6 Prinsip Asuransi Paling Mendasar [Plus Cara Kerja Asuransi]

Prinsip asuransi

Tidak bisa ditampik bahwa asuransi punya beragam manfaat yang sangat berguna untuk hidup kita. Akan tetapi, di sisi lain, ada pula yang masih belum mengerti. Salah satu penyebabnya adalah kurang paham prinsip asuransi paling dasar.

Pada beberapa kejadian tertentu, ada beberapa nasabah yang komplain mengenai ribetnya klaim. Kemudian, ada pula yang merasa bahwa perusahaan asuransi tidak menepati janji mereka. Jangan sepenuhnya salahkan pada perusahaan asuransi, lho!

Prinsip-prinsip asuransi paling dasarlah yang bisa jadi kita kurang pahami. Oleh sebab itu, saat akhirnya akan ajukan klaim tertentu, ternyata kita tidak melihat ada pasal tertentu atau pengecualian tertentu.

Entah karena tidak begitu detail atau terlalu malas memahami, mengabaikan prinsip-prinsip asuransi terpenting hanya akan menyulitkan kita. Jadi, sebelum beli polis atau berasuransi, ada baiknya untuk benar-benar paham seluk-beluk asuransi.

Prinsip asuransi paling dasar yang wajib dipahami

Dalam dunia asuransi, terdapat enam prinsip asuransi dasar yang wajib kamu pahami, antara lain:

  • Insurable Interest
  • Utmost Good Faith
  • Proximate Cause
  • Indemnity
  • Subrogation
  • Contribution

1. Insurable Interest

Prinsip Insurable interest adalah hak untuk mengasuransikan yang dilakukan karena adanya hubungan atau kepentingan. Kepentingan untuk berasuransi tersebut antara tertanggung dan yang diasuransikan.

Misalnya, kamu mengambil asuransi jiwa sebagai tertanggung dan pihak yang ditunjuk adalah pasangan kamu. Keputusan tersebut diambil karena pihak yang ditunjuk akan merugi bila terjadi risiko pada tertanggung.

Prinsip ini secara sederhana mengedepankan jaminan bagi pihak yang ditunjuk. Biasanya pihak yang ditunjuk masih cukup bergantung secara finansial pada pihak tertanggung.

Contoh lain adalah saat kamu mengambil asuransi jiwa saat sedang mengambil KPR. Dengan cara ini, kamu tidak akan membebankan pihak yang ditunjuk yaitu keluarga untuk meneruskan cicilan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kamu.

Selain itu, asuransi yang termasuk dalam prinsip ini juga mencakup asuransi kredit. Dengan produk asuransi ini, kamu tidak akan membebankan utang pada keluarga atau penjamin.

Sebab perusahaan yang akan melanjutkan cicilan kamu bila terjadi risiko meninggal. Contoh perusahaan yang memiliki asuransi kredit adalah Sinar Mas dan Askrindo.

Biasanya insurable interest ini diterapkan pada:

  • Hubungan keluarga seperti misalnya suami atau istri, dan anak-anak.
  • Hubungan bisnis seperti misalnya perusahaan dengan orang penting di situ, atau kreditur dan debitur.

2. Utmost Good Faith

Prinsip asuransi satu ini disebut pula sebagai itikad baik. Jadi, perjanjian yang akan dibuat harus didasarkan pada fakta-fakta dan tentu saja jujur. Jadi, calon tertanggung harus menyampaikan kondisi yang lengkap dan akurat.

Dari informasi tersebut, pihak perusahaan pun dapat menentukan premi yang sesuai untuk calon tertanggung. Selain itu, informasi tadi juga digunakan untuk menyetujui ataupun menolak pengajuan klaim.

Baik penanggung atau perusahaan asuransi dan tertanggung harus mengungkapkan yang benar, mulai dari:

  • Tertanggung harus jujur memberi tahu pengalaman klaim yang pernah dilakukan. Kemudian, pengalaman penutupan asuransi bila ada. Tak lupa tentu saja kondisi penyakit saat ini.
  • Penanggung pun harus terbuka soal perjanjian asuransi, termasuk khususnya perkecualian dalam polis. Kemudian, penanggung juga memastikan agen mereka memberi pengetahuan soal produk pada tertanggung.

3. Proximate Cause

Proximate cause secara sederhana adalah penyebab utama paling awal. Prinsip ini sangat diperlukan karena dalam asuransi terdapat kesulitan untuk tentukan penyebab utama. Contohnya saja dalam satu kejadian terjadi peristiwa berturut-turut yang menyebabkan kerugian.

Sebagai contoh, rumah terbakar pada saat terjadi kebakaran dan angin topan sekaligus. Dari peristiwa tersebut untuk melakukan klaim asuransi rumah harus dirunut mana yang terjadi terlebih dahulu.

Biasanya dalam hal ini dilakukan dua macam pendekatan:

  • Dirunut dari kejadian awal. Bila kejadian awal tersebut menyebabkan kejadian berikutnya maka proximate cause-nya adalah kejadian awal tersebut. Bila tidak, maka ada kejadian lain yang jadi penyebab.
  • Dirunut dari kejadian akhir. Dari situ dilihat runutnya dan rangkaian yang tidak terputus merupakan proximate cause.

4. Indemnity

Sering disebut sebagai prinsip ganti-rugi. Prinsip ini mengatur pihak perusahaan asuransi untuk membayarkan penggantian kerugian sesuai premi. Ganti rugi tersebut bisa lebih kecil dari kesepakatan namun tidak bisa lebih besar.

Bentuk penggantian tersebut bisa dilakukan dalam beberapa metode, antara lain:

  • Tunai, yaitu pembayaran dilakukan secara tunai sesuai kesepakatan.
  • Repair,  penggantian berdasarkan perbaikan. Biasa nominalnya tidak lebih dari 75 persen.
  • Reinstatement, yaitu penggantian dengan menggantikan barang yang alami kerugian tersebut dengan yang baru.
  • Replacement, penempatan kembali atas kerugian yang terjadi.

5. Subrogation

Subrogation adalah prinsip pengalihan hak dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim sudah dibayarkan.

Jadi hak subrogation atau subrogasi ini akan beralih ke pihak perusahaan asuransi. Berikut beberapa keadaaan yang memunculkan prinsip subrogasi:

  • Perbuatan melanggar hukum, Contoh kasus, mobil A telah diasuransikan pada perusahaan XYZ. Kemudian, terjadi kecelakaan dimana mobil A ditabrak oleh mobil B. Pihak perusahaan asuransi XYZ akan membayarkan klaim mobil A. Setelahnya, perusahaan asuransi XYZ memiliki hak subrogasi untuk menuntut pemilik mobil B atas kerugian yang terjadi.
  • Sudah diatur dalam kontrak, Dalam kontrak terdapat hak dan tanggung jawab. Bila salah satu pihak lalai menjalankan kewajiban atau perjanjian tersebut yang menyebabkan kerugian pada pihak lain, maka pihak yang bersalah wajib ganti rugi.
  • Diatur dalam undang-undang, Pertanggungan juga bisa diatur oleh undang-undang. Contoh, di beberapa negara diterapkan bila ada kerusuhan maka pemerintah daerahlah yang bertanggung jawab. Dalam kasus tersebut adalah pihak kepolisian.
  • Pokok pertanggungan, Saat terjadi klaim misal untuk total loss only maka tertanggung akan mendapatkan ganti rugi penuh. Kemudian, bila terdapat sisa barang maka akan jadi hak penanggung bila ganti rugi sudah dibayarkan.

6. Contribution

Contribution dalam prinsip asuransi mengatur hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya untuk sama-sama menanggung.

Akan tetapi, kewajiban mereka terhadap tertanggung tidak harus sama dalam hal memberikan indemnity alias kompensasi finansial.

Sebagai contoh, Pak A memiliki dua polis asuransi yang sama yaitu asuransi X dan asuransi Y. Kemudian, Pak A mengalami kerugian dengan total Rp 100 juta.

Dari situ, asuransi X akan membayarkan Rp75 juta, sementara asuransi Y membayarkan maksimal Rp25 juta.

Tertanggung tidak bisa mendapatkan pertanggungan dari masing-masing polis asuransi yang dia miliki. Dengan demikian, total pertanggungan yang dia dapatkan tidak akan lebih dari kerugian yang terjadi.

Prinsip kontribusi ini mengatur agar jaminan untuk asuransi yang sama dengan nilai yang sama akan dibagi pro-rata.

Konsep the law of large numbers

Pada dasarnya, asuransi dibutuhkan saat kamu menyadari adanya risiko yang membayangi. Bisa itu di tempat kerja, di rumah, atau bahkan saat tengah berliburan.

Hal ini kita sadari juga kalau risiko selalu hadir pada kehidupan manusia. Namun, yang belum disadari adalah tingkat risiko yang dihadapi seseorang dengan seseorang lainnya berbeda-beda. 

Tingkatan risiko itu bisa dilihat dari intensitas kehidupan kita. Seberapa sering kita mengobservasi atau melakukan suatu peristiwa, sesering itulah risiko yang akan melekat pada peristiwa itu.

Misalnya, profesimu adalah seorang teknisi listrik yang kapan pun bisa kena sengat listrik ketika bekerja. Atau ada di antara kalian yang bekerja sebagai pembalap, di setiap tikungan atau jalanan yang kamu lalui pasti diikuti risiko yang mengikuti.

Nah, kecenderungan semacam ini dengan kondisi seperti ini oleh para ahli aktuaria disebut konsep the law of large numbers.

Ya, saat risiko yang akan dihadapi semakin banyak. Saat itu pula kamu memerlukan proteksi. Inilah yang menimbulkan permintaan terhadap produk proteksi pun muncul. 

Cara kerja asuransi

Setelah mengetahui mengenai prinsip dasar asuransi, tentunya kamu penasaran dengan cara kerja asuransi, bukan? Bagaimana sih asuransi bisa memberikan proteksi pada nasabahnya?

Sebenarnya, asuransi menggunakan cara pemindahan dampak kerugian dari satu orang kepada seluruh orang yang berada dalam kelompok tersebut.

Ini diawali dengan orang-orang yang memiliki kepentingan asuransi yang sama, yaitu untuk membagi risiko secara bersama. 

Kemudian orang-orang ini akan membayar premi setiap bulannya dan menjadi dana kolektif. Apabila terjadi kerugian pada seseorang, dana kolektif tersebut yang akan dijadikan sumber dana kompensasi ataupun pencairan klaim.

Perusahaan asuransi itu punya bisnis mekanisme yang terdiri dari tiga hal:

  1. Menyatukan orang-orang dengan kepentingan asuransi yang serupa dan dengan tujuan untuk membagi risiko yang sama pula.
  2. Mengumpulkan dana premi dari kelompok orang yang sama juga
  3. Membayar kompensasi kepada peserta asuransi yang mengalami kerugian

Misalnya, ada 1.000 orang berusia 55 tahun dengan kondisi sehat. Namun, tahun depan diperkirakan akan ada 10 orang dari 1.000 orang tersebut yang mungkin meninggal dunia.

Apabila nilai ekonomi kerugian yang ditanggung setiap keluarga yang ditinggalkan adalah Rp 150 juta, total kerugian 10 keluarga adalah Rp 1,5 miliar.

Cara kerja asuransi akan menarik iuran yang berupa premi. Anggap saja Rp 5 juta dari 1.000 orang tersebut. Jika dikalkulasikan selama setahun, dana yang terkumpul adalah sebesar Rp 5 miliar.

Jumlah ini tentu saja cukup untuk mendanai 10 keluarga yang kemungkinan akan ditinggalkan salah satu anggota keluarganya di tahun depan. 

Tips memilih asuransi terbaik

Jika kamu telah mengetahui dan mengerti tentang prinsip dan cara kerja yang berlaku pada perusahaan asuransi, kamu selanjutnya perlu mengetahui tips jitu untuk memilih asuransi terbaik.

Asuransi adalah salah satu bentuk investasi masa depan jangka panjang, kamu perlu cermat dalam memilihnya. Berikut adalah hal-hal yang perlu kamu lakukan untuk mendapatkan produk asuransi yang tepat.

1. Sesuaikan dengan kebutuhan

Terdapat banyak jenis asuransi yang tersedia di pasar. Namun, dalam memilihnya kamu tidak boleh asal. Sesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Misalnya, kamu berencana untuk memiliki anak dalam waktu dekat, asuransi pendidikan adalah produk asuransi yang menjadi prioritas. 

Kamu juga memilih asuransi kesehatan yang sekiranya memberikan manfaat untuk program kehamilan atau proses melahirkan nantinya.

Namun, pastikan bahwa asuransi tersebut menyediakan jaringan rumah sakit yang cukup banyak. Asuransi kesehatan pun bisa kamu gunakan untuk memperkecil risiko kerugian finansial karena penyakit yang datang mendadak. Tak jarang pun membutuhkan biaya yang besar.

2. Sesuaikan dengan kondisi finansial

Memiliki asuransi artinya kamu harus membayar premi setiap bulannya. Itu terjadi dalam jangka waktu tertentu, untuk beberapa tahun ke depan.

Karena itu, sebelum membeli polis asuransi, pastikan bahwa kondisi keuanganmu mumpuni untuk konsisten membayar premi. Pastikan juga premi tidak akan membebani keuangan kamu.

3. Cari tahu perusahaan asuransi yang diinginkan

Banyaknya produk asuransi yang beredar di pasaran tidak hanya membuat kamu bingung untuk memilih yang mana. Mereka pun tak jarang menawarkan berbagai keuntungan yang menggoda.

Namun, kamu perlu cermat sebelum memutuskan. Cek dulu perusahaan asuransi yang menyediakan produk yang kamu inginkan. Jika asuransi jiwa, pastikan bahwa perusahaan tersebut terdaftar dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Kamu pun tak perlu tergesa-gesa dalam menentukan pilihan. Tidak perlu terburu-buru, kamu hanya perlu membaca semua klausul perjanjian yang ada dengan cermat.

Ini menjadi sangat penting karena perjanjian tersebut yang menjadi dasar hak dan kewajiban yang kamu miliki.

Kenapa asuransi itu penting?

Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi nanti. Selalu ada kemungkinan terburuk yang bisa memberikan kerugian finansial bagi kita. Inilah pentingnya memiliki asuransi.

Sebab asuransi bisa mengantisipasinya dengan baik melalui manajemen risiko yang baik. Kerugian pun bisa diminimalkan semaksimal mungkin.

Jika kamu mengalami risiko, kamu bisa mendapat manfaat pertanggungan dari perusahaan. Kamu pun tidak perlu khawatir berlebihan lagi.

Namun, kalau kamu masih ragu dalam memilih produk asuransi sebagai proteksi diri dan juga keluarga. Kamu bisa mendiskusikannya dengan Lifepal.

Kami bisa memperkirakan risiko yang mungkin terjadi, beserta dengan kerugian yang akan ditimbulkan. Tentunya, kami akan memberikan rekomendasi asuransi terbaik berdasarkan kebutuhan yang kamu miliki. 

Caranya gimana sih? Mudah, tinggal kunjungi halaman awal situs kami. Kamu pun bisa berkonsultasi secara gratis. Tunggu apalagi? Kunjungi segera lifepal.co.id.