lifepal-user-logo
lifepal-user-logo
  • Dapatkan Penawaran
      Hubungi Kami
      Atau
      Chat di Whatsapp
      Senin - Jumat
      08.00 - 19.00 WIB
      Sabtu
      08.00 - 17.00 WIB
      Hari libur nasional
      Tutup
  • Masuk/Daftar
  • Asuransi Mobil
    • Asuransi Mobil Terbaik
    • Asuransi Mobil All Risk
    • Asuransi Mobil TLO
    • Asuransi Mobil Syariah
    • Asuransi Mobil Bekas
    • Asuransi Mobil Pihak Ketiga
    • Asuransi Mobil Listrik
  • Asuransi Kesehatan
    • Asuransi Kesehatan Terbaik
    • Asuransi Kesehatan Orangtua
    • Asuransi Kesehatan Keluarga
    • Asuransi Kesehatan Anak
    • Asuransi Rawat Jalan
    • Asuransi Melahirkan
    • Asuransi Gigi
    • Hospital Cash Plan
    • Asuransi Karyawan
  • Rekan
    • Asuransi Mobil Garda Oto
    • Asuransi Mobil Zurich Syariah
    • Asuransi Mobil ACA
    • Asuransi Mobil Roojai-Sompo
    • Asuransi Mobil Mega Insurance
    • Asuransi Mobil Simas Insurtech
    • Asuransi Mobil Oona
    • Asuransi Mobil MAG
    • Asuransi Kesehatan Sinar Mas
    • Asuransi Kesehatan AXA
    • Asuransi Kesehatan Lippo General Insurance
    • Asuransi Kesehatan April Internasional
    • Asuransi Kesehatan CAR Life
    • Asuransi Kesehatan MAG
  • Artikel & Tips
    • Mengerti Asuransi
      • Polis Asuransi
      • Premi Asuransi
      • Jenis Asuransi
      • Risiko Asuransi
      • Klaim Asuransi
    • Artikel Lainnya
      • Semua Artikel
      • Tips Asuransi
      • Tips Asuransi Mobil
      • Tips Asuransi Kesehatan
      • Review Perusahaan Asuransi
      • Tips Kendaraan & Asuransi
      • Tips Kesehatan & Asuransi
      • Kalkulator
  • Layanan
    • Tentang Lifepal
    • Bantuan
    • Ketentuan
    • Cara Pembelian
  • Media
  • Asuransi
  • Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa: Pengertian dan Cara Hitung
Asuransi

Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa: Pengertian dan Cara Hitung

6 Menit
uang pertanggungan asuransi untuk anak

Uang pertanggungan asuransi adalah sejumlah uang yang diberikan oleh penanggung atau perusahaan asuransi kepada pihak tertanggung apabila terjadi risiko sebagaimana yang tercantum dalam polis.  Uang pertanggungan asuransi merupakan salah satu istilah dalam asuransi yang penting sekali dipahami karena menyangkut besaran dana yang ahli waris dapatkan jika terjadi risiko pada tertanggung seperti meninggal dunia atau cacat tetap.

Jumlah uang pertanggungan sendiri sudah disepakati saat awal membeli polis asuransi dan besaran UP masing-masing nasabah bisa berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Sebagai nasabah, kamu dapat menentukan uang pertanggungan yang dibutuhkan dengan memperhitungkan beberapa faktor. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa

Setiap nasabah asuransi tidak selalu mendapatkan jumlah uang pertanggungan asuransi yang sama, ini dikarenakan nilai UP akan disesuaikan dengan manfaat polis masing-masing nasabah. Ketika akan membeli asuransi jiwa, ada baiknya kamu sudah memperhitungkan berapa UP yang kamu butuhkan. 

Ada beberapa metode untuk mengetahui jumlah UP asuransi jiwa yang ideal, yaitu:

1. Metode human life of value

Pada metode ini, uang pertanggungan dihitung berdasarkan pendapatan bulanan dan juga estimasi waktu pensiun atau masa asuransi. Sederhananya, perhitungan ini mengestimasikan dana yang bisa kamu dapatkan dalam kurun waktu tertentu sehingga disebut dengan nilai hidup atau human life of value.

Ketika menghitung UP dengan metode ini, kamu juga bisa memperhitungkan estimasi kenaikan gaji atau keuntungan apabila uang tersebut disimpan di instrumen investasi tertentu. 

Contoh konkretnya, ORI019 adalah obligasi ritel Indonesia (0RI) yang digunakan sebagai patokan untuk pengembalian investasi. Tingkat pengembalian tersebut sebesar 5,57% per tahun.

Untuk menghitung jumlah uang pertanggungan yang dibutuhkan, kita dapat mengambil contoh sejumlah Rp10 juta per bulan selama satu tahun, yang kemudian dihitung dengan tingkat pengembalian 5,57%. Atau jika dirumuskan untuk menghitung uang pertanggungan adalah sebagai berikut:

Uang Pertanggungan = (Rp 10 juta x 12 bulan) / 5,57% = Rp 2,15 miliar.

2. Metode income replacement based value

Metode income based value adalah metode perhitungan uang pertanggungan asuransi jiwa berdasarkan pendapatan. Cara perhitungan ini cukup sederhana karena hanya membutuhkan data pendapatan saat ini yang disetahunkan kemudian dikalikan dengan jangka waktu yang akan dibutuhkan untuk menopang ahli waris. Jadi, pada metode income based value ini yang diperhitungkan adalah estimasi berapa tahun UP ini diharapkan cukup untuk menanggung biaya hidup ahli waris.

Katakanlah Hilman (35 tahun) memiliki pendapatan bulanan sebesar Rp10 juta per bulan dan Ia berencana untuk pensiun pada usia 60 tahun. Maka nilai hidup manusia menggunakan metode income based untuk Pak Hilman adalah sebagai berikut:
Pendapatan Tahunan Anda * Tahun yang Tersisa hingga Pensiun

NHM = 10.000.000 * 25
NHM = Rp250.000.000

Menggunakan Metode Penggantian Pendapatan, NHM Pak Hilman adalah Rp250.000.000. Namun, perlu kamu ketahui bahwa perhitungan ini tidak memasukkan unsur kenaikan pendapatan dan inflasi setiap tahunnya, ya.

3. Metode financial needs based value

Metode financial needs based value adalah suatu pendekatan dalam perencanaan asuransi yang digunakan untuk menentukan besaran pertanggungan yang tepat berdasarkan kebutuhan finansial individu.

Cara menghitung uang pertanggungan minimalnya adalah dengan mengetahui besarnya uang kebutuhan tertentu saat ini kemudian dikalikan dengan 150%. Sementara jumlah maksimalnya adalah sama dengan uang di masa mendatang yang kemudian dikalikan dengan 80%.

Dalam hal ini, kita akan mengikuti perjalanan Radit, seorang ayah yang memiliki satu anak dan memiliki rencana untuk mempersiapkan dana pendidikan anaknya di universitas. Biaya pendidikan di universitas saat ini adalah Rp400 juta yang mana 10 tahun lagi akan menjadi sekitar Rp600 juta.

Mari kita lihat bagaimana Metode Nilai Berdasarkan Kebutuhan Keuangan akan diterapkan dalam situasi Radit.

Batas Minimum Pertanggungan (150% dari Biaya Saat Ini):
Rp 400 juta x 150% = Rp600 juta

Batas Maksimum Pertanggungan (80% dari Biaya di Masa Depan):
Rp 600 juta x 80% = Rp480 juta

Jadi, dalam hal ini, Radit selaku nasabah asuransi perlu mempertimbangkan pertanggungan antara Rp480 juta hingga Rp600 juta, tergantung pada tingkat perlindungan yang Ia inginkan dan kesiapan untuk mengatasi kenaikan biaya pendidikan di masa depan.

4. Needs analysis approach

Salah satu metode lainnya yang bisa digunakan untuk menghitung uang pertanggungan asuransi jiwa adalah melalui pendekatan Needs Analysis Approach.  Pendekatan perhitungan ini lebih lebih kompleks daripada metode lainnya karena fokus pada pemenuhan kebutuhan tertanggung atau ahli waris juga nilai asuransi jiwa yang sudah dimiliki oleh tertanggung.

Dalam menentukan kebutuhan uang pertanggungan (UP) dalam asuransi jiwa, pendekatan analisis kebutuhan (needs analysis approach) dapat menjadi salah satu metode yang efektif. Pendekatan ini melibatkan evaluasi yang holistik terhadap kebutuhan finansial individu atau keluarga yang diasuransikan.

Misalnya, Pak Budi memiliki istri dan seorang orang anak yang masing-masing orang kebutuhannya sekitar Rp3 juta per bulan. Untuk kebutuhan dana pendidikan anaknya, diperkirakan sekitar Rp1 miliar hingga jenjang S1. Pak Budi ternyata sudah memiliki asuransi jiwa senilai Rp400 juta dan aset sekitar Rp300 juta.

Dengan menggunakan variable yang sudah disebutkan di atas, maka pendekatan cara hitung uang pertanggungan asuransi adalah dengan menjumlahkan seluruh kebutuhan isteri dan anak hingga mandiri, termasuk dana pendidikan. Hasilnya dikurangi dengan uang pertanggungan yang sudah dimiliki dan aset yang ada saat ini.  Jadi, dalam pendekatan ini, berbagai faktor dan variabel diperhitungkan untuk menentukan UP yang sesuai, sehingga mampu memberikan perlindungan yang memadai dalam berbagai situasi.

Pertimbangan Menentukan Uang Pertanggungan Asuransi

Saat kamu harus menentukan nilai uang pertanggungan dalam asuransi jiwa, ada beberapa pertimbangan penting yang perlu kamu perhatikan agar asuransi tersebut benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhanmu. Oleh karena itu, pertimbangkan hal-hal berikut:

1.Nilai ekonomis

Pertimbangan pertama yang sebaiknya kamu lakukan adalah nilai ekonomis. Nilai ekonomis ini mencerminkan kemampuan ekonomi kamu. 

Untuk menilai kemampuan ekonomi kamu dan keluarga, lakukan perhitungan terhadap pendapatan bersih bulanan kamu serta total pengeluaran keluarga. Pendapatan bersih adalah jumlah pendapatan kamu setelah dikurangi potongan untuk tunjangan, pajak, dan lain sebagainya.

2. Menentukan ahli waris

Biasanya, ahli waris adalah pihak yang akan menerima Uang Pertanggungan (UP) jika tertanggung atau pemilik asuransi jiwa mengalami kerugian, seperti cacat total atau meninggal dunia. Namun, kamu juga perlu mempertimbangkan beban tanggungan yang akan dibiarkan kepada ahli warismu. Apakah ahli waris yang kamu pilih juga akan bertanggung jawab atas biaya hidup anggota keluarga lainnya, seperti istri, anak, adik, orang tua, dan sebagainya.

3.Keterkaitan dengan pihak lain

Dalam beberapa jenis asuransi, hubungan atau keterkaitan dengan pihak lain juga akan memengaruhi besaran Uang Pertanggungan (UP) yang akan diberikan. Sebagai contoh, jika tertanggung memiliki utang piutang dengan pihak lain, maka ini akan menjadi faktor yang mempengaruhi jumlah UP yang diberikan.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, kamu dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam menentukan nilai uang pertanggungan dalam asuransi jiwa yang sesuai dengan situasi dan kebutuhanmu.

Berapa Nilai Uang Pertanggungan Asuransi yang Ideal?

Berbeda perusahaan, berbeda pula besaran uang pertanggungan yang akan akan diberikan. Ada yang besarnya puluhan juta atau bahkan mencapai miliaran rupiah. Jadi, kamu bisa memilih besaran uang pertanggungan asuransi tersebut sesuai dengan kebutuhan kamu. 

Misalnya, kamu sekarang membutuhkan uang pertanggungan sebesar Rp200 juta, maka nilai tersebut bisa berubah di beberapa tahun mendatang. Hal ini disebabkan, setiap tahun biaya hidup mengalami kenaikan akibat adanya inflasi. Umumnya, inflasi di Indonesia 6-7 persen setiap tahun.

Nilai uang pertanggungan asuransi Rp200 juta saja, dalam dua tahun saja nilai riilnya atau daya belinya turun menjadi Rp178 juta karena harga barang yang naik.  Untuk itu, idealnya uang pertanggungan asuransi bisa dihitung berdasarkan pengeluaran bulanan dan mempertimbangkan inflasi.

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa besaran UP yang dipilih akan menentukan premi asuransi yang harus dibayarkan setiap bulannya.  Semakin besar uang pertanggungannya, makan akan semakin tinggi juga harga preminya. 

Karakteristik Uang Pertanggungan yang Bermanfaat

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kalau kamu salah menentukan uang pertanggungan asuransi jiwa, maka manfaatnya tidak bisa dirasakan dengan maksimal.  Setidaknya ada 4 karakteristik yang menggambarkan UP yang bermanfaat, yaitu:

1. Liabilities 

Uang yang didapatkan dapat digunakan untuk membayar utang sehingga tertanggung tidak mewarisi utang kepada ahli waris (pasangan atau anak).

2. Income

Uang yang didapatkan juga perlu dipersiapkan untuk pemasukan atau biaya kehidupan pasangan di kemudian hari.

3. Final expenses

Uang pertanggungan asuransi jiwa juga harus dapat membiayai pengeluaran-pengeluaran akhir, misal melunasi rumah sakit, biaya penguburan atau kremasi, membayar rumah duka, dan lain sebagainya.

4. Education fund or estate

Terakhir, dalam menentukan jumlah pertanggungan asuransi jiwa, perlu mempertimbangkan biaya pendidikan anak (paling tidak sampai anak selesai kuliah S1).

Jadi selalu pastikan untuk memilih produk-produk asuransi jiwa yang tepat dengan disertai UP yang didasari dengan keempat faktor keamanan di atas agar keuangan keluarga dan ahli waris terjamin.

Jenis-Jenis Asuransi yang Memberikan Uang Pertanggungan

Ada beberapa jenis asuransi yang memberikan uang pertanggungan yakni sebagai berikut.

1. Asuransi Jiwa

Salah satu jenis asuransi yang memberikan uang pertanggungan adalah asuransi jiwa dan memang inilah tujuan utama dari memiliki asuransi jiwa. Jenis asuransi yang satu ini dirancang supaya dapat melindungi keluarga tertanggung dari risiko kehilangan pendapatan akibat meninggal dunia maupun cacat tetap.

Ketika kamu memiliki asuransi jiwa, pihak asuransi akan memberikan uang pertanggungan kepada keluarga atau ahli warismu dalam bentuk tunai atau sejumlah uang tertentu yang telah disepakati di awal. Uang pertanggungan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan finansial seperti biaya hidup, pendidikan anak, atau pembayaran hutang tertanggung.

2. Asuransi Kecelakaan

Selain asuransi jiwa, terdapat juga asuransi kecelakaan yang memberikan uang pertanggungan. Asuransi kecelakaan ini memberikan perlindungan finansial jika kamu mengalami kecelakaan yang menyebabkan cidera atau cacat tetap. Jadi, uang pertanggungan hanya akan bisa didapatkan oleh ahli waris bila tertanggung meninggal karena kecelakaan dan bukan sebab-sebab lainnya.

3. Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis juga merupakan jenis asuransi yang memberikan uang pertanggungan. Asuransi ini memberikan perlindungan finansial jika kamu didiagnosis menderita penyakit kritis seperti kanker, serangan jantung, stroke, atau penyakit serius lainnya. Uang pertanggungan dari asuransi penyakit kritis dapat digunakan untuk biaya perawatan medis, pengobatan, atau bahkan penggantian pendapatan selama masa pemulihan.

Apakah Uang Pertanggungan Asuransi Kena Pajak?

Perlu dipahami bahwa santunan yang didapatkan dari asuransi tidak termasuk sebagai objek Pajak Penghasilan (PPh 21). Sementara, objek pajak diwajibkan untuk membayar pajak PPh. Karena tidak termasuk objek PPh, maka uang pertanggungan asuransi tidak dikenakan Pajak Penghasilan (PPh), khususnya jika UP didapatkan dari asuransi jiwa murni, bukan asuransi jiwa unit link.

Meski begitu, ketika melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak, kamu tetap perlu menyebutkan adanya UP yang didapat dari asuransi. UP tersebut hanya akan dilaporkan saja, tapi tidak ikut dikenakan pajak. 

Tips dari Lifepal! Ada banyak sekali jenis asuransi jiwa yang tersedia di Indonesia dengan jumlah uang pertanggungan yang beragam. Sebelum menentukan produk mana yang dipilih, pastikan kamu sudah memperhitungkan dengan baik besaran UP yang kemungkinan nanti dibutuhkan keluarga untuk menunjang kehidupan sehari-hari hingga dapat mandiri secara finansial.

Apabila kamu memiliki utang lain seperti KPR atau kredit lainnya, sebaiknya pastikan untuk membeli asuransi jiwa kredit sehingga UP dalam asuransi jiwa ini bisa difokuskan untuk kebutuhan ahli waris.

Lalu, jangan samakan juga asuransi dengan tabungan. Meskipun sudah memiliki asuransi, tabungan untuk masa depan tetap diperlukan. Pasalnya, manfaatnya asuransi hanya akan didapatkan apabila terjadi risiko.

Pertanyaan Seputar Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa

Uang asuransi kematian atau uang pertanggungan asuransi jiwa bergantung pada kesepakatan antara tertanggung dan penanggung. Pemegang polis dapat menentukan besaran uang santunan asuransi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Kisarannya bisa jutaan hingga miliaran rupiah.
Uang pertanggungan atau UP asuransi adalah sejumlah uang yang diberikan kepada tertanggung dari penanggung (perusahaan asuransi) apabila terjadi risiko seperti yang ada di dalam polis.
Nilai uang pertanggungan asuransi jiwa yang ideal akan berbeda untuk setiap orang dan setiap keluarga, karena kondisi keuangan dan kebutuhan pengeluaran per bulan setiap orang dan setiap keluarga berbeda-beda. Nilai uang pertanggungan yang ideal juga harus dibandingkan dengan premi yang dibayarkan setiap bulannya.
Perhitungan premi asuransi jiwa didasarkan beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, jenis polis, dan besaran uang pertanggungan. Selain itu, jangka waktu asuransi dan metode jangka waktu pembayaran premi juga akan berpengaruh pada besaran preminya. Besaran premi asuransi jiwa mulai dari pulihan ribu hingga jutaan rupiah.
Besaran biaya asuransi jiwa atau preminya berbeda-beda, bergantung besaran manfaat dan profil nasabah. Selain itu, dalam premi asuransi, tidak semua dananya dialokasikan untuk asuransi, tapi juga ada biaya akuisisi, biaya administrasi, dan biaya lainnya. Pada asuransi unit link, ada juga biaya investasi, biaya pengelolaan investasi, biaya pengalihan dana investasi, dan masih banyak lagi.

Ditulis oleh

Verawaty Ompusunggu
Verawaty Ompusunggu

Terakhir diperbarui:

25 Juli 2025

Bagikan

Tags:

tips asuransi jiwa

Artikel Terkait Lainnya

Ketentuan Umum Polis Asuransi Jiwa Tradisional dan Pengecualiannya

Asuransi
6 Menit

Cara Daftar Asuransi Jiwa: Syarat, Dokumen, dan Prosesnya

Asuransi
5 Menit

Cara Klaim Asuransi Jiwa: Syarat dan Dokumennya

Asuransi
7 Menit

Mengenal Jenis-Jenis Asuransi Syariah dan Contohnya 

Asuransi
3 Menit

Asuransi Jiwa Unit Link, Manfaat, Risiko, dan Cara Memilihnya

Asuransi
4 Menit

Apa Itu SPAJ Asuransi? Ini Manfaat, dan Cara Mengisinya

Asuransi
7 Menit

Daftar Perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia yang Terdaftar di OJK

Asuransi
3 Menit

Asuransi Mobil

  • Asuransi Mobil Terbaik
  • Asuransi Mobil All Risk
  • Asuransi Mobil TLO
  • Asuransi Mobil Syariah
  • Asuransi Mobil Bekas
  • Asuransi Mobil Pihak Ketiga
  • Asuransi Mobil Listrik

Asuransi Kesehatan

  • Asuransi Kesehatan Terbaik
  • Asuransi Kesehatan Orangtua
  • Asuransi Kesehatan Keluarga
  • Asuransi Kesehatan Anak
  • Asuransi Rawat Jalan
  • Asuransi Melahirkan
  • Asuransi Gigi
  • Hospital Cash Plan
  • Asuransi Karyawan

Asuransi Berdasarkan Merk Kendaraanmu

  • Asuransi Mobil Toyota
  • Asuransi Mobil Honda
  • Asuransi Mobil Suzuki
  • Asuransi Mobil Nissan
  • Asuransi Mobil Mazda
  • Asuransi Mobil Wuling
  • Asuransi Mobil Daihatsu
  • Asuransi Mobil Mitsubishi
  • Asuransi Mobil Mercedes Benz
  • Asuransi Mobil Datsun
  • Asuransi Mobil Kia
  • Asuransi Mobil Chevrolet
  • Asuransi Mobil BMW
Lifepal

PT Abisatya Pialang Asuransi

Marketplace Asuransi Terbaik di Indonesia

Beneran Pilihannya, Beneran Hematnya.

Alamat

CIBIS 9 17th Floor jl TB Simatupang No.2 Cilandak Timur, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12560

Google Maps

Layanan Customer Support

WA (Chat only)

0823 300 300 27

Email

Support@lifepal.co.id

Penawaran dan
Pembelian

021 3076 2306

Perpanjangan Polis

021 3076 2308

Waktu Operasional

Senin - Jumat
08:00 - 18:00 WIB
Sabtu
08:00 - 17:00 WIB
Minggu dan Hari Libur Nasional
Tutup

Customer Service

021 3076 2309

Waktu Operasional

Senin - Jumat
08:00 - 18:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional
Tutup

Social Media

FacebookInstagramYoutubeTiktokLinkedin

Layanan Pengaduan Konsumen

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

0853 1111 101

Metode Pembayaran & Program Cicilan 0%

Berizin dan diawasi OJK

OJK
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi

Copyright © 2024 Lifepal -- Dikelola oleh PT Abisatya Pialang Asuransi, pialang asuransi berizin dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-018/KMK.17/1992 dan anggota APPARINDO 060-2001/APPARINDO/2024. Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru namun dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan / institusi keuangan. Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial Anda.

Daftar Isi
  1. Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa
  2. Pertimbangan Menentukan Uang Pertanggungan Asuransi
  3. Berapa Nilai Uang Pertanggungan Asuransi yang Ideal?
  4. Karakteristik Uang Pertanggungan yang Bermanfaat
  5. Jenis-Jenis Asuransi yang Memberikan Uang Pertanggungan
  6. Apakah Uang Pertanggungan Asuransi Kena Pajak?
  7. Pertanyaan Seputar Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa
Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa: Pengertian dan Cara Hitung
Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa: Pengertian dan Cara Hitung
Promo asuransi kesehatan terbaik dengan premi murah dan limit tahunan tinggi. Lindungi juga orang tercintamu dengan asuransi kesehatan keluarga yang cover 5 orang sekaligus!
Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa: Pengertian dan Cara Hitung