Apa Itu Premi Asuransi? Yuk, Baca Penjelasan Lengkapnya di Sini!

premi asuransi

Bagi Anda yang berniat untuk membeli asuransi, tentu ada berbagai macam regulasi yang harus ditaati supaya target finansial tercapai dengan lancar. Sebelum mulai membeli pasti Anda sudah tidak asing mendengar berbagai macam istilah asuransi dari agen perusahaan asuransi, salah satunya adalah premi asuransi.

Secara umum, premi asuransi adalah iuran yang wajib dibayarkan  selama jangka waktu yang sudah disepakati oleh pihak agen asuransi dan calon peserta nasabah. Catatan biaya premi akan ditulis di dalam suatu dokumen yang disebut polis asuransi.

Tidak sedikit orang-orang berpendapat kalau membeli asuransi membutuhkan modal yang besar dan butuh pemasukan yang sangat banyak dulu supaya dapat membayar premi asuransi dengan tenang. Padahal, Anda dapat membayar dengan harga murah. Masa iya?

Akan lebih baik jika Anda tidak terlalu mengikuti pengeluaran orang lain dalam menentukan besar premi asuransi yang harus dibayar karena semua orang memiliki keperluan dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Ada beberapa faktor tertentu yang dapat menentukan mahal dan murah premi asuransi dan dapat berakibat fatal jika tidak mampu membayar pada tenggat waktu yang sudah ditentukan. Inilah faktor-faktor penentu utama dalam pembayaran premi asuransi.

Faktor Utama Penentu Premi Asuransi

Faktor Penentu Premi Asuransi

Besar biaya yang harus dikeluarkan dalam pembayaran premi asuransi ditentukan berdasarkan beberapa faktor tertentu, yaitu:

1. Profesi Nasabah Asuransi

Semakin sulit tingkat profesi yang dikerjakan, jumlah premi yang harus dibayarkan pun akan semakin mahal pula. Salah satu contoh adalah perbandingan pekerjaan calon nasabah asuransi sebagai karyawan swasta di ibukota dengan calon nasabah asuransi sebagai peneliti minyak bumi di tengah laut.

Jika perlu dibandingkan, calon nasabah yang bekerja sebagai peneliti minyak bumi memiliki tingkat resiko sangat tinggi dengan karyawan swasta. Hal tersebut disebabkan karena mereka harus berurusan dengan barang-barang berat dan memiliki resiko yang sangat tinggi. Oleh karena itu, jenis profesi seperti ini membutuhkan biaya premi asuransi yang tidak sedikit.

2. Riwayat Penyakit yang Diderita

Setiap orang memiliki berbagai macam riwayat penyakit yang berbeda, ada yang pernah menderita penyakit ringan maupun sebaliknya. Sebagai calon nasabah, pastikan Anda tahu penyakit apa saja yang sudah diderita supaya pihak asuransi dapat menentukan besar premi yang harus dibayar.

Bagi salah satu orang yang memiliki penyakit turunan, resiko pada jumlah premi asuransi lebih besar daripada yang tidak memiliki riwayat penyakit sama sekali. Hal tersebut disebabkan karena kebutuhan dari calon peserta asuransi untuk melakukan perawatan rutin sesuai saran oleh dokter.

Jika Anda adalah salah satu dari orang yang terdeteksi memiliki riwayat penyakit keturunan, pastikan untuk meminta diskusi dan saran supaya tidak mengalami kerugian terhadap pembayaran.

3. Kebiasaan Hidup Peserta Nasabah

Siapa sangka jika kebiasaan rutin sehari-hari dapat menentukan kesehatan Anda? Kalau tidak hati-hati, bisa jadi dapat menimbulkan penyakit yang tidak Anda sadari. Salah satu kebiasaan yang paling mencolok dalam segi kesehatan adalah merokok.

Di Indonesia, merokok sudah menjadi hal yang sangat momok bagi kesehatan masyarakat baik untuk pria maupun wanita. Kalau tidak dapat membatasi diri, bisa berakibat fatal dan tentunya mengganggu kesehatan secara jasmani.

Kebiasaan merokok pun juga ikut mempengaruhi premi asuransi yang harus dibayarkan oleh calon nasabah asuransi. Mengapa? Seperti yang selalu dijelaskan, merokok memberikan efek buruk berupa penyakit-penyakit yang beresiko menimbulkan kematian seperti hipertensi, jantung, darah tinggi dan sebagainya.

Merokok pun bukan satu-satunya kebiasaan hidup yang mempengaruhi besar kecilnya premi yang harus dibayarkan. Secara tidak langsung, mengonsumsi makanan secara berlebihan juga mengakibatkan biaya premi yang besar. Meskipun demikian, masih sedikit jumlah orang yang menderita jenis penyakit tersebut.

Cara Agar Premi Asuransi Jadi Terjangkau

Premi Asuransi Terjangkau

Seringkali orang-orang yang ditawarkan agen asuransi yang menolak untuk membeli asuransi karena dirasa terlalu mahal di saat harus membeli banyak sekali kebutuhan pokok setiap hari. Apakah Anda salah satunya?

Membeli premi asuransi sama saja dengan berinvestasi terhadap risiko finansial yang akan terjadi pada waktu yang akan datang. Itulah sebabnya Anda harus punya rencana keuangan yang lebih detail supaya pemasukan dan pengeluaran tetap stabil.

Jika sudah yakin untuk membeli asuransi, berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan premi yang harus dibayarkan.

Berapa besar pengeluaranmu?

Jangan sampai Anda harus mengalami tekor ketika membayar premi setiap bulan karena tentu saja Anda memiliki berbagai pengeluaran lainnya yang harus dibayar.

Sebagai contoh, jika memiliki penghasilan sebesar Rp 5 juta bukan berarti Anda harus mengajukan premi asuransi dalam jumlah yang cukup besar seperti Rp 1 juta.

Untuk menentukan besaran premi yang cocok untuk Anda maka coba perhatikan pos-pos pengeluaran Anda. Anda bisa tentukan sekian persen yang masuk akal, misalnya saja, 5 persen sampai 10 persen dari penghasilan Anda.

Jadi, kalau penghasilan Anda Rp 5 juta maka premi asuransi yang masih cocok dengan Anda adalah Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu.

Selain itu, Anda juga harus memerhatikan jenis asuransi yang akan dibeli sebelum mengalami kerugian karena tidak semua jenis asuransi dapat melakukan pengajuan klaim.

Meskipun demikian, Anda juga harus menentukan besar premi asuransi yang wajib dibayarkan dan pada saat mengajukan klaim juga memberikan hasil tabungan yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan pokok jangka panjang.

Kenali Jenis Asuransi yang Akan Dibeli

Perhatikan terlebih dahulu sebelum membeli asuransi karena jenis asuransi sangat banyak, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi syariah, dan setiap jenis asuransi tersebut masih ada banyak pula macamnya.

Bagi Anda masih berada di usia muda, membeli asuransi adalah pilihan yang tepat karena besar premi asuransi yang harus dibayarkan tidak terlalu sedikit jumlahnya. Semakin tua usia Anda, semakin mahal pula premi asuransi yang harus dibayarkan karena resiko penyakit yang akan diderita cenderung lebih rawan.

Setiap jenis asuransi pun juga memiliki fungsi yang sangat berbeda-beda terutama asuransi sangat memperhatikan hasil prospek jangka panjang. Oleh karena itu, Anda perlu hati-hati dalam memilih asuransi karena akan berpengaruh pada premi asuransi yang dibayarkan.

Mencari Perusahaan Asuransi dengan Produk yang Tepat

Setelah kita menemukan jenis asuransi yang tepat untuk kita, lalu apa yang harus kita lakukan?

Di Indonesia, kita dapat menjumpai banyak sekali perusahaan asuransi yang memiliki berbagai macam penawaran asuransi terbaik. Tidak hanya itu, perusahaan tersebut juga punya penawaran pembayaran premi asuransi yang berbeda.

Jika Anda masih ragu, saran dari teman atau keluarga yang memiliki asuransi tentu bisa menjadi solusi terbaik. Setiap orang tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dan berpengaruh terhadap besar premi asuransi yang mereka keluarkan pula.

Sudah membeli asuransi dengan premi yang ramah di kantong, apa selanjutnya? Saat ini pilihan pembayaran premi asuransi semakin banyak mulai dari kartu kredit, debit hingga cash. Jaman modern yang sudah mulai menggunakan sistem cashless sangat membantu Anda dalam melakukan investasi di asuransi.

Kalau Anda tiba-tiba mengalami jatuh sakit dan harus dirawat inap di rumah sakit, pastikan Anda mengajukan klaim untuk membayar biaya-biaya pengobatan dengan jumlah yang sudah ditentukan.

Jadi, sekarang Anda sudah bisa menentukan berapa dana yang cocok untuk Anda setorkan sebagai premi, bukan?

Yang pasti, dengan memahami apa itu premi asuransi dan pengertian premi maka Anda tidak “alergi” lagi bila bicara asuransi. Sebab, premi asuransi tidak selalu mahal tetapi sebenarnya bisa disesuaikan dengan penghasilan Anda.

Tidak ada kata untuk menghindari asuransi deh!