Biar Gak Salah Pilih, Pelajari Jenis-Jenis Risiko Asuransi Berikut Ini

manfaat asuransi

Konsep dari asuransi adalah pengalihan risiko dari nasabah ke perusahaan penyedia. Menghadapi hidup yang penuh risiko, banyak orang berminat membeli asuransi. 

Namun, sebelum ikutan beli, kamu sudah kebayang gak sih maksud dari risiko asuransi itu apa? Yuk simak penjelasannya.

Apa itu risiko asuransi?

Risiko adalah sesuatu kerugian di masa depan yang gak bisa kita tebak kapan datangnya. Sesuatu bisa dibilang risiko jika dia memiliki sifat berikut:

  • Berbahaya dan merugikan secara finansial.
  • Mungkin terjadi di masa depan.
  • Kejadian yang mungkin terjadi di luar rencana atau di luar ekspektasi.
  • Selain merugi secara finansial, juga menimbulkan kerugian fisik dan mental.

Asuransi berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan memberikan kompensasi berupa uang. Risiko asuransi adalah kejadian merugikan yang bakal ditanggung oleh asuransi tersebut.  

Risiko asuransi bisa terjadi secara personal, misalnya kecelakaan mobil atau jatuh sakit. Bisa juga terjadi pada perusahaan yang menimbulkan beban usaha, misalnya kasus penipuan atau kegagalan proyek.

Supaya lebih jelas, kamu perlu memahami jenis-jenis risiko seperti yang akan dibahas berikut ini.

PENTING KAMU TAHU
  • Yang namanya risiko asuransi itu gak cuma satu tetapi ada beberapa macam.
  • Sesuaikan produk asuransi yang kamu pilih dengan risiko yang mungkin dihadapi. Hal ini bisa dilihat dari profil kamu; misalnya pekerjaan, hobi, tempat tinggal, dan sebagainya.
  • Selain pakai asuransi, kamu pun perlu belajar mengelola sendiri risiko yang bisa terjadi dalam hidupmu.

Jenis-jenis risiko yang sering kita hadapi

Jenis Polis Asuransi Kebakaran

Ada tujuh jenis risiko yang dikelompokkan berdasarkan kemungkinan dan dampaknya, yaitu:

Risiko murni atau pure risk

Sesuatu bisa dibilang risiko murni apabila hal tersebut akan menimbulkan kerugian saat benar-benar terjadi. Namun, jika hal tersebut gak kejadian, gak bakal menimbulkan kerugian maupun keuntungan. Contoh dari risiko murni adalah kematian, sakit, kebakaran, dan lain-lain.

Risiko spekulatif atau speculative risk

Risiko spekulatif memiliki dua kemungkinan jika terjadi, antara menimbulkan kerugian atau keuntungan. Contohnya, kalau kamu menginvestasikan sebagian uang ke saham, akan ada risiko untung dan rugi di sana.

Risiko fundamental atau fundamental risk

Risiko jenis ini menimbulkan dampak secara luas. Kalau terjadi, fundamental risk bakal merugikan masyarakat luas, misalnya bencana alam atau kebijakan pemerintah.

Risiko khusus atau particular risk

Risiko khusus adalah kerugian yang berkaitan dengan kejadian personal, misalnya pencurian atau pencurian. Risiko khusus hanya memberikan dampak pada satu atau sedikit orang saja.

Risiko individu atau individual risk

Risiko individu terjadi di kehidupan sehari-hari seseorang dan berpotensi untuk mengganggu keuangan orang tersebut. Kategori ini terbagi menjadi tiga, yakni:

1. Risiko personal

Risiko personal mempengaruhi orang secara langsung, misalnya kematian, jatuh sakit, atau cedera fisik. 

2. Risiko harta

Property risk adalah risiko yang lebih bersifat kebendaan seperti kebakaran rumah pribadi. 

3. Risiko tanggung gugat

Liability risk cenderung berkaitan dengan masalah hukum, contohnya jika kamu menabrak seseorang dengan mobil dan ia terluka, kamu tentu harus bertanggung jawab secara hukum terhadap orang tersebut.

Risiko yang ditanggung asuransi 

Pasien sakit (Shutterstock).
Pasien sakit (Shutterstock).

Dari sekian banyak risiko yang ada, ternyata gak semuanya lho ditanggung sama asuransi! Soalnya, perusahaan asuransi juga memperkirakan untung ruginya dalam berbisnis. Sehingga ada beberapa kriteria risiko yang masuk ke dalam produk mereka, yaitu:

  • Risiko yang gak bisa diprediksi dan gak disengaja.
  • Bersifat umum dan lumrah terjadi. 
  • Terdapat objek yang bisa dipertanggungkan dalam risiko tersebut, misalnya jiwa, atau kendaraan bermotor.
  • Objek tersebut gak melanggar aturan hukum, misalnya narkoba.
  • Kerugian yang terjadi harus bisa dikonversi ke dalam nominal uang.
  • Premi yang dibayarkan nasabah harus sebanding sama risiko yang ditanggung. Makanya ada batas uang pertanggungan yang bisa kamu ambil.

Contoh risiko asuransi

Supaya lebih jelas, perhatikan contoh risiko yang ditanggung oleh jenis asuransi berikut.

Asuransi kesehatan

Dalam asuransi kesehatan, objek risiko yang ditanggung oleh asuransi adalah kesehatan kamu. Jadi, apabila kesehatanmu terenggut (dalam hal ini, jatuh sakit), kamu mengalami kerugian finansial untuk memperbaikinya. Untuk mengembalikan kesehatan kamu, perlu biaya untuk rawat inap dan perawatan medis lainnya sehingga kamu berhak mengklaim dana tersebut kepada penyedia asuransi.

Asuransi jiwa

Objek risiko yang ditanggung asuransi jiwa adalah nyawa seseorang. Secara ekonomi, nyawa tersebut bisa jadi bernilai angka tertentu karena ia adalah tulang punggung keluarga. Jika ia meninggal, maka keluarganya bakal kehilangan penghasilan.

Itulah fungsinya asuransi jiwa, untuk menggantikan penghasilan orang tersebut dan keluarganya bisa melanjutkan hidup dengan normal.

Asuransi kendaraan bermotor

Kerusakan kendaraan bermotor menjadi objek risiko asuransi kendaraan bermotor. Risikonya bisa jadi berupa kecelakaan atau pencurian kendaraan kamu. 

Dalam asuransi kendaraan bermotor, sebenarnya lebih mudah untuk menghitung uang pertanggungannya. Kamu tinggal pakai harga beli motormu dan dikalikan dengan penyusutan harganya. 

Asuransi tanggung gugat

Nah, kalau yang ini agak sedikit berbeda dari tiga contoh lainnya. Asuransi tanggung gugat menjaga kamu dari risiko kerugian finansial karena tanggung jawab hukum. Anggaplah gak sengaja kamu menabrak orang lain dan ia terluka. Secara hukum kamu bertanggung jawab untuk membayar biaya perawatan medisnya. Nah, asuransi ini bakal membantu kamu dengan uang kompensasi.

Manajemen risiko asuransi

Meskipun gak ada yang mau mengalami risiko dalam hidup, tetapi hal tersebut gak mungkin bisa dihindari. Namun jangan panik, ada beberapa langkah buat mengelolanya agar kerugian finansial kamu biar tetap stabil.

Menghindari risiko

Menghindari adalah cara yang paling mudah dalam menghadapi risiko. Misalnya kamu ingin menghindari cacat fisik, maka yang perlu kamu lakukan adalah gak memiliki pekerjaan yang berisiko seperti pemadam kebakaran atau pencuci kaca gedung perkantoran. Atau kalau kamu gak mau rumahmu kebakaran, pilihlah rumah yang gak banyak pakai material kayu. Namun, kalau memang sulit melaksanakan cara ini, kamu bisa lanjut ke cara kedua.

Mengendalikan risiko

Pengendalian sama dengan mencegah agar jangan sampai terjadi. Misalnya kalau kamu sudah terlanjur punya rumah berbahan kayu dan takut mengalami kebakaran, rajin-rajinlah mengecek kompor dan setrikaan jangan sampai tertinggal dalam posisi hidup. Atau, hindari menyalakan lilin. 

Menunda risiko

Maksudnya, menunda untuk meminimalisir terjadinya kerugian. Misalnya kalau kamu sedang mengalami banjir di daerah rumah, maka jangan lanjutkan dulu pembangunan atau renovasi rumahmu. Sehingga, kalaupun banjir sampai ke rumahmu, kerugiannya lebih sedikit.

Mengalihkan risiko

Seperti yang sudah dibahas, setiap orang bisa mengalihkan risiko yang mungkin ia alami dengan produk asuransi. Syaratnya memang kamu harus bayar premi secara berkala, tapi kalau dihitung-hitung, nominalnya gak seberapa dibandingkan harus menanggung kerugian sendiri.

Kalau asuransi gak tepat janji, harus gimana?

Ada momen di mana pihak asuransi gak mau nerima klaim yang kamu ajukan. Padahal, kamu merasa klaim asuransi gak bermasalah dan tercantum di dalam polis. Dalam kondisi tersebut, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan, di antaranya:

  • Menagih klarifikasi ke perusahaan, bisa lewat agen, broker, atau langsung menghubungi kantor perusahaan. Berdiskusilah untuk memecahkan masalah secara musyawarah.
  • Jika masih sulit, kamu bisa melapor ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia kok, asalkan klaim kamu di atas Rp750 juta.
  • Kalau masih buntu juga, silakan menyelesaikan sengketa melalui pengadilan.

Mengetahui risiko asuransi itu penting, agar kamu bisa memilih produk yang cocok buat mengelola risiko yang bisa saja terjadi dalam hidup. Sebelum sepakat untuk membeli, ada baiknya kamu membaca polis secara teliti ya, agar gak ada kendala dalam proses klaim nanti.