Mengenal Cuti Premi Beserta Manfaat dan Dampaknya

cuti premi

Ada banyak ketentuan dalam dunia asuransi yang perlu kamu pahami sebelum memutuskan untuk membeli produknya. Salah satunya adalah cuti premi.

Istilah ini patut kamu ketahui agar kamu lebih leluasa tetapi tetap berhati-hati dalam memilih tindakan untuk asuransimu.

Cuti dari kewajiban membayar premi adalah salah satu pilihan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan asuransi. Fasilitas ini memungkinkan pemegang polis bisa mengajukan tindakan ini sewaktu-waktu.

Berhenti sementara dari kewajiban membayar premi memang memberikan sejumlah manfaat, terutama dalam menjaga kestabilan finansial. Tetapi jangan lupa, asuransi adalah perjanjian yang harus menguntungkan pemegang polis dan perusahaan asuransi.

Artinya, meskipun memiliki manfaat, cuti dari membayar premi jangan dianggap sebagai tindakan yang semata-mata hanya menguntungkan kita.

Supaya tidak terjebak dalam istilah ini, yuk simak penjelasannya!

Pengertian asuransi unit link

Sebelum mengetahui tentang cuti premi, yuk kita ingat-ingat dulu apa pengertian asuransi unit link. Kenapa ini penting? Karena cuti premi hanya ada pada jenis asuransi unit link.

Asuransi unit link adalah jenis asuransi yang mengombinasikan dua produk keuangan, yaitu asuransi dan produk investasi.

Premi yang dibayarkan masuk ke instrumen investasi yang kemudian menghasilkan nilai polis. Namun, sebelum itu, premi dipotong untuk membayar sejumlah biaya, terutama biaya akuisisi di tahun awal.

Nilai polis, yang merupakan hasil dari investasi, adalah uang yang digunakan untuk membayar biaya asuransi, biaya asuransi tambahan, dan biaya administrasi. Dengan kata lain, proteksi asuransi dibayar dari hasil investasi.

Dari sini terlihat bahwa pemotongan biaya pada asurani unit link dilakukan dengan dua cara. Pertama, premi langsung dipotong untuk membayar biaya akuisisi pada 5 tahun pertama. Kedua, nilai investasi dipotong secara rutin untuk membayar biaya asuransi selama polis berlaku.

Setelah seluruh biaya tersebut dibayar, sisanya adalah nilai tunai yang bisa diambil oleh pemegang polis. Nilai inilah yang bisa dicairkan.

Nah, selama nilai polis cukup untuk membayar biaya-biaya tersebut, proteksi asuransi tetap berjalan. Kalau tidak, maka polis akan berhenti.

Jadi dalam asuransi unit link, nilai polis sangat penting. Oleh karena itu pemegang polis asuransi ini tidak hanya fokus pada proteksi, tetapi juga pada kinerja investasi. Penting bagi pemegang polis untuk memahami instrument yang dipilih agar tidak merugi.

Pengertian cuti premi

Setelah kita tahu tentang cara kerja asuransi unit link, maka kita akan tahu apa definisi dan peran cuti premi.

Mengenal Cuti Premi Beserta Manfaat dan Dampaknya
Mengenal Cuti Premi Beserta Manfaat dan Dampaknya

Cuti premi sendiri artinya kita memutuskan untuk berhenti membayar premi dalam jangka waktu tertentu tetapi kita masih mendapatkan manfaat dari asuransi tersebut. Dengan kata lain, polis masih tetap berlaku.

Manfaat cuti premi

Bagi pemegang polis, cuti ini biasanya diambil ketika ia ingin memulihkan kestabilan keuangannya. Ketika membayar premi mulai mengganggu keuangannya, maka pemegang polis bisa mengajukan opsi untuk sementara berhenti membayarnya.

Bagi perusahaan asuransi, layanan ini bisa dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk promosi penjualan.

Pernah dengar perusahaan asuransi memasang jargon “bayar premi 10 tahun, dapatkan perlindungan asuransi seumur hidup”? Nah, itulah salah satu bentuk promosi yang memanfaatkan fasilitas cuti membayar premi.

Cuti premi bukan berarti mendapat asuransi gratis

Ada yang berpendapat kalau mengambil cuti dari bayar premi artinya kita bisa mendapatkan fasilitas asuransi secara gratis. Padahal tidak seperti itu, loh!

Ada biaya-biaya asuransi lain yang tetap wajib dibayarkan pemegang polis kepada perusahaan asuransi meskipun sedang berhenti membayar premi. Jika biaya asuransi (cost of insurance) berhenti dibayar, proteksi dan manfaat asuransi otomatis berhenti.

Kamu bisa cek di proposal atau polis asuransi mengenai berapa biaya asuransi yang perlu dibayar setiap bulan. Biaya asuransi juga kemungkinan meningkat seiring bertambahnya usia dan risiko kesehatan.

Lalu kalau tidak membayar premi, darimana pemegang polis asuransi unit link tetap menikmati manfaat proteksi?

Jawabannya adalah dari keuntungan investasi. Ingat di awal tadi, bahwa asuransi unit link bukan hanya untuk membeli proteksi, tapi juga untuk investasi.

Jadi ketika premi berhenti dibayarkan, biaya asuransi akan diambil dari keuntungan investasi. Risikonya jelas, keuntungan yang kita miliki akan berkurang.

Kapan bisa mengambil cuti premi

1.      Kondisi darurat

Cuti premi sebaiknya diajukan hanya dalam kondisi darurat. Misalnya ketika sedang menghadapi kesulitan finansial sehingga tidak mampu membayar premi.

Selain itu, ada juga loh pemilik polis yang berniat cuti premi dari awal membeli unit link. Artinya, dari awal ia memang berniat menggunakan dana investasi yang telah terkumpul untuk membiayai premi di masa depan.

Misalnya, pemegang polis membayar premi secara rutin selama 10 tahun. Kemudian ia mengajukan cuti selama 10 tahun berikutnya. Dengan demikian, pemegang polis ini akan mendapatkan perlindungan asuransi selama 20 tahun apabila nilai investasinya masih mencukupi.

2.      Dana investasi sudah cukup

Karena premi yang dibayarkan juga dikelola untuk investasi, maka pemegang polis bisa berhenti sementara dari kewajiban membayar premi apabila keuntungan investasi yang dimilikinya sudah mencapai level yang cukup.

Mengenal Cuti Premi Beserta Manfaat dan Dampaknya
Mengenal Cuti Premi Beserta Manfaat dan Dampaknya

Namun, keputusan ini perlu perhitungan yang matang. Kalau pasar modal sedang bagus, maka keuntungan investasi bisa berperan sebagai biaya asuransi.

Kalau kinerja pasar sedang loyo dan nilai investasi terus menurun, sebaiknya jangan mengandalkannya untuk membayar biaya asuransi.

3.      Sesuai ketetapan perusahaan asuransi

Cuti premi bisa diajukan sejak awal pengajuan polis. Bisa juga dilakukan di pertengahan kepemilikan asuransi asal tanpa permasalahan tertentu selama lima tahun sejak polis dikeluarkan. 

Lamanya cuti premi

Masing-masing perusahaan asuransi memiliki jangka waktu yang berbeda.

Namun, ada dampak negatif yang muncul apabila pemegang polis mengambil fasilitas ini terlalu lama, terlebih jika keuntungan investasi belum begitu tinggi.

Yakni semakin lama cuti premi dilakukan, semakin tergerus pula hasil investasi pemegang polis.

Cara mengajukan cuti premi

Sebelum mengajukan cuti, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan:

  1. Usia polis sudah di atas 2 (dua) tahun
  2. Pemegang polis telah secara konsisten membayar seluruh premi pada periode dua tahun tersebut dengan tidak menyalahi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan
  3. Polis memiliki nilai polis yang cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi.

Setelah syarat terpenuhi, inilah cara untuk mengajukan cuti dari kewajiban membayar premi:

Pengajuan cuti dari pembayaran premi dapat dilakukan satu bulan sebelum tanggal jatuh tempo premi bulan selanjutnya. Caranya dengan mengajukan permohonan baik lewat agen asuransi ataupun secara online.

Perusahaan asuransi akan memberikan formulir yang harus diisini lengkap, termasuk kapan cuti akan dimulai dan diakhiri.

Tanda tangan dalam formulir hanya boleh dilakukan oleh pemegang polis, tidak diperkenankan untuk diwakilkan.

Dokumen lainnya yang harus disiapkan yaitu KTP atau passport yang masih berlaku. Selanjutnya, tinggal menunggu proses cuti. Kalau persyaratan lengkap, maka pengajuan akan langsung disetujui.

Dampak cuti premi

Cuti premi memang bisa diambil dengan keadaan-keadaan tertentu. Namun ada beberapa dampak yang perlu diperhatikan, yakni:

  1. Jika pemegang polis melakukannya terlalu dini atau di awal, maka uang pertanggungan yang diterima tidak akan maksimal.
  2.     Pertumbuhan nilai polis menjadi lebih lambat atau bahkan bisa menurun jika diikuti oleh return investasi yang rendah. Hal ini karena cuti membuat dana investasi berkurang karena tersedot menalangi pembayaran biaya asuransi yang terus-menerus dibebankan kepada pemegang polis.

Perlu diingat bahwa biaya asuransi meningkat setiap tahun, bukannya menurun. Karena itu, berhenti membayar premi justru akan lebih cepat menggerus nilai polis, terutama jika portfolio investasi sedang buruk.

Mengenal Cuti Premi Beserta Manfaat dan Dampaknya
Mengenal Cuti Premi Beserta Manfaat dan Dampaknya

Hindari polis lapse

Nilai polis yang berkurang terus-menerus dengan adanya pemotongan biaya asuransi bisa menyebabkan habis atau nol. Hal ini menimbulkan risiko yang disebut polis lapse atau polis menjadi tidak aktif.

Polis tidak aktif terjadi karena tidak ada pembayaran biaya asuransi, sehingga seluruh manfaaat asuransi diberhentikan.  Hal ini tentu saja merugikan pemegang polis, bukan?

Sebelum polis lapse terjadi, perusahaan asuransi biasanya akan meminta pemegang polis melakukan top-up (bayar lagi) supaya polis tidak lapse dan manfaat proteksi asuransi tetap efektif.

Namun, top-up ini kerap mengejutkan pemegang polis. Bagaimana tidak, di awal pemegang polis tergiur dengan iming-iming bahwa premi cukup dibayar tahun 10 tahun saja, kemudian di tahun berikutnya tidak usah bayar premi tetapi tetap mendapatkan proteksi.

Sehingga mulai di tahun ke 11, pos pengeluaran untuk bayar premi dialokasikan ke pengeluaran lain.

Kemudian, akibat potongan biaya asuransi yang meningkat dibarengi kinerja investasi yang sedang jelek, datang kewajiban melakukan top – up di tahun 11 supaya polis tidak lapse. Bisa bubar rencana keuangan kita dengan pengeluaran tidak terduga ini.

Untuk itu, jangan sampai fasilitas cuti premi membutakan kita dari prinsip bahwa asuransi bukan produk gratis.

Berikut kerugiannya kalau harus mendaftarkan polis yang baru:

Pertama, harus melewati rangkaian proses underwriting ulang. Di mana ada kemungkinan yang dihadapi seperti permohonan ditolak atau dikenakan premi tambahan. 

Kedua, harus melewati masa tunggu asuransi baru. Dalam masa tunggu ini, kamu belum terlindungi dari risiko.

Ketiga, kehilangan kesempatan mendapatkan pengembangan atas investasinya yang lalu dan harus memulai menabung kembali untuk menambah nilai tunai.

Jangan mudah mengajukan cuti premi

Yang perlu kamu perhatikan saat akan atau telah mengambil cuti premi adalah:

  1. Tetap memonitor sisa nilai tunai yang tersedia. Tujuannya agar polis tetap berlaku dan perlindungan asuransi tetap berjalan.
  2. Sebaiknya segera membayar premi kembali untuk meneruskan manfaat asuransi dan menambah nilai tunai begitu masa cuti selesai
  3. Jangan mudah tergiur mengambil asuransi yang menawarkan masa pembayaran premi singkat karena anggapan murah dan menguntungkan.
  4. Pertimbangkan dan bandingkan dengan jenis asuransi lain yang tidak ada cuti premi, seperti asuransi tradisional atau asuransi murni.

Tawaran cuti dari asuransi unit link memang menggiurkan. Siapa yang tidak tergoda dengan iming-iming tidak usah membayar premi tetapi tetap mendapatkan proteksi?

Namun adakalanya kita lupa bahwa fasilitas asuransi unit link ini hanya bisa bermanfaat kalau diambil pada masa-masa genting saja, seperti misalnya untuk menstabilkan kondisi finansial.

Jika memang diperlukan, ajukan cuti dengan jangka waktu yang terukur untuk menghindari kerugian. Sehingga, beban finansial kamu aman, asuransi pun tetap jalan.

Pertanyaan seputar cuti premi