Reasuransi: Pengertian, Contoh, Jenis, dan Manfaatnya

pengertian reasuransi
Notice: Undefined offset: 1 in /var/www/html/wp-content/plugins/easy-table-of-contents/easy-table-of-contents.php on line 741

Reasuransi adalah asuransinya perusahaan asuransi. Maksudnya, perusahaan asuransi memanfaatkan reasuransi untuk mengalihkan risiko ketidakmampuan finansialnya kepada perusahaan lain (reasuradur). Dengan demikian, beban yang ditanggung perusahaan asuransi dapat diminimalkan. 

Sederhananya, perusahaan asuransi dapat melindungi aset dan keuangannya dari kerugian akibat pembayaran klaim kepada nasabah berkat adanya proteksi finansial dari perusahaan reasuransi.

Semua perusahaan asuransi dapat memanfaatkan reasuransi, tidak terkecuali penyedia jasa asuransi kesehatan, asuransi jiwa, serta terutama asuransi properti yang umumnya memberikan uang pertanggungan yang lebih besar.

Manfaat reasuransi

Ada dua alasan mengapa muncul kebutuhan reasuransi. Pertama, perusahaan asuransi menanggung risiko klaim yang besar sehingga harus mengalihkan sebagian risiko tersebut. Umumnya, hal ini terjadi ketika perusahaan asuransi merasa nilai yang ia tanggung, salah satunya uang pertanggungan, jauh lebih besar daripada premi yang mereka kelola.

Sebagai badan usaha, perusahaan asuransi ingin melindungi kestabilan keuangan dan pendapatannya. Di sinilah peran reasuradur untuk meminimalisasi risiko kerugian tersebut. 

Kedua, setiap perusahaan asuransi pasti memiliki kas cadangan klaim yang harus tersedia, takut-takut nasabahnya bakal mengajukan klaim dalam waktu dekat. Fungsi reasuransi adalah membantu pengelolaan kas tersebut jadi lebih “longgar”, sehingga kuota untuk penerbitan produk asuransi yang baru juga lebih besar.

Jenis-jenis reasuransi

Ada tiga jenis metode reasuransi yang digunakan di Indonesia, yaitu treaty, fakultatif, facultative obligatory, dan pools. Berikut penjelasannya.

Treaty

Dalam metode ini, perusahaan asuransi wajib melimpahkan risiko kepada reasuradur, biasanya dalam periode 12 bulan. Metode ini memiliki dua jenis:

  • Proportional: Perusahaan asuransi bisa mengambil risiko klaim secara proporsional. Misalnya sebuah perusahaan asuransi sepakat membagi 40 persen dari risikonya ke reasuradur. Nah, premi nasabah yang diserahkan ke asuransi bakal dibagi 40 persennya untuk reasuradur dan 60 persen untuk asuransi.

Jika nasabah tersebut mengajukan klaim, ia tetap mendapat uang pertanggungan yang utuh. Namun, pihak yang membayar klaimnya patungan, yaitu 40 persen dari reasuradur dan 60 persen dari asuransi.

  • Non-proportional: Pertanggungan ini memiliki limit. Jadi jika limitnya Rp1 miliar, lalu terjadi klaim Rp1,5 miliar, maka perusahaan asuransi hanya perlu membayar 0,5 miliar saja.

Fakultatif

Dalam metode fakultatif, perusahaan asuransi bisa melimpahkan seluruh atau sebagian risiko kepada reasuradur. Namun, gak ada kewajiban perusahaan asuransi buat melimpahkan risiko itu.

Facultative Obligatory

Perusahaan asuransi bebas menentukan apakah mau mengalihkan risiko atau gak. Kalau ia memutuskan mau mengalihkan, reasuradur wajib menerimanya selama risiko tersebut sesuai perjanjian.

Pools

Bentuk perjanjian antara beberapa perusahaan asuransi untuk menempatkan jenis asuransi tertentu dan secara kumulatif ditempatkan pada reinsurance bersama. Metode ini biasa dipakai pada asuransi berisiko tinggi, misalnya asuransi penerbangan.

Perbedaan asuransi dengan reasuransi

Kendati memiliki konsep serupa, reinsurance memiliki beberapa perbedaan dengan asuransi, di antaranya sebagai berikut.

Hubungan dengan nasabah

Perusahaan reasuradur gak berkomunikasi langsung dengan nasabah asuransi. Perusahaan reinsurance hanya bekerja sama dengan perusahaan asuransi dan gak perlu sepengetahuan nasabah.

Segmen nasabah

Kebanyakan asuransi menyasar segmen retail (business to customer/B2C) dan korporat dengan kompetisi tinggi, makanya selalu aktif beriklan biar branding-nya populer di masyarakat. Sementara itu perusahaan reinsurance gak melakukan hal yang sama karena kliennya adalah perusahaan asuransi (business to business/B2B).

Contoh perusahaan reasuransi di Indonesia

Lantas, apa saja sih contoh perusahaan yang sudah eksis beroperasi? Beberapa nama di bawah ini pernah diulas oleh Lifepal. Yuk, kita kenalan.

PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk.

Marein atau Marein Rei didirikan pada tanggal 4 Juni 1953. Perusahaan ini adalah reasuradur pertama di Indonesia.

Sejak awal berdirinya, Marein menghadirkan tiga jenis produki, yaitu jiwa, umum, dan unit usaha syariah. Unit usaha syariah Marein sendiri sudah mendapatkan izin usaha per tanggal 25 Agustus 2006.

PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)

Perusahaan yang biasa disebut Indonesia Re ini didirikan pada tanggal 30 November 1985. Pada awal berdirinya, perusahaan memiliki nama PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero). Indonesia Re dilahirkan untuk mendorong pengembangan ekspor non migas. Indonesia Re melindungi dua kategori produk, yaitu jiwa dan umum. 

PT Reasuransi Maipark Indonesia

Maipark adalah gabungan dari Maskapai Asuransi Indonesia dan Perusahaan Asuransi Risiko Khusus sehingga terbentuklah Maipark Re pada tahun 2004 yang sahamnya dimiliki oleh 32 perusahaan asuransi umum. Beberapa di antaranya adalah PT Asuransi Multi Artha Guna, PT Tugu Pratama Indonesia, dan PT Asuransi Astra Buana.

Maipark pernah menerima klaim yang cukup besar, yaitu bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2016 di pesisir Sumatera Barat yang menyebabkan kerusakan parah dan klaim yang besar. Pada saat itu, Maipark menjadi salah satu penyedia proteksi bagi asuransi umum yang menerima klaim nasabah yang terkena bencana.

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Nasional Re merupakan perusahaan yang berdiri sejak tahun 1994. Awalnya, perusahaan ini tergabung ke dalam PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) yang berfokus pada asuransi kerugian atau umum. 

Namun, berdasarkan undang-undang, Askrindo gak boleh beroperasi sebagai asuransi dan reinsurance sekaligus. Makanya didirikanlah perusahaan terpisah, yaitu Nasional Re yang berfokus pada jasa reinsurance saja.

PT Tugu Reasuransi Indonesia

Tugure adalah perusahaan yang didirikan pada tanggal 2 April 1987 dengan nama PT Tugu Jasatama Reasuransi Indonesia. Pada awal didirikan, Tugure hanya melayani kebutuhan reinsurance grup Tugu, sebuah grup perusahaan dari Pertamina. Namun, seiring dengan perkembangan industri yang pesat, perusahaan memperluas cakupan pasar untuk melayani sektor-sektor lain. Perusahaan mengubah namanya menjadi Tugure di tahun 1999.

Tugure menghadirkan produk umum dan jiwa, di antaranya Treaty, Non-Marine, Life, dan Marine & Aviation.

PT Reasuransi Syariah Indonesia

ReINDO Syariah mulai beroperasi sejak tanggal 1 Juni 2016 untuk melayani perlindungan asuransi yang dikelola dengan prinsip syariah. Lahirnya perusahaan ini sejalan dengan program pemerintah untuk membendung premi ke luar negeri. Produk yang dilindungi adalah jiwa, umum, dan penjaminan. 

Kesimpulan

Ringkasan Kesimpulan

  • Reasuransi hampir mirip dengan asuransi. Jika asuransi menjamin risiko milik nasabahnya, reinsurance menjamin risiko yang dihadapi penyedia asuransi (klaim dari nasabah).
  • Produk ini dibutuhkan penyedia asuransi agar gak keteteran saat bayar klaim yang besar.
  • Salah satu bentuk kerja sama asuransi dan reasuransi adalah membagi tanggung jawab bayar klaim nasabah dengan porsi tertentu. Premi nasabah juga secara proporsional dibagi ke kas asuransi dan reinsurance.
  • Berdasarkan undang-undang, satu perusahaan gak boleh menjalankan bisnis reinsurance dan asuransi secara sekaligus.

Tanya Jawab

Perusahaan asuransi juga harus mengeluarkan premi untuk pengalihan risiko tersebut. Namun, tentu angkanya berada di bawah besaran premi yang didapat dari nasabah asuransi, sehingga ia bisa mengambil untung.

Dalam menangani keperluan kliennya (penyedia asuransi), beberapa perusahaan reinsurance bisa bergabung untuk mengelola reinsurance yang sama. Mereka lalu membagi peran, ada yang menjadi lead insurer (pihak yang menentukan kontrak dan premi), lalu sisanya menjadi following insurer (mengambil bagian dalam pengelolaan reinsurance).

Ya, ada produk syariahnya. Artinya, perjanjian kerja sama dalam produk tersebut disepakati berdasarkan asas pembagian risiko sesuai dengan aturan syariah. Salah satu perusahaan yang menerbitkan reinsurance syariah adalah PT Reasuransi Syariah Indonesia atau Reindo Syariah

Beberapa contoh reinsurance yang ada di dunia adalah Munich Re, Swiss Re, Hannover Re, Lloyd's of London, PartnerRe, China Reinsurance Group, dan Everest Re.

Diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. Dalam peraturan tersebut, reasuransi didefinisikan sebagai usaha jasa pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi, perusahaan penjaminan, atau perusahaan reinsurance lainnya. Dalam beroperasi, reasuradur hanya boleh menyediakan reinsurance saja.

Perusahaan juga wajib melaporkan kondisi keuangannya kepada publik dengan menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit.

Biaya premi yang dikenakan kepada nasabah dihitung berdasarkan total nilai uang pertanggungan yang ditanggung asuransi dan sistem pembagian risiko.

  • Aset reasuransi adalah nilai hak kontrak yang terdiri dari estimasi penggantian atas klaim yang masih dalam proses penyelesaian, klaim yang terjadi tapi belum dilaporkan, dan porsi reinsurance atas premi yang belum menjadi pendapatan.
  • Ceding company (cedant) adalah nasabah untuk produk reasuransi (perusahaan asuransi).
  • Dana jaminan adalah jaminan terakhir untuk melindungi kepentingan pemegang polis, peserta, dan tertanggung jika penyedia dilikuidasi.
  • Following reinsurer adalah perusahaan reasuradur yang menjadi peserta dalam kontrak perlindungan gabungan.
  • Klaim adalah sejumlah nilai yang menjadi hak nasabah asuransi apabila risiko dalam perjanjian benar-benar terjadi.
  • Lead insurer adalah perusahaan reinsurance yang menentukan kondisi kontrak dan premi dalam kontrak perlindungan gabungan.
  • Pialang (broker) adalah perantara dalam transaksi dan penanganan ganti ruginya. Mereka berperan di pihak perusahaan asuransi. Beberapa contoh pialang reinsurance di Indonesia adalah PT Esa Bina Sejati dan PT Hanofer Indonesia.
  • Premi adalah iuran yang dibayarkan oleh nasabah (asuransi) kepada reasuradur sebagai biaya jasa untuk pengalihan risiko.
  • Reasuradur adalah perusahaan yang menyediakan jasa pengalihan risiko klaim asuransi.
  • Underlying retention adalah jumlah total kewajiban atau risiko yang ditahan oleh perusahaan asuransi dari polis setelah menyerahkan kewajiban kepada perusahaan reasuradur.