Cara dan Syarat Daftar BPJS Mandiri secara Online Offline

bpjs mandiri

BPJS mandiri adalah jaminan perlindungan kesehatan yang iuran bulanannya tidak ditanggung pemerintah atau dibayar mandiri.

Seperti dikutip dari laman BPJS Kesehatan, peserta BPJS dibagi menjadi dua kategori, yakni Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan non-PBI. 

Peserta non-PBI harus membayar sendiri iurannya. Sementara peserta PBI ditujukan untuk masyarakat miskin yang iuran bulanannya ditanggung pemerintah.

Adapun perbedaan peserta BPJS PBI dan Non-PBI, yaitu:

  1. Peserta BPJS PBI hanya untuk warga miskin dan kurang mampu menurut data dinas sosial. 
  2. Peserta BPJS PBI hanya berhak atas pelayanan/fasilitas kesehatan kelas 3. Sementara non-PBI dapat memilih pelayanan kelas 1, kelas 2, atau kelas 3.
  3. Peserta BPJS PBI hanya dapat berobat di faskes tingkat 1 puskesmas desa/kelurahan. Sementara peserta BPJS Non-PBI dapat memilih fasilitas kesehatan yang telah ditentukan dan sudah bekerja sama dengan BPJS sesuai domisili.
  4. Iuran bulanan peserta BPJS PBI ditanggung pemerintah sehingga tidak perlu membayar iuran sendiri. Sementara iuran bulanan peserta BPJS non-PBI harus dibayar sendiri atau perusahaan. 
  5. Peserta BPJS PBI dan non-PBI yang mengambil kelas 3 tidak bisa naik kelas ketika dirawat. Sementaran peserta BPJS non-PBI yang mengambil kelas 1 dan 2 bisa naik kelas perawatan apabila kondisi kamar yang menjadi haknya di rumah sakit penuh.

Syarat daftar BPJS mandiri online dan offfline

Cara daftar BPJS mandiri atau perorangan gak seribet yang dibayangkan kok. Kamu cukup mempersiapkan dokumen lalu datang ke kantor BPJS Kesehatan terdekat.

Kamu juga bisa daftar BPJS online sekarang agar lebih praktis dan bisa memaksimalkan manfaatnya. 

Sebagai bahan pertimbangan, kamu bisa membaca ulasan lengkap dan mengajukan pertanyaan tentang asuransi di Lifepal. Atau kamu bisa membeli produk asuransi kesehatan untuk melengkapi manfaat dari BPJS Kesehatan.

Sebab pertanggungan asuransi swasta biasanya jauh lebih lengkap dengan jangkauan rumah sakit sangat luas.

Nah, kalau sudah yakin, ini panduan pendaftaran BPJS mandiri yang bisa kamu ikuti.

Syarat daftar BPJS kesehatan mandiri online dan offline

Sebelum mengetahui cara daftar BPJS mandiri, kamu perlu mempersiapkan dokumen yang bakal diminta nantinya.  Persyaratan dokumen bisa berbeda-beda sesuai dengan jenis pekerjaan kamu. 

Peserta BPJS PBI dibagi lagi menjadi dua: peserta BPJS PBI pusat dan daerah. Peserta BPJS PBI APBN yang dulu pemegang kartu jamkesmas, iuran bulanannya menjadi tanggungan pemerintah pusat. 

Sementara peserta BPJS PBI APBD yang dulu pemegang kartu Jamkesda, iuran bulanannya menjadi tanggungan pemerintah daerah.

Peserta BPJS Non-PBI dibagi lagi menjadi dua kategori, yakni peserta BPJS Mandiri dan peserta BPJS Pekerja Penerima upah (PPU). 

Peserta BPJS Mandiri mencakup golongan bukan pekerja (BP) dan golongan pekerja bukan penerima upah (PBPU). 

Sementara peserta BPJS PPU merupakan golongan pekerja penerima upah, baik yang bekerja di sebuah perusahaan maupun PNS/TNI/Polri.

Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU)

Jika kamu adalah pekerja mandiri yang gak menerima upah dari perusahaan, kamu perlu mendaftarkan BPJS mandiri. 

Kamu bisa sekaligus mendaftarkan keluarga kamu dengan melampirkan dokumen berikut.

  • Formulir Isian Peserta (DIP) yang bisa didapatkan di kantor BPJS maupun secara online di bpjs-kesehatan.go.id.
  • Fotokopi kartu keluarga (KK).
  • Fotokopi KTP dan paspor.
  • Pas foto 3 × 4.
  • Fotokopi buku tabungan anggota keluarga yang tercantum dalam KK.
  • Setelah mendaftarkan, kamu tinggal membayar dengan Virtual Account dan buktinya segera diserahkan ke BPJS melalui kantornya atau website resmi. Nanti kamu bakal mendapatkan kartu JKN.

Peserta Penerima Upah (PPU)

Bagi penerima upah, pihak perusahaan yang perlu mendaftarkan karyawan dan anggota keluarganya. Perwakilan perusahaan bisa datang ke kantor BPJS dengan membawa dokumen:

  • Formulir pendaftaran badan usaha dan badan hukum lainnya.
  • Data migrasi karyawan dan keluarganya sesuai dengan format dari BPJS. 
  • Setelah itu, perusahaan perlu membayar lewat Virtual Account dan kartu JKN bisa dicetak.

Cara daftar BPJS Online 2020

Kamu yang takut dan malas menghadapi antrean panjang di kantor BPJS Kesehatan, daftarkanlah diri secara online

Ada dua cara yang bisa kamu pakai, yaitu pendaftaran lewat aplikasi Android dan lewat website resmi.

Website resmi

Berikut ini cara daftar BPJS Kesehatan online di website.

  • Siapkan Kartu Keluarga, KTP, alamat email, dan nomor handphone yang aktif.
  • Buka halaman BPJS Kesehatan atau daftar.bpjs-kesehatan.go.id untuk mendapatkan Formulir Isian Peserta (FIP).
  • Pilih formulir yang sesuai dengan profilmu dan isi data dengan benar.
  • Simpan dan silakan tunggu email notifikasi. Jika sudah dapat, kamu bakal dapat nomor Virtual Account.
  • Lakukan pembayaran sesuai petunjuk.
  • Begitu selesai bayar, BPJS kamu sudah aktif dan kamu bisa mencetak E-ID Card BPJS sendiri atau di kantor BPJS.
  • Aplikasi Mobile JKN BPJS
  • Ini cara daftar BPJS Kesehatan online lewat aplikasi Android sehingga kamu bisa mendaftar lewat HP.

Unduh aplikasi Mobile JKN BPJS di Play Store.

  • Buka aplikasi tersebut dan pilih menu Pendaftaran Peserta Baru.
  • Masukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP dan nama anggota keluargamu otomatis akan muncul.
  • Isi data-data yang diminta.
  • Isi kolom alamat email, nomor hp, lalu kamu akan mendapatkan nomor Virtual Account untuk melakukan pembayaran.
  • Nomor peserta akan kamu terima. Jika terjadi kendala, silakan hubungi 1500 400.
  • Masuk lagi ke aplikasi Mobile JKN BPJS, lalu melakukan pendaftaran pengguna. 
  • Kamu bakal mendapatkan e-ID dan bisa mencetaknya.

Pengambilan kartu JKN

Pengambilan kartu BPJS dapat dilakukan dengan melengkapi formulir pendaftaran di kantor cabang dan membawa:

  • Fotokopi KTP dan KK (atau akta kelahiran) masing-masing 1 lembar.
  • Pas foto ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar.
  • E-ID yang telah dicetak.
  • Bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Cara daftar BPJS Kesehatan Mandiri langsung 2020

Kamu juga bisa mendaftar secara offline dengan mengunjungi kantor BPJS Kesehatan dan membawa dokumen sebagai berikut:

  • Pas foto ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar.
  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi KK.
  • Fotokopi Buku Nikah.
  • Fotokopi Akta Kelahiran Anak yang menjadi tanggungan.
  • KITAS atau KITAP (khusus WNA).

Prosedur pendaftaran BPJS Kesehatan mandiri secara offline:

  • Melengkapi formulir pendaftaran berupa data diri yang serupa dengan data pada pendaftaran online.
  • Serahkan formulir yang telah dilengkapi untuk di-submit petugas ke dalam sistem.
  • Setelahnya, kamu akan menerima nomor virtual account beserta besaran iuran yang harus dibayar.
  • Lakukan pembayaran iuran melalui bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
  • Cetak kartu BPJS dengan menyerahkan bukti pembayaran ke petugas.
  • Kartu BPJS bisa kamu gunakan setelah 14 hari kerja.

Tips daftar BPJS kesehatan mandiri

Supaya gak rugi, yuk perhatikan beberapa tips yang perlu kamu ketahui dalam mendaftar BPJS.

  • Sebaiknya daftar BPJS di awal bulan.
  • Pembayaran iuran maksimal tanggal 10 setiap bulan.
  • Gak ada denda keterlambatan sejak tanggal 1 Juli 2016. Namun jika dalam waktu 45 hari sejak status keanggotaan aktif, peserta yang mengajukan layanan rawat inap, maka dia bakal dikenakan denda 2,5 persen untuk setiap bulan tertunggak. Jumlah denda tertunggak maksimal 12 bulan dengan denda maksimal Rp30 juta.
  • Gak ada perbedaan pelayanan medis di antara kelas I, II, maupun III dalam kualitas obat dan penanganan medis. Perbedaan tiap kelas hanya ruang inapnya saja.
  • Daftar BPJS Kesehatan Mandiri 
  • Kamu juga bisa mendaftar BPJS secara mandiri, baik secara offline maupun online. Sebelumnya, kamu perlu mempersiapkan dokumen persyaratan dulu, di antaranya:
  • Surat izin usaha dari kelurahan.
  • Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
  • Pas foto berwarna 2×3.
  • Setelah itu, kamu bisa mendatangi kantor BPJS terdekat atau mengunjungi situs resminya untuk melakukan pendaftaran.

Lindungi diri dengan asuransi kesehatan

Selain memiliki BPJS kesehatan mandiri, baiknya kamu juga mengamankan keuanganmu dengan proteksi dari asuransi kesehatan swasta. 

Tujuan dari proteksi asuransi adalah memastikan kamu tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak uang untuk membayar tagihan yang sifatnya dadakan. Misalnya, beban pembayaran tagihan rumah sakit karena kamu terserang penyakit berat.

Dengan asuransi kesehatan, kamu dapat membantu mengalihkan biaya perawatan dan biaya pengobatan saat terkena penyakit. Premi asuransinya pun gak mahal, karena kamu bisa tentukan sendiri sesuai kebutuhanmu.

Keuntungannya dengan menjadi nasabah asuransi kesehatan, kamu gak perlu memikirkan bujet untuk biaya kesehatan lagi.

Jika kamu punya pertanyaan lain tentang BPJS kesehatan dan asuransi kesehatan, tanyakan langsung ke pakar rekanan Lifepal lewat Tanya Lifepal.

Pertanyaan seputar BPJS mandiri

Apa itu BPJS mandiri?

BPJS mandiri adalah jaminan perlindungan kesehatan yang iuran bulanannya tidak ditanggung oleh pemerintah atau dibayar mandiri.

Apakah BPJS Kesehatan itu wajib?

Berdasarkan Undang-undang, seluruh WNI wajib memiliki BPJS Kesehatan. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Apa itu faskes dengan keterangan IGD dan faskes dengan keterangan JST?

Fasilitas kesehatan dengan keterangan IGD hanya melayani keadaan darurat saja, bukan tindakan pengobatan. Sedangkan fasilitas kesehatan dengan keterangan JST artinya ada kerja sama dengan Jamsostek dan bisa memberikan layanan BPJS Kesehatan secara menyeluruh.

Bagaimana cara daftar BPJS online?

Cara daftar BPJS Online bisa lewat website resmi BPJS maupun aplikasi Mobile JKN BPJS.

Di mana daftar BPJS mandiri?

Daftar BPJS bisa dilakukan langsung di kantor BPJS ataupun di website resminya.

Berapa lama daftar BPJS Kesehatan?

Kalau menggunakan prosedur normal, peserta bisa mendapatkan kartu BPJS dalam waktu paling cepat 14 hari.

Apa saja syarat daftar BPJS mandiri?

Umumnya syarat untuk mengurus BPJS adalah formulir pendaftaran terisi, kartu keluarga, dan KTP.

Daftar BPJS online kartunya diambil di mana?

Jika kamu mendaftar BPJS online, kartunya bisa kamu print atau cetak sendiri. Namun, jika kamu ingin menukarnya dengan kartu fisik, kamu bisa datang ke kantor cabang BPJS dengan membawa:

  • Fotokopi KTP, KK dan Akta Kelahiran masing-masing 1 lembar.
  • Pas foto ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar
  • Elektronik ID yang sudah dicetak
  • Bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan di bank.

Bagaimana jika sudah memiliki asuransi swasta?

BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah yang diwajibkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Artinya, kamu tetap harus memiliki BPJS Kesehatan meskipun sudah memiliki asuransi swasta.

Apakah ada perbedaan pelayanan antar kelas kepesertaan?

Tidak ada perbedaan pelayanan medis antara kelas I, II, dan III, baik dalam jenis dan kualitas obat maupun tindakan medis. Perbedaan hanya pada ruang inap saja.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →