Apa Sih Asuransi? Ini Penjelasan Sederhana Seluk-beluk Asuransi

apa itu asuransi

apa itu asuransi

Apa itu asuransi pasti sudah tidak asing, bukan? Akan tetapi, pada faktanya masih banyak orang kesulitan mendefinisikan secara jelas apa itu asuransi dan cara kerjanya. Padahal, sebenarnya konsep asuransi sangat simpel!

Sebagai informasi, pengguna asuransi di Indonesia hanya di kisaran angka satu persen saja. Berdasarkan data OJK tahun 2018, jumlah penduduk Indonesia yang punya asuransi hanya 1,7 persen saja. Bila dibuatkan perbandingan, jumlah tersebut setara dengan 12 orang di antara 100 penduduk Indonesia. Angka yang sangat kecil, ya?

Teman Andalan Untuk Kebutuhan Asuransimu

  • Bandingkan lebih dari 100 polis
  • Konsultan terbaik di sisimu
  • Bantuan klaim gratis dan mudah
Rp
+62

Pahami Dulu Apa Itu Asuransi

Bisa jadi salah satu alasan mengapa cukup banyak orang tidak ngeh pada asuransi karena belum begitu paham apa itu asuransi.

Secara umum, asuransi adalah proteksi terhadap risiko finansial. Anda membayarkan sejumlah uang kepada perusahaan asuransi, maka mereka akan membayar sejumlah biaya tertentu bila terjadi risiko tertentu pada Anda.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian disebutkan secara jelas. Asuransi merupakan perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis.

Perusahaan asuransi akan menerima premi (pembayaran) dari pemegang polis. Kemudian, perusahaan akan bertanggung jawab memberi imbalan saat pemegang polis mengalami kerugian finansial tertentu.

Sejarah Asuransi di Dunia dan Indonesia

Sejarah Mengenai Apa Itu Asuransi

Dalam perjalanannya, sejarah asuransi terbilang sudah cukup panjang. Sebab, konsep asuransi sebenarnya telah lama ada namun tidak disebut sebagai “asuransi”. Di zaman purba, konsep asuransi telah diatur oleh Raja Hammurabi yang dikenal sebagai The Code of Hammurabi.

Pada saat itu, konsep asuransi digunakan oleh Kerajaan Babilonia dengan pedagang Tiongkok. Jadi, pedagang Tiongkok harus membayar tambahan dana tertentu yang mana mereka akan dapat imbalan jaminan bila barang-barang dagangan mereka dicuri.

Di abad pertengahan, asuransi mulai diperkenalkan pada tahun 1347. Pada saat itu, asuransi tersebut memberikan perlindungan pada kapal laut.

Di Indonesia, asuransi mulai diperkenalkan oleh pemerintah Belanda saat penjajahan. Perusahaan asuransi pertama di Indonesia hadir di tahun 1859. Perusahaan tersebut adalah Nederlandsch-Indische Levensverzekerings en Lijfrente Maatschappij atau Nillmij.

Cara Kerja dan Istilah dalam Asuransi

Cukup simpel untuk menjelaskan cara kerja asuransi. Dari mana dana perusahaan asuransi sehingga bisa memberikan perlindungan, bahkan dengan nilai melebihi total pembayaran si Nasabah?

Pada dasarnya, asuransi bisa dibilang seperti gotong-royong atau subsidi silang. Sebab, perusahaan asuransi sebenarnya menghimpun dana dari nasabah. Kemudian, dana tersebut diolah sedemikian rupa. Saat salah satu nasabah mengalami kerugian finansial tertentu yang masuk dalam kesepakatan, pihak perusahaan asuransi akan menggelontorkan sebagian dana tersebut.

Secara umum, berikut flow cara kerja asuransi termasuk pula beberapa istilah paling umum dalam proses tersebut.

1. Penanggung dan tertanggung

Istilah paling dasar dalam asuransi adalah penanggung dan tertanggung. Penanggung biasanya adalah perusahaan asuransi, sementara itu, tertanggung adalah pihak yang menggunakan jasa asuransi tersebut. Tertanggung dalam polis adalah orang itu sendiri atau atas nama orang lain.

2. Polis

Kesepakatan kedua belah pihak tersebut, penanggung dan tertanggung, tertuang dalam yang namanya polis. Polis berisi kesepakatan yang dibuat dalam bentuk tertulis baik kertas maupun digital pada masa kini.

3. Premi

Premi sendiri merupakan sejumlah dana yang akan ditarik oleh perusahaan asuransi. Jumlah dana tersebut tergantung kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi dan kondisi Anda.

4. Klaim asuransi

Setelah tertanggung membayarkan sejumlah dana, maka pihak perusahaan akan mengelola dana tersebut. Dana yang terkumpul dari semua nasabah tersebut nantinya akan dikelola sedemikian rupa agar bisa membantu nasabah tertentu.

Bila ada nasabah yang mengalami kerugian finansial tertentu yang tertuang dalam polis, maka mereka bisa mengajukan klaim. Nantinya, perusahaan akan membayarkan jumlah tertentu yang sudah disepakati sejak awal.

5. Uang pertanggungan atau santunan

Nah, sejumlah dana yang akan diterima oleh tertanggung tersebut disebut sebagai uang pertanggungan atau santunan.

Dari istilah-istilah di atas, Anda bisa simpulkan cara kerja asuransi secara simpel. Penanggung (perusahaan asuransi) membuat kesepakatan dengan banyak tertanggung (nasabah) dalam bentuk polis.

Nasabah bayar premi. Bila terjadi musibah finansial tertentu, nasabah mengajukan klaim. Lalu, perusahaan asuransi akan memberikan uang pertanggungan pada nasabah.

Mengapa Perlu Asuransi dan Siapa Saja yang Butuh?

Apa Itu Asuransi dan Mengapa Asuransi Penting

Dalam kehidupan, manusia pasti akan mengalami risiko tertentu. Tidak bisa dihindari. Beberapa penyebabnya adalah perubahan iklim, usia, dan bahkan risiko kejahatan pun mengintai.

Hal-hal tak terduga seperti itu sedikit-banyaknya berefek pada kondisi finansial. Dalam asuransi, yang disebut sebagai risiko memang kerugian yang dapat dinilai dengan uang. Misalnya saja, risiko kehilangan barang berharga, risiko bencana yang menyebabkan properti rusak, cacat fisik, atau meninggal dunia, dan lain-lain.

Asuransi sendiri berfungsi untuk melindungi Anda dari risiko finansial akibat hal-hal tak terduga tersebut. Jadi, Anda tidak rugi-rugi amat bila sesuatu yang buruk dan tidak diinginkan terjadi.

Oleh sebab itu, bila ditanya siapa saja yang butuh asuransi maka jawabannya adalah semua orang. Akan tetapi, asuransi paling diperlukan apabila orang tersebut memiliki tanggungan alias ada orang lain yang bergantung hidup padanya.

Misal, daripada memberikan asuransi jiwa pada anak, justru kepala keluarga lebih perlu. Dengan demikian, apabila kepala keluarga yang mencari nafkah meninggal dunia, anak-anaknya bisa dapat santunan. Dana tersebut bisa mereka gunakan untuk melanjutkan pendidikan misalnya.

Sesuaikan Jenis Asuransi dengan Kebutuhan

Apa Itu Asuransi dan Cara Menyesuaikan Asuransi Sesuai Keperluan

Pada perkembangannya, jenis asuransi semakin banyak. Bila pada awal sejarah, asuransi hanya melindungi barang dagangan. Kemudian, dilanjutkan pula dengan asuransi laut yang melindungi kapal. Kini, asuransi semakin beragam di zaman modern.

Untuk personal, secara garis besar, apa itu asuransi paling dasar terdiri dari: asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi aset seperti properti dan kendaraan, serta asuransi mikro.

Asuransi jiwa biasanya memberi pertanggungan pada tertanggung yang meninggal dunia. Asuransi kesehatan memberikan jaminan perawatan kesehatan. Kemudian, asuransi aset seperti properti atau kendaraan memberikan proteksi terhadap aset. Kemudian, ada pula asuransi mikro yang memberikan perlindungan terhadap risiko yang lebih spesifik.

Dari jenis-jenis asuransi tersebut, Anda bisa pilih sesuai kebutuhan Anda sendiri dan keluarga. Anda tidak perlu memiliki semua jenis asuransi, kok.

Cara memilih asuransi adalah dengan mengidentifikasi risiko yang paling besar mengintai Anda. Kemudian, Anda bisa konsultasikan dengan perencana keuangan atau penyedia asuransi secara langsung.

Kini, mengakses informasi seputar apa itu asuransi makin mudah dengan kehadiran berbagai platform. Salah satunya, Lifepal merupakan platform untuk membeli asuransi sesuai kebutuhan Anda sekaligus sumber informasi akurat seputar asuransi.

Jadi, Anda tak perlu anti terhadap asuransi karena kesimpangsiuran yang terjadi. Belajar asuransi itu tak serumit pandangan umum. Sekarang Anda setidaknya sudah mengerti bagaimana konsep asuransi secara sederhana, bukan?

Dengan informasi yang tepat mengenai apa itu asuransi, semoga tingkat literasi asuransi masyarakat Indonesia makin tinggi. Kemudian, makin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki asuransi. Pasalnya, asuransi sendiri bisa ada karena andil dari masyarakat itu sendiri.

Ingat konsep gotong-royong dan subsidi silang yang telah disebutkan tadi, ya!

Tags:
Helda Sihombing

Berpengalaman di industri FinTech dan jurnalis media finansial selama 5 tahun. Bercita-cita meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia lewat digital.