5 Kesalahan Saat Liburan ke Bali yang Bikin Kamu Makin Miskin, Jangan Diulang Ya!

Liburan ke Bali bisa hemat kalau diatur dengan benar (Shutterstock).

Liburan ke Bali memang seringkali identik dengan hal-hal yang buang-buang duit. Jumlah pengeluaranmu bisa jauh lebih besar ketimbang liburan ke luar negeri lho.

Tiket ke Bali memang cenderung mahal, wajar saja letak Pulau Dewata ini ada di bagian timur Indonesia. 

Meski tiket pesawatnya memang mahal, tapi ngenes kan tentunya jika liburan keluar kota tapi biayanya setara dengan keluar negeri. Padahal, dengan bujet Rp 1,5 atau 2,1 juta saja kamu bisa kenyang liburan lima hari di sana. 

Bila memang kamu merasakan hal ini saat pergi liburan ke Bali, bisa jadi kamu melakukan beberapa kesalahan di bawah ini. 

1. Liburan saat high season

Liburan ke Bali
Musik gamelan Bali (Pixabay)

Liburan ke Bali saat high season memang sangat gak direkomendasikan. High season yang dimaksud itu adalah saat liburan sekolah, liburan hari raya, atau tahun baru.

Tiket pesawat ke sana untuk satu orang bisa mencapai Rp 2 jutaan lho untuk maskapai yang murah. Belum lagi, harga-harga penginapan juga ikut meroket.

Tepat menjelang tahun baru 2020, nyaris seluruh penginapan di wilayah Seminyak dan Legian penuh. Di samping itu, para ojek dan taksi online juga mematikan aplikasinya dan memilih untuk cari penumpang langsung di jalanan. 

Harga yang mereka tawarkan ke pengunjung juga sangat tinggi. Bayangkan saja, tarif ojek dari Legian ke Kuta tanggal 31 Desember 2019 bisa mencapai Rp 100 ribu lho! Alasan mereka mengenakan tarif tinggi adalah karena jalanan memang sudah mulai ditutup.

2. Gak sewa kendaraan

Liburan ke Bali
Sewa kendaraan (Ilustrasi by Pixabay)

Mengandalkan transportasi umum atau online di Bali bukanlah hal yang bijak. Alangkah lebih baik jika kamu menyewa mobil dengan sistem lepas kunci saja jika kamu datang ke Bali rame-rame.

Jika cuma sama pasangan, maka sewa motor saja deh. Bali itu macetnya juga parah.

Mengapa gak direkomendasikan menggunakan transportasi umum atau online? Beberapa wilayah di Bali memang gak membolehkan taksi atau ojek online beroperasi, hal itu disebabkan karena aturan dari desa adat setempat. Sementara itu jika menggunakan taksi lokal, biayanya bisa luar biasa mahal. 

Jika memang kamu gak bisa mengemudi, jalan satu-satunya adalah menyewa jasa tour guide beserta transportasi. Umumnya, kamu akan dikenakan tarif Rp 500 ribu untuk 10 jam.

3. Menginap di hotel

Liburan ke Bali
Menginap di Hotel dengan kolam renang (Pixabay)

Memanfaatkan aplikasi seperti Airbnb tampaknya lebih cerdas untuk saat kamu mencari penginapan di Bali. Mengapa demikian? Karena tarif menginap di homestay tentu lebih terjangkau ketimbang hotel.

Salah satu poin plus hotel adalah lokasinya yang cenderung strategis dan mereka juga menyediakan sarapan.

Namun jika kamu solo traveling atau cuma berdua, homestay tampaknya lebih pas. Banyak lho homestay di Bali yang tarif sewanya murah dan sudah ada private poolnya. 

4. Beach club hopping tiap malam

Liburan ke Bali
Beach club (Shutterstock).

Bali emang punya banyak beach club yang sangat Instagramable. Ulucliff, Azul, Potato Head, Cafe Del Mar, Sundays, La Brisa, Omnia, apa lagi?

Kalau setiap hari yang kamu lakukan adalah beach club hopping demi kepentingan postingan Instagram, maka yang ada dompetmu bisa berteriak. 

Walau setiap beach club gak memberlakukan minimum order sebagai syarat masuk, tetap saja harga makanan dan minuman di sana di atas rata-rata. Kalau mau hemat, beli saja paket bir untuk lima botol.

Tapi kalau kamu nongkrong berdua saja, maka gak baik juga menenggak minuman beralkohol dalam jumlah yang banyak. Setuju?

5. Kalap wisata kuliner

Liburan ke Bali
Kulineran di Bali (Shutterstock).

Wisata kuliner saat liburan ke Bali? Kenapa tidak, di sana juga surga kuliner lho. Meskipun banyak sekali makanan yang gak halal. 

Pizza di Bali itu cita rasanya memang mirip pizza di Milan, Italia, dan beberapa resto pancake di sana juga rasanya 11:12 atau bisa lebih enak dari Pancious. Mau kuliner apa lagi? Burger? Smoothies? Di sini ada semua.

Jika ingin wisata kuliner, jangan setiap hari. Untuk makan sehari-hari, makan saja di warung nasi campur atau restoran padang setempat.

Mau lebih irit lagi? Beli roti atau oatmeal plus sereal dan makan di penginapan untuk pagi dan malam hari. 

Itulah lima kesalahan yang membuatmu bakar duit ketika liburan ke Bali. Pokoknya ingat baik-baik deh, pertimbangkan untuk sewa kendaraan lepas kunci, selalu prioritaskan homestay ketimbang hotel, jangan beach club hopping tiap hari, pilih-pilih tempat untuk wisata kuliner, dan atur keberangkatanmu jangan pas hari raya. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →