Nominal Kecil hingga Besar, Uang Kertas dari Zaman ke Zaman

Jenis-Jenis Uang Berdasarkan Cakupan Wilayah

Uang kertas adalah uang yang diterbitkan secara khusus sebagai alat pembayaran di mana di dalamnya tertera gambar dan cap khusus yang sah. Biasanya uang ini terbuat dari bahan seperti serat kapas yang lebih lentur, namun tidak mudah sobek. 

Berdasarkan perjalanannya, uang kertas sudah ada sejak zaman dahulu kala, tepatnya pada masa kerajaan. Namun, Indonesia sendiri baru mulai memproduksi uang sendiri pada 1945 dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI) kemudian dilanjutkan pada tahun 1952 oleh Bank Indonesia.

Untuk mengetahui lebih jelas, yuk kenali uang kertas Indonesia dari zaman ke zaman.

Daftar Uang Kertas Indonesia

Pengertian Uang dan Jenisnya

Sampai saat ini, uang kertas Indonesia terbagi menjadi tujuh pecahan uang. Setiap pecahan memiliki gambar tokoh, kekayaan alam, ukuran, dan pengamanan yang berbeda-beda. Untuk memudahkan kita memgenail daftar uang yang beredar di Indonesia, selanjutnya mari kita ciri-ciri uang kertas yang beredar saat ini.

1. Uang kertas pecahan Rp1.000

Uang ini memiliki dominasi warna hijau dengan gambar tokoh pahlawan Tjut Mutia pada bagian depan. Sedangkan bagian belakang uang dihiasi dengan gambar tari Tifa, pemandangan alam Banda Neira, dan bunga anggrek larat.

Ciri-ciri lainnya, antara lain:

  • Tahun emisi: 2016
  • Ukuran 141 mm x 65 mm
  • Bahan: Kertas khusus yang terbuat dari serat kapas
  • Ciri-ciri khusus:
    • Terdapat motif tertentu yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar
    • Cetakan terasa kasar ketika diraba
    • Bila diterawang terdapat logo BI dalam bentuk rectoverso dan gambar pahlawan Cut Nyak Meutia pada bagian tanda air.
    • Terdapat bagian yang akan memendar bila terkena sinar UV.

2. Uang kertas pecahan Rp2.000

Uang ini memiliki dominasi warna abu-abu dengan gambar utama tokoh pahlawan Mohammad Hoesni Thamrin pada bagian depan. Sedangkan bagian belakang adalah gambar tari Piring, pemandangan alam Ngarai Sianok, dan bunga jeumpa.

Ciri-ciri lainnya, antara lain:

  • Tahun emisi: 2016
  • Ukuran 141 mm x 65 mm
  • Bahan: Kertas khusus yang terbuat dari serat kapas
  • Ciri-ciri khusus:
    • Terdapat motif tertentu yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar
    • Cetakan terasa kasar ketika diraba
    • Bila diterawang terdapat logo BI dalam bentuk rectoverso dan gambar pahlawan Pangeran Antasari pada bagian tanda air.
    • Terdapat gambar yang tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
    • Ada bagian yang akan memendar bila terkena sinar UV.

3. Uang kertas pecahan Rp5.000

Uang ini memiliki dominasi warna cokelat dengan gambar Dr. K.H. Idham Chalid pada bagian depan. Sedangkan bagian belakang dilengkapi dengan gambar tari Gambyong, pemandangan alam Gunung Bromo, dan bunga sedap malam.

Ciri-ciri lainnya, antara lain:

  • Tahun emisi: 2016
  • Ukuran 143 mm x 65 mm
  • Bahan: Kertas khusus yang terbuat dari serat kapas
  • Ciri-ciri khusus:
    • Terdapat motif tertentu yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar
    • Cetakan terasa kasar ketika diraba
    • Bila diterawang terdapat logo BI dalam bentuk rectoverso dan gambar pahlawan Cut Nyak Meutia pada bagian tanda air.
    • Terdapat gambar yang tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
    • Ada bagian yang akan memendar bila terkena sinar UV.

4. Uang kertas pecahan Rp10 ribu

Uang ini memiliki dominasi warna ungu dengan gambar Frans Kaisiepo pada bagian depan. Sedangkan bagian belakang dilengkapi dengan gambar tari pakarena, pemandangan alam Taman Nasional Wakatobi, dan bunga cempaka hutan kasar.

Ciri-ciri lainnya, antara lain:

  • Tahun emisi: 2016
  • Ukuran 145 mm x 65 mm
  • Bahan: Kertas khusus yang terbuat dari serat kapas
  • Ciri-ciri khusus:
    • Terdapat motif tertentu yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar
    • Cetakan terasa kasar ketika diraba
    • Bila diterawang terdapat logo BI dalam bentuk rectoverso dan gambar pahlawan Sultan Mahmud Badaruddin II pada bagian tanda air.
    • Terdapat gambar yang tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
    • Ada bagian yang akan memendar bila terkena sinar UV.

5. Uang kertas pecahan Rp20 ribu

Uang ini memiliki dominasi warna hijau dengan gambar Dr. G. S. S. J. Ratulangi pada bagian depan. Sedangkan bagian belakang dilengkapi dengan gambar tari Gong, pemandangan alam Derawan, dan bunga anggrek hitam.

Ciri-ciri lainnya, antara lain:

  • Tahun emisi: 2016
  • Ukuran 147 mm x 65 mm
  • Bahan: Kertas khusus yang terbuat dari serat kapas
  • Ciri-ciri khusus:
    • Terdapat motif tertentu yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar
    • Cetakan terasa kasar ketika diraba
    • Bila diterawang terdapat logo BI dalam bentuk rectoverso dan gambar pahlawan Otto Iskandardinata pada bagian tanda air.
    • Terdapat gambar yang tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
    • Ada bagian yang akan memendar bila terkena sinar UV.

5. Uang kertas pecahan Rp50 ribu

Uang ini memiliki dominasi warna biru dengan gambar Ir. H. Djuanda Kartawidjaja pada bagian depan. Sedangkan bagian belakang dilengkapi dengan gambar tari Legong, pemandangan alam Taman Nasional Komodo, dan bunga jepun bali.

Ciri-ciri lainnya, antara lain:

  • Tahun emisi: 2016
  • Ukuran 149 mm x 65 mm
  • Bahan: Kertas khusus yang terbuat dari serat kapas
  • Ciri-ciri khusus:
    • Terdapat motif tertentu yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar
    • Cetakan terasa kasar ketika diraba
    • Bila diterawang terdapat logo BI dalam bentuk rectoverso dan gambar pahlawan I Gusti Ngurah Rai pada bagian tanda air.
    • Terdapat gambar yang tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
    • Ada bagian yang akan memendar bila terkena sinar UV.

6. Uang kertas pecahan Rp100 ribu

Uang ini memiliki dominasi warna merah dengan gambar Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta pada bagian depan. Sedangkan bagian belakang dilengkapi dengan gambar tari Topeng Betawi, pemandangan alam Raja Ampat, dan bunga anggrek bulan.

Ciri-ciri lainnya, antara lain:

  • Tahun emisi: 2016
  • Ukuran 151 mm x 65 mm
  • Bahan: Kertas khusus yang terbuat dari serat kapas
  • Ciri-ciri khusus:
    • Terdapat motif tertentu yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar
    • Cetakan terasa kasar ketika diraba
    • Bila diterawang terdapat logo BI dalam bentuk rectoverso dan gambar pahlawan Wage Rudolf Soepratman pada bagian tanda air.
    • Terdapat gambar yang tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
    • Ada bagian yang akan memendar bila terkena sinar UV.

Jenis-Jenis Uang Kertas Bank Indonesia dari Zaman ke Zaman

uang kertas

Uang kertas yang kita kenal sekarang tentu memiliki berbagai uang pendahulunya. Nyatanya, uang kertas sudah ada sejak zaman kerajaan tepatnya pada tahun 1783. Seiring berjalannya waktu, uang kertas mengalami banyak perubahan sampai kita mengenal uang yang kita pergunakan sekarang.

Bank Indonesia pun baru memulai penerbitan uang sendiri pada tahun 1952 dengan seri kebudayaan, dilanjutkan dengan seri hewan, pekerja, bunga dan unggas, serta pekerja 2. Untuk lebih jelasnya, simak penjabarannya di bawah ini.

1. Seri Kebudayaan

Uang kertas pertama yang diterbitkan oleh Bank Indonesia adalah uang dengan seri kebudayaan, yaitu pada tahun 1952, uang ini terdiri atas Rp5, Rp10, Rp25, Rp50, Rp100, Rp500, dan Rp1.000 dengan tanda tangan Sjafruddin Prawiranegara dan Indra Kasuma.

Pecahan Warna Gambar

Depan

Gambar

Belakang

Tanda

Tangan

Tahun

Pengeluaran

Tahun

Penarikan

Kembali

Rp5 Biru R.A. Kartini Batik Sjafruddin Prawiranegara & Indra Kasuma 1952 1962
Rp10 Cokelat Patung
Rp25 Biru Pohon
Rp50 Hijau Pohon  & Burung
Rp100 Cokelat Pangeran Diponogoro
Rp500 Hijau & Cokelat Relief
Rp1.000 Hijau & Cokelat Patung

2. Seri Hewan

Uang kertas tipe kedua yang diterbitkan oleh Bank Indonesia adalah uang dengan seri hewan, yaitu pada tahun 1957, uang ini terdiri dari Rp5 hingga Rp5.000 dengan tanda tangan  Sjafruddin Prawiranegara dan Sabaroedin. Kecuali pada pecahan Rp2.500 yang ditandatangani oleh Loekman Hakim.

Pecahan Warna Gambar

Depan

Gambar

Belakang

Tanda

Air

Tanda

Tangan

Tahun

Pengeluaran

Tahun

Penarikan

Kembali

Rp5 Hijau Orang Utan Candi Prambanan Pangeran Diponogoro Sjafruddin Prawiranegara & Sabaroedin 1957 1965
Rp10 Cokelat Rusa Jawa Perahu Naga
Rp25 Cokelat Badak Jawa Rumah Adat Tapanuli
Rp50 Merah Buaya Masjid Raya Medan
Rp100 Hijau Tupai Istana Bogor
Rp500 Cokelat Harimau Sumatera Sawah
Rp1.000 Cokelat Gajah Nelayan
Rp2.500 Hijau Komodo Sungai Martapura Loekman Hakim & Sabaroedin
Rp5.000 Merah Banteng Kapal pesiar Sjafruddin Prawiranegara & Sabaroedin

3. Seri Pekerja

Uang kertas tipe ketiga yang diterbitkan adalah uang dengan seri pekerja, yaitu pada tahun 1958  dan dicetak oleh Pertjetakan Kebajoran, uang ini terdiri dari Rp5 hingga Rp5.000 dengan tanda tangan Loekman Hakim dan Sabaroedin.

Pecahan Warna Gambar

Depan

Gambar

Belakang

Tanda

Air

Tanda

Tangan

Tahun

Pengeluaran

Tahun

Penarikan

Kembali

Rp5 Cokelat Pembuat batik Rumah Adat Jawa Tengah Kepala Banteng Loekman Hakim & Sabaroedin 1958 1966
Rp10 Cokelat Pembuat patung Rumah Adat Bali
Rp25 Hijau Pengrajin ulos Rumah Adat Sumatera Utara
Rp50 Cokelat Pemintal benang Rumah Adat Timor
Rp100 Cokelat Penebangan pohon Rumah Adat Kalimantan
Rp500 Cokelat Pembelahan buah kelapa Rumah Adat Minahasa
Rp1.000 Ungu Pengerajin Perak Rumah Adat Sumatera Barat
Rp1.000 Merah Pengerajin Perak Rumah Adat Sumatera Barat Garuda Pancasila
Rp5.000 Hijau Petani Sawah Kepala Banteng
Rp5.000 Merah Petani Sawah Garuda Pancasila

4. Seri Bunga dan Unggas

Uang kertas tipe keempat yang diterbitkan adalah uang dengan seri bunga dan unggas, yaitu pada tahun 1959 dan dicetak oleh Thomas De La Rue (TDLR) Co. Ltd., Inggris, uang ditandatangani oleh Loekman Hakim dan Sabaroedin ini merupakan uang yang paling diminati para kolektor.

Pecahan Warna Gambar

Depan

Gambar

Belakang

Tanda

Air

Tanda

Tangan

Tahun

Pengeluaran

Tahun

Penarikan

Kembali

Rp5 Biru Sedap malam Nectariniidae Garuda Pancasila Loekman Hakim & Sabaroedin 199 1967
Rp10 Merah Hoya Kakatua
Rp25 Hijau Seroja Kuntul besar
Rp50 Cokelat Seroja Elang laut dada putih
Rp100 Cokelat Patma raksasa Rangkong badak
Rp500 Biru Bougenville Ayam hutan hijau
Rp1.000 Cokelat Melati Burung Cenderawasih
Rp2.500 Oranye Bunga Kuau Raja
Rp5.000 Cokelat Bunga pada bagian tengah di antara dua Gapura Bali Tidak

Diketahui

5. Seri Pekerja 2

Uang kertas tipe kelima yang diterbitkan adalah uang dengan seri pekerja 2, yaitu pada tahun 1963.  Uang ini ditandatangani oleh Jusuf Muda Dalam dan Hertatijanto, kecuali pada uang Rp10 yang ditandatangani oleh Soemarno dan Hertatijanto. Gambar pada uang tipe ini pun masih sama seperti pada tahun 1958.

Pecahan Warna Gambar

Depan

Gambar

Belakang

Tanda

Air

Tanda

Tangan

Tahun

Pengeluaran

Tahun

Penarikan

Kembali

Rp10 Abu-abu Pembuat patung Rumah Adat Bali Garuda Pancasila Soemarno dan Hertatijanto 1964 1966
Rp25 Abu-abu Pengrajin Ulos Rumah Adat Sumatera Utara Jusuf Muda Dalam dan Hertatijanto
Rp50 Cokelat  Pemintal Benang Rumah Adat Timor Garuda 
Rp100 Cokelat (versi pertama)

Biru (versi kedua)

Penebang Pohon Rumah Adat Kalimantan
Rp10 ribu Hijau Nelayan Sungai Barito Kepala Banteng

Garuda Pancasila

Rp10 ribu Merah Nelayan Sungai Barito Garuda Pancasila

Meskipun sering mengalami perubahan desain atau gambar, namun fungsi uang kertas sebagai alat pembayaran tidak pernah berubah. Tetapi sadarkah bahwa di balik tiap gambar uang yang tertera pada tiap pecahan uang kertas tersimpan area pariwisata terkenal di Indonesia. Coba sekali-kali perhatikan, deh!

Terakhir pesan dari Lifepal, mari gunakan uang kertas secara bijak dari sekarang sebagai bagian dari cara menghemat dan menjaga cashflow kita tetap sehat, ya.

Selain mencari tahu bagaimana cara membuat perencanaan keuangan yang baik, kita selalu bisa mengunjungi Lifepal untuk menemukan berbagai ulasan bermanfaat terkait produk-produk asuransi yang tepat untuk diri sendiri dan keluarga juga.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →