Perlukah Asuransi Kesehatan Swasta jika Sudah Punya BPJS Kesehatan?

manfaat asuransi bpjs dan kesehatan swasta

Perlukah asuransi kesehatan di dalam hidup kita? Untuk menjawabnya, terlebih dahulu kita harus memahami bahwa tiap hari terdapat berbagai risiko yang dihadapi saat beraktivitas, seperti jatuh sakit, kecelakaan, hingga kematian. Untuk itu, penting bagi kita untuk memiliki proteksi, salah satunya dengan polis asuransi kesehatan. Lantas apa itu asuransi?

Dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 246, disebutkan bahwa: 

Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.
 
Asuransi kesehatan sendiri terbagi menjadi dua, yaitu asuransi dari pemerintah dan asuransi swasta. Asuransi yang berasal dari pemerintah dikenal dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dioperasikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Semua penduduk Indonesia diwajibkan untuk memiliki asuransi satu ini. Jadi singkatnya, asuransi adalah salah satu bentuk proteksi yang bisa melindungi kita dari kerugian finansial akibat risiko-risiko kesehatan yang mungkin kita alami selama hidup. Dan kita sebagai tertanggung wajib membayar premi yang besarnya tergantung pada manfaat dan jenis asuransi yang kita pilih.

Sedangkan untuk asuransi dari pihak swasta disediakan oleh perusahaan asuransi non-pemerintah di mana kita sendirilah yang memilih untuk memilikinya. Saat ini ada banyak perusahaan asuransi kesehatan yang menawarkan beragam manfaat. 

Nah pertanyaannya sekarang adalah perlukah asuransi kesehatan swasta lagi jika sudah menjalani kewajiban menjadi peserta asuransi BPJS? Untuk bisa menjawabnya, yuk simak penjelasannya berikut ini.

Manfaat menjadi peserta BPJS Kesehatan

Sejak diluncurkan pada 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan dinilai menghadirkan solusi bagi masyarakat di tengah tingginya biaya kesehatan di Indonesia. Terlebih asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh perusahaan swasta dianggap terlalu mahal bagi sejumlah orang. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan BPJS Kesehatan yang dapat dipertimbangkan. 

Keuntungan yang ditawarkan BPJS Kesehatan

Jika dibandingkan asuransi swasta, sebenarnya premi BPJS Kesehatan tergolong murah karena menerapkan sistem gotong royong alias yang sehat membantu yang sakit.

Berdasarkan Perpres No. 64 tahun 2020, premi BPJS Kesehatan mengalami kenaikan mulai 1 Juli 2020. Sesuai aturan ini, maka tarif iuran berdasarkan kelas BPJS Kesehatan sebagai berikut:

  • Iuran BPJS Kesehatan kelas 1 adalah Rp 150.000.
  • Iuran BPJS Kesehatan kelas 2 adalah Rp 100.000. 
  • Iuran BPJS Kesehatan kelas 3 adalah Rp 42.000. 

Khusus terkait tarif BPJS kelas 3, pihak Pemerintah memberikan subsidi Rp16.500 sehingga sampai Desember 2020, peserta kelas 3 hanya membayar Rp25.500 per bulan. Jadi serasa tidak ada kenaikan ya. Namun pada tahun 2021, subsidi pemerintah dikurangi menjadi Rp7.000 dan menjadikan iuran BPJS kelas 3 2021 adalah Rp35.000.

Sekarang bayar iuran BPJS Kesehatan dapat dilakukan dengan mudah secara online melalui Lifepal. Jadi lebih praktis dan hemat waktu!
 
Manfaat yang diperoleh dari BPJS Kesehatan cukup signifikan, yaitu tagihan pelayanan kesehatan yang sifatnya pengobatan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Sesuai dengan pedoman pelaksanaan JKN, yaitu Permenkes Nomor 28 tahun 2014 yang menyatakan bahwa semua penyakit akan ditanggung kecuali yang disebutkan secara eksplisit tidak termasuk pertanggungan, seperti estetika, infertilitas, alternatif, dan komplementer.

Dengan premi yang terbilang murah tersebut, BPJS juga siap menanggung penyakit yang dikecualikan banyak asuransi swasta pada umumnya, seperti penyakit kanker, penyakit hormonal, penyakit kongenital, hemodialisis, dan penyakit jiwa.

Seluruh peserta BPJS Kesehatan, baik kelas 1, kelas 2, maupun kelas 3, akan mendapatkan pelayanan yang sama dari segi pelayanan medis, seperti fasilitas obat hingga tindakan pembedahan. Perbedaan antarkelas hanya terletak pada sisi pelayanan nonmedis, yaitu pembagian kamar rawat inap. 

Peserta mandiri kelas 1 akan mendapatkan hak untuk menempati rawat inap kelas 1. Begitu juga dengan peserta mandiri kelas 2 dan kelas 3. Dengan kata lain, kamar inap akan menyesuaikan kelas yang dipilih.

Sisi kelemahan dari program BPJS Kesehatan 

Sebagaimana program asuransi sosial BPJS Kesehatan ini adalah milik pemerintah Indonesia, maka cakupan layanan kesehatannya pun terbatas, yaitu hanya melindungi warga Indonesia yang berada di dalam negeri. 

Selain itu, metode berjenjang pengajuan klaim BPJS Kesehatan juga dinilai rumit. Misalnya saat kamu sakit, di luar keadaan darurat, kamu diharuskan memeriksakan diri ke Faskes 1 terlebih dahulu. Faskes 1 ini meliputi puskesmas atau klinik. 

Jika kemampuan Faskes 1 terbatas dalam memberikan layanan pengobatan untuk peserta, dokter akan memberikan rujukan ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut. Rumah sakit rujukan BPJS Kesehatan pun dipilih berdasarkan yang bekerja sama dengan instansi pemerintah ini. 

Belum lagi bila mau berobat menggunakan BPJS Kesehatan harus antre terlebih dahulu sebelum dipanggil giliran. Khusus pasien BPJS Kesehatan yang sudah tergolong mengidap penyakit kritis harus bersiap-siap menunggu jatah penanganan dikarenakan rumah sakit spesialis memiliki kuota harian. Sewajarnya, hal ini dikarenakan hampir seluruh masyarakat Indonesia memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk berobat. 

Sudah jadi peserta BPJS Kesehatan, perlukah asuransi kesehatan swasta?

Jika BPJS Kesehatan merupakan salah satu produk pemerintah yang sifatnya wajib bagi seluruh masyarakat Indonesia, maka asuransi swasta dapat dikatakan bersifat tambahan. Jika pelayanan BPJS Kesehatan dirasa kurang memuaskan, maka masyarakat bisa menambahnya dengan membeli polis di perusahaan asuransi swasta.

Keuntungan memiliki perlindungan dari asuransi kesehatan swasta

Biasanya asuransi kesehatan akan memberikan manfaat berupa rawat inap, rawat jalan, hingga santunan kematian. Kamu dapat membeli asuransi kesehatan individu atau melindungi seluruh keluarga dengan asuransi kesehatan keluarga.

Asuransi kesehatan keluarga adalah produk proteksi yang melindungi hingga lima anggota keluarga dalam satu polis saja. Dengan membeli produk ini, jumlah premi yang harus dibayar bisa lebih terjangkau dengan satu kali pembayaran saja setiap bulan.

Jadi jika pertanyaannya, perlukah asuransi kesehatan dari pihak swasta walau sudah menjadi peserta BPJS? Maka jawabannya tentu saja perlu jika kamu mencari layanan medis yang lebih cepat.

Jika BPJS Kesehatan menerapkan sistem klaim berjenjang, maka asuransi kesehatan swasta tidak perlu demikian. Kamu nggak perlu rujukan dari faskes tingkat pertama seperti BPJS jika ingin berobat karena kamu bisa langsung menuju klinik atau rumah sakit rekanan. Kemudian, bila sakit dan kebetulan sedang berada di luar negeri, kamu juga dapat memanfaatkan asuransi kesehatan yang dimiliki, lho. Kebanyakan asuransi swasta memang bisa menanggung para peserta di luar negeri sekalipun.

Selain beberapa kemudahan itu, beberapa asuransi kesehatan swasta juga memberikan manfaat tambahan (rider) berupa polis asuransi jiwa bagi peserta asuransi kesehatannya. Bahkan, beberapa perusahaan asuransi kesehatan juga memberikan manfaat double claim. Jadi walaupun kamu menggunakan BPJS, perusahaan asuransi tetap akan menanggung biaya klaim.

Namun, saat memilih asuransi jiwa, pastikan uang pertanggungan (UP) yang diberikan polis benar-benar sesuai kebutuhan ya! Ini dapat dilakukan dengan menghitung uang pertanggungan ideal melalui kalkulator UP Lifepal!

Kelemahan asuransi kesehatan swasta

Meski demikian, bukan berarti perusahaan asuransi swasta memberikan keuntungan 100 persen lebih banyak ketimbang BPJS Kesehatan. Sebab nyatanya, ada beberapa kelemahan yang dimiliki asuransi swasta. Salah satunya premi yang perlu dikeluarkan untuk asuransi kesehatan terbilang cukup mahal, bahkan bisa mencapai jutaan per bulan.

Tidak hanya itu, penjaminan yang diberikan perusahaan swasta juga lebih terbatas daripada BPJS Kesehatan. Hanya penyakit-penyakit tertentu yang bisa mendapatkan penjaminan dari perusahaan asuransi swasta sehingga terkadang perusahaan asuransi swasta akan melakukan cek kesehatan terlebih dahulu kepada calon nasabah.

Seleksi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi swasta pun lebih ketat. Berbeda dengan BPJS Kesehatan yang menerima seluruh masyarakat menjadi peserta, baik yang sudah lansia sekalipun, beberapa perusahaan asuransi memasang maksimal rentang usia yang bisa menjadi nasabah.

Pentingnya memiliki perlindungan finansial dengan asuransi kesehatan

Memiliki asuransi kesehatan sebenarnya sebuah pilihan. Kamu bisa saja memilih untuk tidak mendaftarkan diri di perusahaan asuransi mana pun. Namun, perlu diingat bahwa penyakit dan musibah bisa datang sewaktu-waktu. Apalagi biaya pelayanan kesehatan di rumah sakit bukanlah perkara yang murah. 

Maka sangatlah penting menjadikan asuransi sebagai bagian perencanaan keuangan untuk jangka panjang. Baik BPJS Kesehatan maupun asuransi kesehatan swasta memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua tergantung keputusanmu, sudah cukupkah dengan BPJS Kesehatan saja atau masih perlukah asuransi kesehatan swasta juga? Yang penting jangan sampai tidak punya asuransi, ya!

Masih bingung memilih produk asuransi yang tepat untukmu dan keluarga? Yuk, manfaatkan layanan konsultasi gratis dari Lifepal dengan para ahli asuransi melalui Tanya Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →