Pelajari Jenis-Jenis Risiko Asuransi dan Cara Mengelolanya

jenis risiko asuransi

Risiko asuransi adalah kerugian di masa depan yang gak bisa kita prediksi kapan terjadinya. 

Artinya, sesuatu bisa dikatakan sebagai risiko jika dapat merugikan secara finansial, terjadi di luar rencana, hingga menimbulkan kerugian fisik dan mental. 

Dalam dunia asuransi, contoh risiko bisa berbentuk kecelakaan mobil, jatuh sakit, hingga kasus penipuan, atau kegagalan proyek, dan masih banyak lagi. Karena itu, pentingnya asuransi hadir sebagai solusi finansial terhadap permasalahan risiko tersebut. 

Buat kamu yang tertarik untuk beli asuransi, sebaiknya simak penjelasan berikut ini dulu, ya! 

Jenis-jenis risiko asuransi 

Ada tujuh jenis risiko asuransi yang dikelompokkan berdasarkan kemungkinan dan dampaknya, yaitu:

  • Risiko Murni
  • Risiko Spekulatif 
  • Risiko Fundamental
  • Risiko Khusus
  • Risiko Individual 
  • Risiko Harta
  • Risiko Tanggung Gugat

1. Risiko murni atau pure risk

Hal yang dimaksud dalam pure risk adalah risiko dirasakan ketika kerugian terjadi. Jika tidak terjadi, maka tidak akan ada keuntungan maupun kerugian.

Contohnya, kebakaran menyebabkan kehilangan harta benda, sehingga membuat kita merugi secara finansial. Jika tidak terjadi kebakaran, maka kita tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian.

Sama halnya dengan contoh lainnya, seperti kebanjiran, meninggal dunia, dan lain sejenisnya. 

2. Risiko spekulatif atau speculative risk 

Jenis risiko ini memiliki dua kemungkinan, yaitu menimbulkan kerugian atau keuntungan.

Contohnya, ketika menginvestasikan sebagian uang ke saham, maka akan ada risiko untung dan rugi yang mungkin terjadi. Karena itu, investasi memiliki risiko spekulatif yang perlu dipertimbangkan. 

3. Risiko fundamental atau fundamental risk 

Risiko yang terjadi bisa menciptakan dampak secara luas. Misalnya, bencana alam yang tentu saja akan memberikan dampak kerugian finansial hingga jiwa pada masyarakat luas.

Contoh lainnya adalah perusahaan pailit sehingga harus “merumahkan” seluruh pekerja yang artinya merugikan orang dalam jumlah banyak. 

4. Risiko khusus atau particular risk

Kerugian yang terjadi hanya berdampak pada diri sendiri/ personal atau bersifat pribadi.

Misalnya, barang yang kita miliki dicuri, artinya dampaknya hanya akan merugikan diri sendiri. Atau bisa juga risiko yang mengancam kesehatan atau harus di rawat di rumah sakit.

Tentu hanya akan berdampak pada satu atau sedikit orang saja. 

5. Risiko individu atau individual risk

Kerugian yang terjadi memberikan dampak finansial pada diri sendiri dan kalangan kecil.

Salah satu contohnya, jika kepala keluarga meninggal dunia dan tidak memiliki asuransi jiwa, maka akan berpengaruh pada  finansial keluarga yang ditinggalkan.

Contoh lainnya, ketika cedera fisik dan tidak bisa bekerja lagi, juga akan memengaruhi finansial diri sendiri dan tanggungan orang tersebut. 

6. Risiko harta atau property risk

Kerugian yang terjadi pada benda berharga. Misalnya, kebakaran yang merusak harta benda di dalamnya.

Atau bisa juga pencurian kendaraan pribadi. Sederhananya, adalah risiko kerugian yang terjadi pada objek benda mati. 

7. Risiko tanggung gugat atau liability risk 

Liability risk cenderung berkaitan dengan masalah hukum, contohnya jika kamu menabrak seseorang dengan mobil dan ia terluka, kamu tentu harus bertanggung jawab secara hukum terhadap orang tersebut.

Umumnya risiko ini ditanggung oleh jenis asuransi umum, seperti asuransi kendaraan, asuransi proyek, dan lainnya. 

Kalau kamu punya pertanyaan terkait manfaat asuransi lainnya sekaligus mendapatkan rekomendasi kepada berbagai produk asuransi yang ada di Indonesia, konsultasikan saja di Tanya Lifepal!

Contoh risiko asuransi

Perlu dipahami bahwa tujuh risiko di atas, dampaknya bisa diminimalisasi dengan asuransi. Supaya lebih jelas, perhatikan contoh risiko sesuai dengan jenis produk berikut:

  • Asuransi Kesehatan 
  • Asuransi Jiwa
  • Asuransi Mobil 
  • Asuransi Melahirkan
  • Asuransi Pendidikan
  • Asuransi Properti
  • Asuransi Proyek

1. Asuransi kesehatan

Dalam asuransi kesehatan, objek risiko yang ditanggung oleh adalah biaya kesehatan. Karena itu, asuransi kesehatan menjadi solusi atas risiko murni, risiko khusus, dan risiko individu. 

Jadi, apabila kamu jatuh sakit, asuransi kesehatan akan memberikan uang penggantian atas biaya perawatan medis tersebut. 

2. Asuransi jiwa

Jenis risiko yang ditanggung asuransi jiwa adalah nilai ekonomi hidup seseorang. Misalnya, semasa hidup, seseorang tersebut mempunyai penghasilan Rp10 juta per bulan.

Maka penghasilan tersebut bisa menjadi nilai hidupnya. Jika ia meninggal, maka keluarga yang bergantung padanya bakal kehilangan manfaat penghasilan tersebut.

Bentuk pertanggungan asuransi ini berupa santunan tunai guna menggantikan penghasilan orang tersebut dan keluarganya bisa melanjutkan hidup dengan layak.

3. Asuransi mobil

Jenis risiko yang ditanggung oleh asuransi mobil adalah kerugian ringan seperti lecet, baret, hingga kerusakan total seperti terperosok dan pencurian. Asuransi mobil menjadi solusi yang tepat untuk menanggulangi risiko harta dan risiko tanggung gugat yang mungkin terjadi.

Sementara untuk menghitung uang pertanggungannya juga sederhana, tinggal pakai harga beli motormu dan dikalikan dengan penyusutan harganya. 

4. Asuransi melahirkan

Asuransi melahirkan merupakan salah satu bagian dari asuransi kesehatan. Adapun jenis risiko yang ditanggung asuransi melahirkan ini adalah biaya melahirkan, keguguran, perawatan pra dan pasca melahirkan, hingga meninggalnya ibu dan/atau janin. 

JIka dikaitkan dengan jenis risiko yang telah dibahas pada poin sebelumnya, maka asuransi melahirkan memberikan solusi atas risiko murni dan risiko khusus yang mungkin saja terjadi di masa mendatang.

5. Asuransi pendidikan

Asuransi pendidikan merupakan bagian dari asuransi jiwa. Artinya, jika terjadi risiko cacat total tetap atau meninggal dunia pada peserta, manfaat asuransi pendidikan memberikan santunan berupa pertanggungan biaya sekolah anak anak yang ditinggalkan. 

Sama halnya dengan asuransi jiwa, asuransi pendidikan juga bisa menjadi solusi untuk menghadapi jenis risiko khusus dan risiko individual.

Apalagi jika asuransi tersebut dikaitkan dengan investasi atau unit link maka bisa juga mengatasi risiko spekulatif. 

6. Asuransi properti

Asuransi properti memberikan pertanggungan jika terjadi kerugian pada properti kamu. Misal, biaya ganti rugi atas rumah tinggal yang terbakar, kebanjiran, dan lain sebagainya.

Beberapa perusahaan bahkan juga memberikan manfaat asuransi properti berupa biaya akomodasi tempat tinggal sementara. 

Karena itu, jenis asuransi ini sangat penting dimiliki untuk mengatasi risiko murni, risiko khusus, risiko individual, risiko harta, hingga risiko tanggung gugat. 

7. Asuransi proyek

Ketika mengerjakan suatu proyek, risiko tanggung gugat sangatlah mungkin terjadi.

Karena itu untuk meminimalkan dampak risiko tanggung gugat selama masa pengerjaan suatu konstruksi atau proyek, sangat penting kamu terlindungi dengan asuransi proyek. 

Sebab, manfaat asuransi proyek mencakup tanggung jawab hukum pihak ketiga, kecelakaan kerja, kerusakan alat berat, dan lain sejenisnya. 

Kriteria risiko yang ditanggung oleh asuransi

Dari sekian banyak risiko yang ada, ternyata gak semuanya lho ditanggung sama asuransi karena perusahaan asuransi sendiri juga memperkirakan untung dan rugi dalam berbisnis.

Dengan begitu, ada beberapa kriteria risiko yang masuk ke dalam produk asuransi, yaitu:

  • Risiko yang gak bisa diprediksi dan gak disengaja.
  • Bersifat umum dan lumrah terjadi. 
  • Terdapat objek yang bisa dipertanggungkan dalam risiko tersebut, misalnya jiwa, atau kendaraan bermotor.
  • Objek tersebut gak melanggar aturan hukum, misalnya narkoba.
  • Kerugian yang terjadi harus bisa dikonversi ke dalam nominal uang.
  • Premi yang dibayarkan nasabah harus sebanding sama risiko yang ditanggung. Makanya ada batas uang pertanggungan yang bisa kamu ambil.

Mengetahui jenis risiko asuransi itu penting, agar kamu bisa memilih produk yang cocok buat mengelola risiko yang bisa saja terjadi dalam hidup.

Sebelum sepakat untuk membeli, ada baiknya kamu membaca polis secara teliti ya. Ini bisa kamu lakukan dengan membandingkan ratusan polis terbaik secara online di Lifepal.co.id!

Pertanyaan terkait jenis risiko asuransi

Meskipun gak ada yang mau mengalami risiko dalam hidup, tetapi hal tersebut gak mungkin bisa dihindari. Namun jangan panik, ada beberapa langkah buat mengelolanya agar kerugian finansial kamu biar tetap stabil.

  • Menghindari risiko. Menghindari adalah cara yang paling mudah dalam menghadapi risiko. Misalnya kamu ingin menghindari cacat fisik, maka yang perlu kamu lakukan adalah gak memiliki pekerjaan yang berisiko seperti pemadam kebakaran atau pencuci kaca gedung perkantoran. Atau kalau kamu gak mau rumahmu kebakaran, pilihlah rumah yang gak banyak pakai material kayu. Namun, kalau memang sulit melaksanakan cara ini, kamu bisa lanjut ke cara kedua.
  • Mengendalikan risiko. Pengendalian sama dengan mencegah agar jangan sampai terjadi. Misalnya kalau kamu sudah terlanjur punya rumah berbahan kayu dan takut mengalami kebakaran, rajin-rajinlah mengecek kompor dan setrikaan jangan sampai tertinggal dalam posisi hidup. Atau, hindari menyalakan lilin.
  • Menunda risiko. Maksudnya, menunda untuk meminimalkan terjadinya kerugian. Misalnya kalau kamu sedang mengalami banjir di daerah rumah, maka jangan lanjutkan dulu pembangunan atau renovasi rumahmu. Sehingga, kalaupun banjir sampai ke rumahmu, kerugiannya lebih sedikit.
  • Mengalihkan risiko. Seperti yang sudah dibahas, setiap orang bisa mengalihkan risiko yang mungkin ia alami dengan produk asuransi. Syaratnya memang kamu harus bayar premi secara berkala, tapi kalau dihitung-hitung, nominalnya gak seberapa dibandingkan harus menanggung kerugian sendiri.
Ada momen di mana pihak asuransi gak mau nerima klaim yang kamu ajukan. Padahal, kamu merasa klaim asuransi gak bermasalah dan tercantum di dalam polis. Dalam kondisi tersebut, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan, di antaranya:

  • Menagih klarifikasi ke perusahaan, bisa lewat agen, broker, atau langsung menghubungi kantor perusahaan. Berdiskusilah untuk memecahkan masalah secara musyawarah.
  • Jika masih sulit, kamu bisa melapor ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia kok, asalkan klaim kamu di atas Rp750 juta.
  • Kalau masih buntu juga, silakan menyelesaikan sengketa melalui pengadilan.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →