Cara dan Syarat Daftar BPJS Kesehatan Mandiri Online Offline

daftar bpjs online

Cara daftar BPJS mandiri atau perorangan gak seribet yang dibayangkan kok. Kamu cukup mempersiapkan dokumen, lalu datang ke kantor BPJS Kesehatan terdekat.

Kamu juga bisa daftar BPJS online sekarang agar lebih praktis dan bisa memaksimalkan manfaatnya. Sebagai bahan pertimbangan, kamu bisa membaca ulasan lengkap tentang BPJS Kesehatan di Lifepal. Atau, kamu bisa membeli produk asurnasi kesehatan untuk melengkapi manfaat dari BPJS Kesehatan. Sebab, pertanggungan asuransi swasta biasanya jauh lebih lengkap dengan jangkauan rumah sakit sangat luas.

Nah, kalau udah yakin, ini panduan pendaftaran BPJS mandiri yang bisa kamu ikuti.

Syarat Daftar BPJS Kesehatan Mandiri Online dan Offline

Sebelum mengetahui cara daftar BPJS mandiri, kamu perlu mempersiapkan dokumen yang bakal diminta nantinya. Sebagai informasi, persyaratan dokumen bisa berbeda-beda sesuai dengan jenis pekerjaan kamu. Berikut penjelasannya.

Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU)

Jika kamu adalah pekerja mandiri yang gak menerima upah dari perusahaan, maka kamu perlu mendaftarkan BPJS secara mandiri. Kamu bisa sekaligus mendaftarkan keluarga kamu dengan melampirkan dokumen berikut.

  • Formulir Isian Peserta (DIP) yang bisa didapatkan di kantor BPJS maupun secara online di BPJSKesehatan.go.id
  • Fotokopi kartu keluarga (KK)
  • Fotokopi KTP dan paspor
  • Pas foto 3×4 
  • Fotokopi buku tabungan anggota keluarga yang tercantum dalam KK.

Setelah mengajukan mendaftarkan, kamu tinggal membayar dengan Virtual Account dan buktinya segera diserahkan ke BPJS melalui kantornya atau website resmi. Nanti kamu bakal mendapatkan kartu JKN.

Peserta Penerima Upah (PPU)

Bagi penerima upah, pihak perusahaan lah yang perlu mendaftarkan karyawan dan anggota keluarganya. Perwakilan perusahaan bisa datang ke kantor BPJS dengan membawa dokumen:

  • Formulir pendaftaran badan usaha dan badan hukum lainnya.
  • Data migrasi karyawan dan keluarganya sesuai dengan format dari BPJS.

Setelah itu, perusahaan perlu membayar lewat Virtual Account dan kartu JKN bisa dicetak.

Cara Daftar BPJS Online 2020

Kamu yang takut dan malas menghadapi antrean panjang di kantor BPJS Kesehatan, daftar secara online aja. Ada dua cara yang bisa kamu pakai, yaitu pendaftaran lewat aplikasi Android atau lewat website resmi.

Website resmi

Berikut ini cara daftar BPJS Kesehatan online di website.

  1. Siapkan Kartu Keluarga, KTP, alamat email dan nomor handphone yang aktif.
  2. Buka halaman BPJS Kesehatan atau daftar.bpjs-kesehatan.go.id untuk mendapatkan Formulir Isian Peserta (FIP).
  3. Pilih formulir yang sesuai dengan profilmu dan isi data dengan benar.
  4. Simpan dan silakan tunggu email notifikasi. Jika sudah dapat, kamu bakal dapat nomor virtual account.
  5. Lakukan pembayaran sesuai petunjuk.
  6. Begitu selesai bayar, BPJS kamu sudah aktif dan kamu bisa mencetak E-ID Card BPJS sendiri atau di kantor BPJS.

Aplikasi Mobile JKN BPJS

Ini cara daftar BPJS Kesehatan online lewat aplikasi Android, sehingga kamu bisa mendaftar lewat HP. Praktis, bukan?

  1. Unduh aplikasi Mobile JKN BPJS di Play Store.
  2. Buka aplikasi tersebut dan pilih menu Pendaftaran Peserta Baru.
  3. Masukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP dan nama anggota keluargamu otomatis akan muncul.
  4. Isi data-data yang diminta.
  5. Isi kolom alamat email, nomor hp, lalu kamu akan mendapatkan nomor Virtual Account untuk melakukan pembayaran.
  6. Nomor peserta akan kamu terima, jika terjadi kendala, silakan hubungi 1500 400.
  7. Masuk lagi ke aplikasi Mobile JKN BPJS, lalu melakukan pendaftaran pengguna. 
  8. Kamu bakal mendapatkan e-ID dan bisa mencetaknya.

Pengambilan kartu JKN

Pengambilan kartu BPJS dapat dilakukan dengan melengkapi formulir pendaftaran di kantor cabang dan membawa:

  1. Fotokopi KTP dan KK (atau akta kelahiran) masing-masing 1 lembar.
  2. Pas foto ukuran 3×4 1 lembar.
  3. E-ID yang telah dicetak.
  4. Bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Cara Daftar BPJS Kesehatan Mandiri Langsung 2020 

Kamu juga bisa mendaftar secara offline dengan mengunjungi kantor BPJS Kesehatan dan membawa dokumen sebagai berikut:

  • Pas foto ukuran 3×4 1 lembar
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi Buku Nikah
  • Fotokopi Akta Kelahiran Anak yang menjadi tanggungan
  • KITAS atau KITAP (khusus WNA)

Prosedur pendaftaran BPJS Kesehatan mandiri secara offline:

  1. Melengkapi formulir pendaftaran berupa data diri yang serupa dengan data pada pendaftaran online.
  2. Serahkan formulir yang telah dilengkapi untuk di-submit oleh petugas ke dalam sistem.
  3. Setelahnya, kamu akan menerima nomor virtual account beserta besaran iuran yang harus dibayar.
  4. Lakukan pembayaran iuran melalui bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
  5. Cetak kartu BPJS dengan menyerahkan bukti pembayaran ke petugas.
  6. Kartu BPJS bisa kamu gunakan setelah 14 hari kerja.

Tips Daftar BPJS Kesehatan Mandiri

Supaya gak rugi, yuk perhatikan beberapa tips yang perlu kamu ketahui dalam mendaftar BPJS.

  1. Sebaiknya daftar BPJS di awal bulan.
  2. Pembayaran iuran maksimal tanggal 10 setiap bulan.
  3. Gak ada denda keterlambatan sejak tanggal 1 Juli 2016. Namun jika dalam waktu 45 hari sejak status keanggotaan aktif, peserta yang mengajukan layanan rawat inap, maka ia bakal dikenakan denda 2,5 persen untuk setiap bulan tertunggak. Jumlah denda tertunggak maksimal 12 bulan dengan denda maksimal Rp30 juta.
  4. Gak ada perbedaan pelayanan medis di antara kelas I, II, maupun III dalam kualitas obat dan penanganan medis. Perbedaan tiap kelas hanya ruang inapnya saja.

Daftar BPJS Ketenagakerjaan Mandiri 

Kamu juga bisa mendaftar BPJS-TK secara mandiri, baik secara offline maupun online. Sebelumnya, kamu perlu mempersiapkan dokumen persyaratan dulu, di antaranya:

  1. Surat izin usaha dari kelurahan.
  2. Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
  3. Pas foto berwarna 2×3.

Setelah itu, kamu bisa mendatangi kantor BPJS terdekat atau mengunjungi situs resminya untuk melakukan pendaftaran.

Tanya Jawab

Berdasarkan Undang-undang, seluruh WNI wajib memiliki BPJS Kesehatan. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Ya, kamu bisa mendaftarkan BPJS secara perorangan.
Fasilitas kesehatan dengan keterangan IGD hanya melayani keadaan darurat saja, bukan tindakan pengobatan. Sedangkan fasilitas kesehatan dengan keterangan JST artinya ada kerja sama dengan Jamsostek dan bisa memberikan layanan BPJS Kesehatan secara menyeluruh
Cara daftar BPJS Online bisa lewat website resmi BPJS maupun aplikasi Mobile JKN BPJS.
Daftar BPJS bisa dilakukan langsung di kantor BPJS ataupun di website resminya.
Kalau menggunakan prosedur normal, peserta bisa mendapatkan kartu BPJS dalam waktu paling cepat 14 hari.
Umumnya syarat untuk mengurus BPJS adalah formulir pendaftaran terisi, kartu keluarga, dan KTP.

Jika kamu mendaftar BPJS online, kartunya bisa kamu print atau cetak sendiri. Namun, jika kamu ingin menukarnya dengan kartu fisik, kamu bisa datang ke kantor cabang BPJS dengan membawa:

  1. Fotokopi KTP, KK dan Akta Kelahiran masing-masing 1 lembar.
  2. Pas foto ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar
  3. Elektronik ID yang sudah dicetak
  4. Bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan di bank

BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah yang diwajibkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Artinya, kamu tetap harus memiliki BPJS Kesehatan meskipun sudah memiliki asuransi swasta.

Tidak ada perbedaan pelayanan medis antara kelas I, II, dan III, baik dalam jenis dan kualitas obat maupun tindakan medis. Perbedaan hanya pada ruang inap saja.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →