Perusahaan Asuransi
      • Tips Kendaraan & Asuransi
      • Tips Kesehatan & Asuransi
      • Kalkulator
  • Layanan
    • Tentang Lifepal
    • Bantuan
    • Ketentuan
    • Cara Pembelian
  • Media
  • Tips Kesehatan dan Asuransi
  • Angka Tensi Normal Lansia dan Cara Menjaganya Tetap Stabil
Tips Kesehatan dan Asuransi

Angka Tensi Normal Lansia dan Cara Menjaganya Tetap Stabil

4 Menit
Tensi Normal Lansia

Mengetahui berapa nilai tensi normal lansia adalah hal yang penting. Seiring bertambahnya usia, terdapat banyak hal yang harus lebih diperhatikan secara benar, khususnya kesehatan. Salah satu isu kesehatan yaitu masalah pada tekanan darah.

Tekanan darah sendiri adalah sebuah istilah untuk mengukur kemampuan jantung saat memompa dan mengedarkan darah ke seluruh tubuh.

Meskipun tekanan darah sangat bervariasi karena dipengaruhi berbagai faktor, tetapi secara umum, tekanan darah terlalu rendah atau terlalu tinggi tidak baik bagi kesehatan.

Oleh karena itu, kita patut mengecek tekanan darah secara berkala agar dapat segera mengetahui potensi masalah kesehatan terutama bagi kaum rentan seperti lansia.

Sayangnya, masalah tekanan darah banyak terjadi pada lansia. Oleh karena itu, saat melakukan pengecekan kesehatan lanjut usia, pastikan bahwa pasien memiliki tensi normal orang lansia.

Mengetahui tensi normal pada lansia tentu sangat penting, terutama apabila orang terdekatmu adalah seorang lansia. Berapakah tensi normal pada lansia? Simak selengkapnya pada artikel di bawah ini.

Ukuran tensi normal lansia

Kaum rentan seperti lansia harus lebih diperhatikan kesehatannya. Salah satunya dengan mengenali batas tensi normal lansia. Lalu berapakah tekanan darah normal lansia?

Berbeda dengan orang dewasa yang memiliki tekanan darah normal pada kisaran 90/60 – 120/80 mmHg, tensi darah normal lansia berada pada kisaran 130/80 – 140/90 mmHg.

Dalam membaca tensi normal lansia, angka pertama yaitu 130 dan 140 adalah angka sistolik yang mengukur tekanan pada pembuluh saat jantung berkontraksi dan memompa darah bersih.

Sedangkan angka kedua yaitu angka diastolik adalah tekanan saat darah kotor dikembalikan dari seluruh tubuh menuju darah.

Mengapa tekanan darah normal lansia lebih tinggi daripada orang dewasa pada umumnya? Karena seiring berjalannya usia, pembuluh darah mengeras sehingga diperlukan daya dorong lebih kuat guna memompa darah ke seluruh tubuh.

Pentingnya cek tekanan darah bagi lansia

Nah, setelah mengetahui berapa tekanan darah normal lansia, lalu apa pentingnya cek tekanan darah bagi lansia? Tekanan darah dipengaruhi oleh volume darah yang dipompa jantung serta resistensi pada aliran darah.

Dengan kata lain, ketika pembuluh darah sempit sementara darah yang dipompa banyak, maka makin tinggi tekanan darah sebab jantung harus mengeluarkan energi ekstra guna mengedarkan darah ke seluruh tubuh.

Ketika terjadi tekanan darah tinggi atau hipertensi, seseorang terpapar risiko kecacatan hingga kematian. Kematian dapat terjadi akibat serangan jantung atau stroke sedangkan kecacatan terjadi karena adanya disfungsi organ.

Dua penyebab kematian, yakni penyakit jantung dan stroke, pada dasarnya muncul karena tidak lancarnya aliran dalam pembuluh darah dan dapat diperparah oleh penanganan yang terlambat.

Padahal seseorang dapat segera mengetahui apakah ia berada dalam batas tensi normal lansia dengan melakukan pengecekan rutin.

Hal ini karena hipertensi adalah suatu kondisi yang berlangsung terus menerus dan dapat dideteksi sejak dini apalagi bila pasien merasakan gejala hipertensi seperti pusing, sakit di dada, serta jantung berdebar-debar.

Kita dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang ada dengan melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin.

Apalagi pada golongan lansia yang lebih rentan terhadap berbagai keluhan kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting bagi lansia untuk mengecek tekanan darah secara berkala guna mengantisipasi segala kemungkinan.

Dampak jika tensi darah terlalu tinggi atau rendah pada lansia

Nah, tekanan darah normal lansia harus tetap dijaga agar terhindarkan dari berbagai risiko kesehatan. Lalu kapankah tekanan darah lansia dapat dikatakan terlalu tinggi atau terlalu rendah?

Jika tensi lansia lebih tinggi daripada 140/90 mmHg maka seorang lansia dapat dikatakan memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Sedangkan hipotensi atau tekanan darah rendah terjadi ketika lansia memiliki tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg.

Jika tekanan darah seseorang melebihi ukuran tekanan darah normal untuk lansia, berikut adalah beberapa dampak yang dapat terjadi.

Gagal ginjal

Ginjal adalah organ yang berfungsi untuk membuang racun dalam tubuh. Ketika seorang lansia mengalami perburukan kondisi kesehatan karena hipertensi.

Hal itu akan berdampak buruk pada ginjal sehingga ginjal tidak lagi bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Penyakit jantung koroner

Setiap kenaikan tekanan darah menjauhi normal, naik pula risiko penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner sendiri disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah yang mengakibatkan penyempitan di arteri koroner.

Demensia

Jika tensi darah seseorang melebihi ukuran tekanan darah normal untuk lansia, risiko demensia pun akan menghampiri.

Dulu, hipertensi dianggap menyebabkan demensia secara tidak langsung. Hipertensi menyebabkan stroke kemudian dari stroke itulah seseorang terpapar risiko demensia.

Namun ternyata hipertensi dapat memiliki sebab langsung dengan demensia karena hipertensi mengakibatkan penyempitan pembuluh darah yang akibatnya pasokan nutrisi ke otak berkurang drastis.

Kebutaan

Selain menyebabkan gangguan kesehatan seperti stroke dan penyakit jantung koroner, hipertensi juga dapat mengakibatkan komplikasi mata yang berujung pada kebutaan.

Hipertensi berefek buruk kepada penglihatan lansia karena dapat membatasi aliran darah menuju retina yang bertugas sebagai reseptor cahaya. Kondisi ini disebut retinopati.

Walaupun tekanan darah tinggi lebih banyak dibahas, tetapi bukan berarti tekanan darah rendah pada lansia tidak akan menjadi masalah besar.

Gejala seperti pusing, penglihatan kabur, mual bahkan pingsan dapat sangat berbahaya bagi lansia. Dari kondisi tersebut, dapat muncul berbagai masalah kesehatan lain akibat hilangnya kesadaran.

Berikan perlindungan asuransi terbaik untuk lansia

Para lansia tak bisa terlepas dari risiko penyakit. Apalagi jika tensi lansia tidak normal (terlalu rendah atau terlalu tinggi). Untuk itulah, para lansia wajib untuk memiliki asuransi yang ditujukan bagi para lanjut usia (lansia) atau asuransi lansia.

Jenisnya bisa bermacam-macam, bisa asuransi jiwa, asuransi kesehatan, hingga asuransi penyakit kritis.

Dalam memilih produk asuransi lansia, pastikan orang tua kamu masih masuk dalam kriteria pertanggungan. Ada banyak fitur yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi.

Mulai dari kelengkapan manfaat, pilihan asuransi tambahan atau rider, hingga opsi cara pembayaran. Kondisi ini bisa disesuaikan dengan kondisi orang tua kamu.

Cara menjaga tensi darah lansia tetap normal

Setelah mengetahui dampak buruk dari hipertensi dan hipotensi, lalu bagaimana cara menjaga tensi darah lansia tetap normal? Berikut adalah cara-caranya.

1. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik ringan bagi lansia sangat diperlukan guna menjaga fungsi otot serta mencegah berat badan berlebih.

Lakukan olahraga selama 30 menit setiap hari dan sesuaikan jenis olahraga dengan kondisi fisik lansia.

2. Menjaga asupan gizi

Makanan bergizi dan berserat tinggi diperlukan lansia guna menjaga kesehatan secara umum dan menjaga tekanan darah secara khusus.

Sebab tekanan darah rendah dapat terjadi karena kurangnya asupan nutrisi dari makanan. Maka kurangi makanan berlemak dan tinggi garam serta perbanyaklah konsumsi serat dan protein.

3. Memperhatikan waktu istirahat

Cukup tidur dan istirahat dapat menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah sehingga menjauhkan lansia dari risiko hipertensi.

Kebutuhan tidur masing-masing orang berbeda tergantung pada usianya. Lansia di atas 65 tahun memerlukan waktu tidur 7-8 jam per harinya.

4. Tidak merokok

Kebiasaan menghisap tembakau adalah kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Namun jika ingin terhindar dari berbagai risiko kesehatan, lansia sebaiknya tidak mengonsumsi rokok sama sekali dalam bentuk apapun.

Selain karena berbahaya dan dapat memicu kanker, rokok juga dapat menimbulkan tekanan darah tinggi.

5. Melakukan pengecekan tekanan darah rutin

Selain cara-cara seperti di atas, kita juga dapat mengantisipasi hipertensi dan hipotensi dengan mengetahui berapa tekanan darah lansia secara reguler.

Ingat bahwa tekanan darah bervariasi tergantung dari aktivitas serta usia, jadi pastikan tekanan darah sesuai dengan hal-hal tersebut.

Ditulis oleh

Rio Wiyogo
Rio Wiyogo

Terakhir diperbarui:

24 Juli 2025

Bagikan

Tags:

cek kesehatan

Artikel Terkait Lainnya

Varises: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Tips Kesehatan dan Asuransi
5 Menit

Mengenal Apa Itu Atrofi Otak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Tips Kesehatan dan Asuransi
4 Menit

Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi yang Mencapai 200/100

Tips Kesehatan dan Asuransi
5 Menit

10 Penyebab Sakit Ulu Hati yang Wajib Kamu Ketahui

Tips Kesehatan dan Asuransi
4 Menit

12 Makanan Pencegah Hepatitis yang Sehat dan Enak

Tips Kesehatan dan Asuransi
4 Menit

Mengenal Limfosit dan Cara Mengatasi Jika Kadarnya Rendah

Tips Kesehatan dan Asuransi
5 Menit

10 Gaya Hidup Sehat yang Bisa Kamu Terapkan Mulai Sekarang

Tips Kesehatan dan Asuransi
4 Menit

Asuransi Mobil

  • Asuransi Mobil Terbaik
  • Asuransi Mobil All Risk
  • Asuransi Mobil TLO
  • Asuransi Mobil Syariah
  • Asuransi Mobil Bekas
  • Asuransi Mobil Pihak Ketiga
  • Asuransi Mobil Listrik

Asuransi Kesehatan

  • Asuransi Kesehatan Terbaik
  • Asuransi Kesehatan Orangtua
  • Asuransi Kesehatan Keluarga
  • Asuransi Kesehatan Anak
  • Asuransi Rawat Jalan
  • Asuransi Melahirkan
  • Asuransi Gigi
  • Hospital Cash Plan
  • Asuransi Karyawan

Asuransi Berdasarkan Merk Kendaraanmu

  • Asuransi Mobil Toyota
  • Asuransi Mobil Honda
  • Asuransi Mobil Suzuki
  • Asuransi Mobil Nissan
  • Asuransi Mobil Mazda
  • Asuransi Mobil Wuling
  • Asuransi Mobil Daihatsu
  • Asuransi Mobil Mitsubishi
  • Asuransi Mobil Mercedes Benz
  • Asuransi Mobil Datsun
  • Asuransi Mobil Kia
  • Asuransi Mobil Chevrolet
  • Asuransi Mobil BMW
Lifepal

PT Abisatya Pialang Asuransi

Marketplace Asuransi Terbaik di Indonesia

Beneran Pilihannya, Beneran Hematnya.

Alamat

CIBIS 9 17th Floor jl TB Simatupang No.2 Cilandak Timur, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12560

Google Maps

Layanan Customer Support

WA (Chat only)

0823 300 300 27

Email

Support@lifepal.co.id

Penawaran dan
Pembelian

021 3076 2306

Perpanjangan Polis

021 3076 2308

Waktu Operasional

Senin - Jumat
08:00 - 18:00 WIB
Sabtu
08:00 - 17:00 WIB
Minggu dan Hari Libur Nasional
Tutup

Customer Service

021 3076 2309

Waktu Operasional

Senin - Jumat
08:00 - 18:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional
Tutup

Social Media

FacebookInstagramYoutubeTiktokLinkedin

Layanan Pengaduan Konsumen

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

0853 1111 101

Metode Pembayaran & Program Cicilan 0%

Berizin dan diawasi OJK

OJK
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi

Copyright © 2024 Lifepal -- Dikelola oleh PT Abisatya Pialang Asuransi, pialang asuransi berizin dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-018/KMK.17/1992 dan anggota APPARINDO 060-2001/APPARINDO/2024. Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru namun dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan / institusi keuangan. Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial Anda.

Daftar Isi
  1. Ukuran tensi normal lansia
  2. Pentingnya cek tekanan darah bagi lansia
  3. Dampak jika tensi darah terlalu tinggi atau rendah pada lansia
  4. Berikan perlindungan asuransi terbaik untuk lansia
  5. Cara menjaga tensi darah lansia tetap normal
Tak perlu cemaskan biaya perawatan kesehatan di rumah sakit dan klinik jika sudah memiliki perlindungan dari asuransi kesehatan. Beli polisnya di Lifepal, lebih hemat 25%!
Angka Tensi Normal Lansia dan Cara Menjaganya Tetap Stabil
Angka Tensi Normal Lansia dan Cara Menjaganya Tetap Stabil
Angka Tensi Normal Lansia dan Cara Menjaganya Tetap Stabil