
Tarif pajak mobil Alphard bervariasi, tergantung pada jenis dan tahun keluarannya. Untuk mobil Alphard terbaru misalnya Alphard 2.5 G AT tahun 2022, tarif pajaknya adalah sekitar Rp18.580.000.
Mengetahui besaran pajak kendaraan sangat penting buat kamu yang hendak membeli mobil baru. Pasalnya, selain biaya servis, besaran pajak juga menjadi biaya tahunan yang perlu kamu keluarkan. Apalagi untuk mobil yang cukup mahal seperti Toyota Alphard.
Toyota Alphard sendiri sejak awal peluncurannya dikenal sebagai mobil dengan fitur canggih dan tampilan yang mewah. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pajak Alphard pada setiap edisinya, kamu bisa membaca ulasan berikut!
Berikut ini daftar pajak mobil Alphard berdasarkan keluaran tahunnya, mulai dari tahun 2003 hingga tahun 2021 dan 2022.
Selain jumlah-jumlah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tersebut, setiap tahunnya juga kamu harus membayar SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Besaran yang harus kamu bayar adalah Rp143.000.
Dengan kata lain, setiap tahunnya kamu harus membayar PKB ditambah SWDKLLJ. Misalnya kamu memiliki mobil Alphard 2.4 tahun 2005. Berarti besaran pajak Alphard 2005 yang harus kamu bayar setiap tahunnya adalah sebesar Rp4.675.000.
Bukan hanya pajak tahunan, pajak mobil Alphard juga diberlakukan setiap lima tahun sekali. Hal ini juga berlaku untuk setiap kendaraan bermotor.
Lalu, berapa besaran pajak lima tahunan mobil Alphard? Ternyata jumlahnya sama dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang harus dibayar setiap tahunnya.
Selain itu, ada beberapa tambahan lain yang harus dibayarkan, seperti SWDKLLJ serta Penerbitan STNK dan TNKB dengan biaya sebesar Rp143.000, Rp200.000, dan Rp100.000.
Sebagai contohnya kamu memiliki Alphard 2.5 G HYBRID 4 WAT tahun 2020 dengan PKB sebesar Rp22.100.000. Jadi, untuk pajak lima tahunan mobil Alphard yang harus kamu bayar adalah sejumlah berikut:
PKB + SWDKLLJ + Penerbitan STNK dan TNKB
22.100.000 + 143.000 + 200.000 + 100.000 = 22.543.000
Jadi, berdasarkan perhitungan tersebut, pajak lima tahunan mobil Alphard 2.5 G HYBRID 4 WAT tahun 2020 yang harus dibayar adalah sebesar Rp.22.543.000.
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pembelian mobil harus dibarengi dengan kemampuan finansial dalam membayar pajaknya. Jadi, kalau kamu telat membayar pajak kendaraan bermotor, kamu juga harus membayar dendanya.
Nah, besaran denda pajaknya sendiri adalah 25 persen dari PKB dan itu berlaku jika kamu telatnya setahun. Jika kamu telatnya dalam hitungan bulan, kamu hanya perlu membaginya dengan jumlah bulannya saja. Berikut perhitungannya:
Namun, perhitungan tersebut hanya besaran dendanya saja. Untuk nominal pajak dan denda yang harus kamu bayarkan adalah PKB + Denda + SWDKLLJ.
Cari tahu selengkapnya tentang cara bayar pajak mobil online supaya proses pembayaran pajakmu menjadi lebih praktis dan pastinya tidak tertunda lagi.
Baca Juga: Pajak Mobil HRV Update Terbaru dan Cara Membayarnya
Tarif pajak kendaraan ditentukan oleh beberapa faktor yang memengaruhi besaran jumlah yang harus kamu bayar setiap tahunnya. Beberapa faktor tersebut yaitu NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor, pajak progresif kendaraan, dan bobot kendaraan. Berikut penjelasannya.
Salah satu faktor yang berpengaruh dalam menentukan tarif pajak kendaraan adalah NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor. NJKB merupakan harga pasar dari kendaraan yang ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan jenis, merek, dan tahun produksi kendaraan.
Tarif pajak kendaraan akan semakin tinggi jika NJKB kendaraanmu juga tinggi. Hal ini dikarenakan tarif pajak dikenakan berdasarkan persentase dari NJKB, sehingga semakin tinggi NJKB, semakin besar pula pajak yang harus kamu bayar.
Selain NJKB, faktor lain yang memengaruhi tarif pajak kendaraan adalah pajak progresif kendaraan. Pajak progresif adalah sistem perhitungan pajak yang berdasarkan atas nilai dan usia kendaraan.
Pada umumnya, semakin tua kendaraanmu, maka tarif pajaknya akan semakin rendah. Namun, untuk kendaraan dengan nilai yang sangat tinggi, ada kemungkinan tarif pajaknya menjadi lebih tinggi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketimpangan dalam pemilikan kendaraan dan memberikan insentif bagi pemilik kendaraan dengan nilai rendah.
Di Indonesia, tarif besaran pajak progresif bisa berbeda tergantung dari wilayahnya. Namun secara umum, kamu bisa menggunakan tarif pajak progresif di Jakarta berikut ini sebagai gambaran.
Faktor terakhir yang mempengaruhi tarif pajak kendaraan adalah bobot kendaraan. Bobot kendaraan berhubungan dengan ukuran dan kapasitas kendaraanmu. Pada umumnya, semakin berat kendaraan, semakin tinggi tarif pajaknya.
Hal ini karena kendaraan yang lebih berat cenderung memberikan beban lebih besar pada infrastruktur jalan raya dan juga membutuhkan energi lebih untuk beroperasi. Dengan memberlakukan tarif pajak yang lebih tinggi bagi kendaraan berat, pemerintah dapat mendorong penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi kerusakan pada jalan raya.
Tips dari Lifepal! Sebelum memutuskan membeli mobil, ada banyak hal yang harus kamu pertimbangkan. Bukan hanya mempertimbangkan spesifikasi dan harganya saja, tetapi juga biaya pajaknya.
Semakin mahal harga mobil serta tahun mobil, maka biaya pajaknya pun semakin mahal. Sebaiknya kamu membeli mobil sesuai dengan budget, ya. Jika biaya pajak mobil Alphard terlalu mahal, kamu bisa membeli mobil lain yang lebih affordable dan kualitasnya bagus.
Asuransi mobil merupakan produk proteksi keuangan yang bermanfaat untuk melindungi pemilik mobil dari risiko kerugian yang mungkin terjadi pada kendaraan. Dalam memiliki asuransi mobil, kamu akan mendapatkan manfaat berupa penggantian biaya perbaikan mobil yang rusak akibat kecelakaan, atau risiko lainnya yang dicakup dalam polis asuransi.
Secara umum, asuransi mobil terbagi menjadi dua jenis yaitu asuransi mobil All Risk yang meng-cover kerusakan total maupun parsial, dan asuransi mobil TLO yang hanya meng-cover risiko total saja.
Lifepal merupakan marketplace asuransi mobil terbaik di Indonesia yang dapat membantu kamu untuk menemukan beragam produk asuransi yang tepat. Di Lifepal, kamu dapat membandingkan sendiri manfaat pertanggungan dan harga premi yang ditawarkan.
Sementara itu, Comprehensive memberikan jaminan untuk kerugian secara keseluruhan, baik itu kerusakan kecil maupun besar, termasuk juga kehilangan kendaraan. Dengan Comprehensive, pemilik kendaraan mendapatkan perlindungan yang lebih luas dan komprehensif terhadap berbagai risiko.
Artikel Terkait Lainnya