Cara Minta Surat Rujukan BPJS Kesehatan dari Faskes ke RS

Telah Ditinjau: Avatar Helda Sihombing
surat rujukan bpjs

Surat rujukan BPJS merupakan surat pengantar tenaga medis yang bertujuan sebagai petunjuk pengobatan maupun pengobatan lanjutan dan ditujukan kepada dokter yang lebih kompeten.

Untuk mendapatkan surat rujukan BPJS Kesehatan, ada beberapa prosedur yang harus kamu lakukan. Salah satunya, mendapatkan surat dari Faskes Tingkat 1 untuk kemudian dirujuk ke Faskes Tingkat II. Jika peserta BPJS harus ditangani lebih lanjut, maka Faskes Tingkat II akan memberikan surat rujukan untuk Faskes Tingkat III. 

  • Faskes Tingkat I: puskesmas, klinik, atau dokter umum
  • Faskes Tingkat II: pelayanan kesehatan spesialistik yang dilakukan oleh dokter spesialis. Layanan bisa didapatkan dengan surat rujukan dari Faskes Tingkat I.
  • Faskes Tingkat III: pelayanan kesehatan subspesialistik yang dilakukan oleh dokter subspesialis. Layanan bisa didapatkan dengan surat rujukan dari Faskes Tingkat II.

Sebagai informasi, kamu bisa melengkapi manfaat dari BPJS Kesehatan dengan asuransi kesehatan terbaik dari Lifepal. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan pelayanan maksimal saat di rumah sakit.

Manfaat Surat Rujukan BPJS Kesehatan

Manfaat surat rujukan BPJS Kesehatan adalah untuk memungkinkan nasabah mendapatkan pertanggungan biaya pelayanan rumah sakit dari BPJS Kesehatan. 

Misalnya, ketika memeriksakan diri di Faskes Tingkat I sperti klinik dan puskesmas, nasabah ternyata harus mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit. Artinya, Faskes Tingkat I akan mengeluarkan surat rujukan kepada BPJS di Tingkat II. 

Namun, untuk kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan langsung di UGD, nasabah tidak membutuhkan surat rujukan. Jadi, bisa langsung mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit, sesuai dengan kelas BPJS Kesehatan yang dimiliki. 

Cara Mendapatkan Surat Rujukan BPJS Kesehatan

Untuk mendapatkan surat rujukan BPJS Kesehatan, pasien tidak bisa meminta langsung atau membuatnya atas permintaan sendiri. Karena pihak dokter yang akan menentukan apakah peserta BPJS harus dirujuk ke rumah sakit atau tidak. 

Dokter biasanya akan langsung menerbitkan rujukan tanpa harus diminta. Namun, jika kondisi pasien bisa ditangani, pasien akan diminta untuk melakukan rawat jalan di Faskes Tingkat I sampai pasien sembuh.

Hal tersebut juga berlaku untuk pasien yang sebelumnya sudah mendapatkan surat rujukan dari Faskes.Jika sewaktu-waktu penyakitnya kambuh, jangan nekat langsung datang ke rumah sakit dengan membawa surat rujukan yang sebelumnya, karena kemungkinan besar akan ditolak.

  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotokopi dan dokumen asli kartu BPJS Kesehatan

1. Cara mendapatkan surat rujukan BPJS offline

Berikut prosedur minta surat rujukan BPJS Kesehatan dari Faskes I:

  • Datangi faskes I seperti Puskesmas atau Klinik Umum yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan .
  • Setelah diperiksa, dokter akan mendiagnosa kondisi kesehatan pasien, apabila memerlukan tindakan medis lanjutan, maka pasien akan mendapatkan surat rujukan ke faskes tingkat II atau rumah sakit.
  • Pasien kemudian membawa persyaratan yang dibutuhkan dan surat rujukan BPJS dari faskes I.

Surat ini memiliki format yang sama di setiap Faskes, contoh surat rujukan BPJS juga sudah bisa kamu lihat secara bebas.

2. Cara membuat surat rujukan BPJS online

BPJS Kesehatan juga sudah mulai menjajaki ranah digital yaitu melalui aplikasi rujukan online BPJS bernama Primary Care BPJS Kesehatan yang juga bisa diakses di lama pcare.bpjs-kesehatan.co.id. 

Sistem rujukan online bertujuan untuk memudahkan dan memberi kepastian peserta BPJS dalam memperoleh pelayanan di rumah sakit. Layanan disesuaikan dengan kompetensi, jarak, dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan berdasarkan kebutuhan medis pasien.

Rujukan online ini bersifat real time dari Faskes Tingkat I ke faskes tingkat lanjutannya. Rujukan online juga sudah paperless dan data peserta pun dimuat. Jadi data peserta langsung terkoneksi sehingga memudahkan analisis data calon pasien.

Cara Berobat ke Rumah Sakit dengan Surat Rujukan BPJS 

Jika kamu sudah mendapatkan surat rujukan berobat ke rumah sakit dari Faskes, ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan untuk bisa mendapat pengobatan gratis, yaitu:

  1. Surat rujukan dari Faskes Tingkat I
  2. Fotokopi dan asli KTP
  3. Fotokopi asli Kartu KIS atau Kartu BPJS
  4. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)

Sediakan fotokopi buat tiap-tiap dokumen minimal dua lembar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah itu, kamu tinggal mengikuti langkah-langkah yang diberikan petugas rumah sakit. Sedikit informasi, kamu baru bisa menikmati layanan berobat gratis jika kartu BPJS aktif.

Jika kartu kamu dalam kondisi nonaktif, ada baiknya segera lakukan semua tunggakan dan mengaktifkan kartu BPJS.

Cara Memperpanjang Surat Rujukan BPJS Kesehatan

Kamu juga harus tahu jika surat rujukan ini memiliki batas waktu. Masa berlaku surat rujukan BPJS adalah adalah 90 hari atau kurang lebih tiga bulan sejak surat rujukan tersebut diterbitkan.

Masa berlaku tersebut biasanya tertera di bagian bawah surat rujukan yang kamu terima. Selama belum jatuh tempo, kamu masih bisa menggunakannya.

Bagaimana jika habis? Ini dia cara memperpanjang surat rujukan BPJS yang harus kamu tahu.

1. Memperpanjang surat rujukan dari Faskes Tingkat 1

Jika masa berlaku surat rujukan BPJS sudah habis, kamu cukup datang ke Faskes Tingkat 1 untuk kembali menjalani pemeriksaan kesehatan.

Jika berdasarkan hasil pemeriksaan, kamu harus kembali dirujuk ke rumah sakit, maka dokter Faskes I akan menerbitkan surat rujukan yang baru. 

2. Memperpanjang surat rujuk balik dari rumah sakit

Surat rujuk balik dari rumah sakit akan diberikan kepada pasien dengan riwayat penyakit kronis yang sudah dinyatakan dalam kondisi stabil dan bisa menjalani rawat jalan di Faskes Tingkat I. 

Surat ini memiliki masa berlaku yang sama yakni 90 hari, namun jika masa berlaku sudah habis, surat tidak bisa diperpanjang. Maka, pasien wajib mendapatkan kembali surat rujuk balik terbaru dari rumah sakit. 

Dengan surat rujuk balik tersebut, pasien cukup memeriksakan diri ke Faskes Tingkat 1. Faskes Tingkat 1 akan membuatkan surat kunjungan dan salinan resep sesuai dengan catatan resep dari dokter spesialis di rumah sakit. Resep tersebut bisa ditebus secara gratis di apotek-apotek yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan 

  1. Pasien memeriksakan diri ke Faskes Tingkat 1.
  2. Dari Faskes Tingkat 1, pasien akan mendapatkan surat rujukan yang ditujukan ke rumah sakit untuk ditangani oleh dokter spesialis.
  3. Setelah mendapatkan surat rujukan, pasien menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Jika kondisi pasien belum stabil maka akan diberikan surat pemeriksaan lanjutan di rumah sakit tanpa harus kembali membuat surat rujukan di Faskes Tingkat 1.
  4. Surat rujuk balik dari rumah sakit dan salinan resep biasanya akan diberikan jika kondisi pasien sudah dinyatakan stabil oleh dokter rumah sakit.

  • Fotokopi surat rujuk balik
  • Salinan resep asli dari Faskes Tingkat 1 yang sudah dicap dan ditandatangani.
  • Surat kunjungan asli dari Faskes Tingkat 1 yang sudah distempel dan ditandatangani
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi kartu BPJS Kesehatan

Pertanyaan Terkait Surat Rujukan BPJS Kesehatan

  1. Langsung berkunjung ke Faskes Tingkat I
  2. Bawa KTP dan kartu BPJS Kesehatan
  3. Kunjungan berobat di luar kota dibatasi maksimal tiga kali dalam sebulan.

Bagi kamu yang memiliki ikatan dinas yang lama di luar kota, ada baiknya segera memindahkan lokasi Faskes Tingkat I yang telah terdaftar dengan yang baru.

Surat rujukan BPJS Kesehatan hanya dapat digunakan satu kali. Artinya, jika memang harus mendapatkan perawatan lanjutan di Faskes Tingkat II dan masa berlaku surat rujukan telah habis, maka kamu harus kembali mengunjungi Faskes TIngkat I dan mendapatkan surat rujukan Tingkat II, sesuai dengan keputusan dokter.

Surat rujukan BPJS Kesehatan memiliki masa aktif selama 90 hari. Jika melewati masa aktif, maka surat rujukan tidak dapat digunakan untuk mendapatkan layanan Faskes Tingkat II maupun lanjutannya.

Ada dua syarat peserta dirujuk menuju fasilitas Faskes Tingkat II, yaitu:

  • Pasien membutuhkan pelayanan kesehatan khusus yang subspesialistik
  • Perujuk tidak bisa memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan peserta BPJS. Bisa karena kurangnya tenaga kesehatan yang mumpuni atau kelengkapan peralatan medis yang kurang memadai.

Jika kondisi di lapangan tidak memenuhi persyaratan di atas, peserta BPJS tidak bisa meminta atau memaksa dirujuk.

Kamu gak perlu repot-repot mengajukan surat rujukan BPJS Kesehatan apabila kamu mengalami beberapa hal di bawah ini.

  • Adanya keadaan gawat darurat, seperti kecelakaan atau penyakit lain yang memerlukan penanganan langsung di UGD. Kondisi ini secara otomatis bisa langsung mendatangi Faskes Tingkat II tanpa harus meminta surat rujukan sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan.
  • Adanya bencana
  • Ada permasalahan khusus kesehatan pasien, seperti pasien yang harus melakukan terapi di faskes lanjutan.
  • Pertimbangan geografis, di mana ada tindakan pengobatan yang mendesak tetapi terhalang oleh kondisi geografis pasien.
  • Pertimbangan ketersediaan fasilitas.

Jika rumah sakit rujukan penuh, maka peserta dapat mengajukkan penggantuan rumah sakit. Pertama, peserta asuransi harus kembali ke Faskes Tingkat I dengan membawa surat rujukan yang belum digunakan. Nanti, akan dirujuk kembali ke faskes lanjutan sesuai dengan keluhan peserta BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan meluncurkan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) Mandiri dengan tujuan agar peserta yang membutuhkan layanan kesehatan di Faskes Tingkat lanjutan dapat mencetak SEP sendiri atau melakukan self check-in.

Untuk bisa menggunakan kemudahan ini, kamu dapat memanfaatkan sistem rujukan online dari Faskes Tingkat 1 melalui aplikasi P-Care.

Selanjutnya, kamu dapat mencetak SEP Mandiri sebelum melakukan pendaftaran di loket rumah sakit yang didasarkan pada tiga kriteria pencarian data peserta, yakni:

  • Nomor rujukan peserta
  • Nomor peserta
  • Nomor induk kependudukan (NIK)

Itu tadi beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang surat rujukan BPJS Kesehatan. Nah, jika memiliki anggaran lebih kamu dapat melengkapi kepesertaan BPJS Kesehatan yang dimiliki dengan pilihan asuransi swasta. Selain layanan yang diberikan lebih praktis, preminya pun beragam sehingga bisa disesuaikan dengan anggaran. Tertarik?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →