Definisi Grace Period dan Contoh Kasusnya dalam Asuransi

grace period

Grace period adalah masa tenggang atau jangka waktu setelah berakhirnya masa jatuh tempo suatu pembayaran. Istilah ini sering dipakai dalam produk asuransi dan kredit. Apa sih maksudnya? Simak ulasannya berikut ini!

Apa Itu Grace Period?

Grace period atau masa tenggang adalah jangka waktu setelah berakhirnya masa jatuh tempo pembayaran premi asuransi. Dalam masa ini, pembayaran premi masih bisa dipenuhi tanpa dikenakan denda. Di sepanjang masa tenggang, polis masih berlaku atau aktif (inforce).

Lamanya grace period biasanya berbeda-beda pada setiap perusahaan asuransi, tetapi masa tenggang pada umumnya berkisar antara 14-90 hari dari tanggal jatuh tempo polis asuransi.

[acccordion title=”Kenapa Perlu Masa Tenggang?” content=”

Fitur ini diberikan perusahaan asuransi untuk berjaga-jaga jika:

  • Nasabah lupa membayar premi tepat waktu.
  • Tagihan telat sampai karena masalah pengiriman surat.
  • Pembayaran terhambat karena masalah bank.
  • Nasabah belum sanggup membayar premi pada waktu jatuh tempo.”]

Mekanisme Grace Period

Grace period memungkinkan nasabah mendapatkan waktu tambahan untuk membayar premi. Umumnya, pertanggungan asuransi akan terus berjalan selama masa tersebut. Jika grace period habis dan premi belum juga dibayar, barulah pertanggungan berhenti (policy lapse). 

Artinya, kita masih bisa mengajukan klaim selama masa tenggang, meskipun belum bayar premi. Namun, jika melewati masa tenggang, klaim tidak bakal diterima.

Nah, nasabah tidak bakal terkena denda jika membayar premi pada masa tenggang. Namun, ada beberapa perusahaan yang menawarkan masa tenggang tambahan dengan biaya keterlambatan.

Durasi masa tenggang yang kita dapatkan berbeda-beda, tergantung ketentuan dari masing-masing polis. Pasalnya, memang tidak ada standar ketetapan grace period bagi perusahaan asuransi.

Jika kamu merasa tidak sanggup membayar premi sesuai dengan waktu yang ditentukan, segera hubungi pihak asuransi. Mereka bakal mempertimbangkan skema keringanan pembayaran premi.

Contoh Grace Period dalam Polis Asuransi

Jenis Asuransi Polis Asuransi Grace Period
Kesehatan ALLIANZ – SmartHealth Maxi Violet 30 hari
Kesehatan AXA – SmartCare Executive 14 hari
Kesehatan Sinarmas – Simas Sehat Gold 45 hari
Kesehatan FWD Life Syariah – Asuransi Bebas Handal 30 hari
Jiwa BCA LIFE Protection Guard 90 hari
Jiwa Chubb Life – Asuransi Extra Cash Back Protection 90 hari
Jiwa Cigna – Cigna Family Eazilife 31 hari
HCP BRI Life – Simply HealthCare 14 hari
Kendaraan MAG – Simas Mobil Comprehensive 14 hari
Kendaraan MAGI – Mobil Basic Comprehensive 14 hari
Kecelakaan Sinarmas – Kecelakaan Diri 60 hari

Contoh Kasus Grace Period

Misalnya, Ibu Alamanda sebagai nasabah memiliki polis asuransi kesehatan dengan premi bulanan sebesar Rp500 ribu di perusahaan Asuransi Aman. Sesuai ketentuan perusahaan Asuransi Aman, masa tenggang pembayaran premi asuransi adalah satu bulan atau 30 hari setelah tanggal jatuh tempo.

Suatu ketika, Ibu Alamanda mengalami musibah yang menyebabkannya tidak bisa membayar premi bulanan tepat pada waktunya. Sesuai ketentuan, yaitu hingga sebulan setelah periode pembayaran, polis Ibu Alamanda masih tetap aktif.

Artinya jika Ibu Alamanda ingin memanfaatkan perlindungan premi dalam waktu sebulan meski preminya belum dibayar, perlindungannya masih efektif dan klaim dapat diproses. Namun selepas 30 hari dari tanggal jatuh tempo, maka polis asuransinya menjadi tidak aktif atau disebut lapse. Dengan kata lain jika terjadi musibah, risiko tidak ditanggung oleh asuransi.

Untuk mendapatkan kembali pertanggungan risiko, Ibu Alamanda harus memulihkan polis yang sudah lapse tersebut. Dalam hal ini, memulihkan berarti menghidupkan kembali polis yang sudah mati tanpa perlu proses pendaftaran dari awal kembali. Namun ingat, ada batas waktu dan syarat untuk melakukan pemulihan jika polis sudah lapse yang berbeda-beda sesuai ketentuan perusahaan.

Jika Masa Tenggang Habis, Aktifkan Kembali Polis, atau Beli Polis Baru?

Kebanyakan perusahaan asuransi memberikan opsi kepada nasabah buat mengembalikan polis yang sudah lapse karena masa tenggangnya habis. Tentu saja pilihan ini menarik karena kita tidak perlu mendaftar asuransi dari awal. Namun, bakal ada biaya yang dikenakan, yaitu biaya pengembalian, bunga, penalti, dan biaya tes kesehatan.

Sebelum menentukan pilihan, sebaiknya bandingkan biaya yang dibutuhkan untuk mengembalikan polis lapse dengan biaya untuk mendaftar polis baru. Perlu kita pahami juga bahwa semakin tua usia mendaftar asuransi, semakin tinggi pula preminya.

Tips Menghindari Telat Bayar Premi

Adanya masa tenggang memang membuat kita lebih mudah. Namun, kita harus berhati-hati jika terlalu sering masuk masa ini, karena bisa saja kelupaan untuk membayar dan polis jadi tidak aktif. Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan.

  • Catatlah tanggal pembayaran premi dalam kalender, supaya tidak terlewat saat jatuh tempo.
  • Apabila tanggal jatuh tempo pembayaran premi terlalu jauh dengan tanggal gajian, kita bisa minta agen untuk menggeser tanggalnya.
  • Kalau sering lupa bayar, coba gunakan sistem pembayaran otomatis dari kartu kredit atau debit.
  • Kalau sudah tidak sanggup membayar premi, bicarakan dengan agen untuk mengubah polis ke yang lebih terjangkau.

Grace Period adalah Hak Nasabah Asuransi

Kelonggaran masa tenggang ini merupakan salah satu hak kita sebagai nasabah asuransi. Sebagai nasabah, kita tentu telah dikenakan kewajiban untuk membayar premi berkala yang besarnya telah ditentukan pada awal perjanjian. Dengan membayar premi tersebut, kita akan mendapatkan timbal balik berupa hak penanggungan risiko yang terjadi.

Selain hak grace period, sebagai nasabah kita juga berhak atas cooling-off period. Yakni, apabila kita menemukan ketidaksesuaian data atau penawaran di bagian perjanjian atau ikhtisar di dalam polis asuransi. Maka kita memiliki hak untuk membatalkan polis pada masa tenggang ini, yaitu terhitung 14 hari setelah polis diterima.

Jika kita memutuskan untuk membatalkannya, premi yang telah kita bayarkan dapat dikembalikan dengan dikurangi biaya administrasi yang dibutuhkan. Namun apabila perubahan atau pembatalan kita lakukan setelah cooling-off period berakhir, maka kita harus menerima konsekuensi yang harus ditanggung sesuai dengan kesepakatan pada perjanjian atau ikhtisar polis asuransi.

Perlu diketahui bahwa sebagai nasabah asuransi, kita juga berhak atas beberapa hal berikut ini.

  • Mendapatkan informasi mengenai produk atau layanan yang akurat, jujur, jelas, dan tidak membingungkan.
  • Mendapatkan informasi terbaru yang mudah diakses.
  • Mendapatkan penjelasan bila pengajuan klaim asuransi ditolak.
  • Mendapatkan penjelasan mengenai hak dan kewajiban pemegang polis.
  • Mendapatkan penjelasan tentang biaya-biaya yang mungkin timbul dan perlu dibayarkan.
  • Mendapatkan kesempatan untuk memilih apabila ditawarkan produk dalam bentuk paket produk.

Dengan adanya hak-hak tersebut, jangan lupa akan kewajiban kita sebagai pemilik polis asuransi, salah satunya membayar premi asuransi dengan tepat waktu. Namun apabila memang ada kendala dan terlambat membayarnya, kita bisa memanfaatkan hak grace period. Jangan lupa untuk memastikan agar keterlambatan kita membayar premi tersebut tidak melewati periode yang telah ditentukan.

Jika ingin mengetahui informasi dan istilah-istilah terkait perasuransian, jangan ragu untuk mengonsultasikannya secara gratis di Lifepal. Di sini pula kita bisa mendapatkan ulasan mengenai berbagai produk asuransi dari beragam perusahaan asuransi terbaik di Indonesia.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →