Pengertian Asuransi Secara Umum Menurut Para Ahli

Untuk jelaskan pengertian asuransi, Anda bisa jadi sudah cukup mengerti garis besarnya. Akan tetapi, menelisik pengertian secara spesifik juga tidak salah, lho!

Dengan mengerti apa sebenarnya asuransi itu, Anda bisa lebih memahami mengapa Anda butuh instrumen satu ini. Sebab, perlu diakui pula bahwa kebanyakan orang skeptis pada asuransi akibat belum paham betul.

Asuransi sendiri berasal dari kata bahasa Perancis kuno “enseurance” yang berasal dari kata “enseurer”. Yang mana kata tersebut memiliki padanan dalam bahasa Inggris menjadi “ensure”. Kata “ensure” sendiri berarti “memastikan” atau “menjamin” dalam bahasa Inggris.

Dalam perkembangannya, kata “enseurance” kemudian diserap menjadi “ensurance” dalam bahasa Inggris kuno. Barulah sekitar tahun 1800-an, kata tersebut diucapkan menjadi “insurance”. Dalam bahasa Indonesia, kata tersebut diterjemahkan menjadi “asuransi”.

Kita sudah pernah bahas mengenai apa itu asuransi di artikel Lifepal lainnya. Di sana, penjelasan mengenai asuransi dijabarkan dari A to Z. Nah, kali ini mari kita cari tahu lebih lengkap lagi mengenai pengertian asuransi menurut para ahli!

Berikut pengertian asuransi secara umum dan menurut para ahli untuk menambah khazanah Anda:

1. Pengertian Asuransi Secara Umum

Asuransi Adalah Secara Umum

Secara umum, asuransi berarti pertanggungan. Wikipedia dan situs asuransi tepercaya sering menyebutkan bahwa asuransi berarti perjanjian antara dua pihak.

Peserta membayarkan premi asuransi alias iuran. Kemudian, pihak kedua atau perusahaan asuransi mengumpulkan premi dari banyak peserta serta mengelola dana tersebut. Selanjutnya, pihak kedua nanti harus memberi jaminan kepada peserta apabila sesuatu terjadi terhadap apa yang sudah ada di perjanjian.

Dalam hal ini, secara sederhana asuransi dapat diartikan pertanggungan yang diberikan perusahaan kepada peserta yang membayarkan iuran.

2. Menurut Undang-Undang di Indonesia

Hukum Asuransi Menurut Undang-Undang

Undang-Undang di Indonesia juga mengatur definisi asuransi, lho. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 Bab I Pasal 1 Ayat 1 memberi tahu definisi asuransi, sebagai berikut:

Asuransi atau Pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung, karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Secara ringkas, definisi di atas merujuk pada berbagai jenis pertanggungan atau jaminan. Dalam definisi berdasarkan Undang-Undang di Indonesia ini bahkan sudah disebutkan jaminan yang disebabkan berbagai risiko.

Dari definisi ini, kita jadi tahu bahwa ada beragam jenis asuransi. sebut saja asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi mobil, hingga asuransi perjalanan.

3.  Menurut Profesor Mark R. Green, MD

Profesor Mark R. Green, MD lahir pada tanggal 13 Januari 1945. Menurut profesor yang terkenal lewat riset kanker paru-paru ini, berikut penjabaran asuransi:

Asuransi adalah sebuah lembaga ekonomi yang memiliki tujuan untuk mengurangi risiko tertentu.

Caranya dengan mengombinasikan sejumlah obyek dengan jumlah cukup besar yang dikelola oleh asuransi tersebut. Diharapkan kerugian yang terjadi secara menyeluruh dapat diprediksi dalam batas-batas tertentu.

4. Menurut Profesor Mehr dan Cammack

Asuransi Adalah Menurut Profesor Mehr dan Cammack

Definisi asuransi menurut Profesor Mehr dan Cammack menyebutkan asuransi merupakan alat untuk mengurangi risiko finansial.

Caranya adalah dengan pengumpulan unit-unit exposure dalam jumlah yang memadai. Dengan demikian, kerugian individu bisa diprediksi. Lalu, kerugian tersebut akan dipikul secara merata oleh individu yang tergabung.

Prinsip ini hampir sama dengan yang diucapkan oleh Profesor Mark R. Green, MD.

5. Menurut Profesor Wirjono Prodjodikoro, S.H.

Prof. Wirjono Prodjodikoro, S.H., seorang pejabat Mahkamah Agung Indonesia tahun 1952 sampai 1966 juga mengemukakan pengertian asuransi.

Definisi menurut Prof. Wirjono Prodjodikoro, S.H. menyebutkan bahwa asuransi persetujuan antara pihak pemberi jaminan dan yang dijamin. Yang mana pihak yang dijamin akan menerima sejumlah uang sebagai ganti rugi akibat peristiwa yang belum jelas.

6. Pengertian Asuransi Menurut Abbas Salim

Melalui bukunya, Abbas Salim menjelaskan pengertian perasuransian. Asuransi adalah suatu kemauan dalam hal penetapan kerugian kecil atau sedikit yang sudah pasti sebagai ganti kerugian besar yang belum pasti terjadi di masa depan.

Maksud dari pernyataan ini adalah Anda tidak masalah harus merogoh kocek sedikit untuk mengantisipasi risiko yang terjadi di masa mendatang.

Ya! Coba perhatikan premi yang Anda bayarkan. Jumlahnya cukup kecil dibandingkan dengan jaminan yang Anda dapatkan, bukan? Ini karena prinsip substitusi berlaku di asuransi.

Secara sederhana, toh rugi sedikit saja tetapi dapat jaminan lebih besar.

7. Pengertian Asuransi Menurut Subekti

Asuransi Adalah Menurut Subekti

Subekti, Ketua Mahkamah Agung Indonesia periode 1968 sampai 1974 turut menjelaskan definisi asuransi.

Subekti menjelaskan bahwa asuransi adalah bentuk perjanjian yang termasuk dalam perjanjian untung-untungan. Yang mana perjanjian tersebut didasarkan pada kejadian yang belum tentu terjadi di masa depan. Kejadian tersebut terjadi atau tidak akan menentukan untung-rugi salah satu pihak.

Dari sini, Anda bisa dapat kesimpulan bahwa asuransi bisa disamakan seperti “untung-untungan”. Secara tidak langsung, Anda bisa merugi bila tidak ada klaim. Kemudian, pihak perusahaan asuransilah yang akan dapat untung. Begitu sebaliknya.

8. Asuransi Menurut Emmy Pangaribuan

Pakar Hukum Dagang, Emmy Pangaribuan, menjelaskan pengertian asuransi menurut versinya.

Emmy sempat jelaskan pengertian asuransi secara umum, yaitu sebuah perjanjian dimana penanggung menikmati premi sekaligus mengikatkan diri pada tertanggung. Tertanggung nantinya dapat terbebas dari risiko kerugian akibat kehilangan atau ketiadaan keuntungan yang dapat diderita oleh tertanggung karena kejadian yang belum jelas.

Dari definisi ini didapat kesimpulan sederhana bahwa tertanggung menginginkan bebas dari risiko dengan menyetorkan premi pada pihak tertanggung. Sementara itu, pihak tertanggung sebenarnya juga dapat “menikmati” premi tersebut. Dengan catatan, tidak ada klaim.

Cukup lengkap ya penjelasan mengenai pengertian asuransi dari berbagai pendapat ahli dari luar negeri maupun dalam negeri.

Dari berbagai penjelasan di atas, Anda sebenarnya sudah bisa dapat kesimpulan mengenai apa itu asuransi.

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis