Deposito BPR – Suku Bunga Terbaru dan Simulasi Hitungnya

Deposito BPR

Deposito BPR adalah simpanan berjangka dari Bank Perkreditan Rakyat dengan bunga lebih dari bunga deposito bank umum dan jangka waktu penyimpanan hingga 12 bulan.

Seperti halnya menabung, deposito merupakan sarana investasi yang terbilang aman. Namun, yang membedakan keduanya adalah tingginya suku bunga yang dimiliki deposito dibanding tabungan biasa. 

Kenapa suku bunga BPR lebih tinggi dibanding bank umum? Tingginya suku bunga yang dijamin agar BPR bisa bersaing dengan bank besar dalam menghimpun dana masyarakat.

Selain itu, mayoritas pendanaan kredit BPR yang disalurkan ke sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) dikenai bunga yang relatif tinggi juga. Otomatis ini berpengaruh pada pendapatan bunga yang lebih tinggi untuk dana simpanan. 

Lewat artikel ini, kamu dapat melihat daftar bunga deposito BPR dan melakukan simulasi perhitungan deposito BPR dengan kalkulator yang telah disediakan.

Sekadar diketahui, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi bunga acuan produk perbankan, seperti kredit dan simpanan, termasuk deposito. Berikut ini daftar suku bunga acuan BI dalam beberapa bulan terakhir. 

Periode BI 7-day
18 Maret 2021 3,50%
18 Februari 2021 3,50%
21 Januari 2021 3,75%
17 Desember 2020 3,75%
19 November 2020 3,75%
13 Oktober 2020 4,00%

Perubahan suku bunga acuan ini menjadi penentu naik turunnya suku bunga deposito. Dengan begitu, perubahan besarannya pun bisa berbeda-beda sewaktu-waktu. 

Bunga deposito BPR terbaru 2021

Suku bunga deposito Bank Perkreditan Rakyat memang lebih tinggi dari bunga deposito bank umum. Namun, suku bunga deposito BPR masih dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan tingkat bunga penjaminan periode 25 Februari 2021 – 28 Mei 2021 untuk:

  • bank umum untuk mata uang IDR: 4,25%
  • bank umum untuk mata uang USD: 0,75%
  • BPR: 6,75%

Dikarenakan BPR dilarang untuk dalam kegiatan valas, suku bunga yang berlaku di BPR hanya untuk mata uang rupiah.

Suku bunga deposito Bank Universal BPR

Tenor Bunga deposito Rp5 juta – < Rp100 juta Bunga deposito > Rp100 juta – < Rp1 miliar
1 bulan 6,75% 6,75%
3 bulan 6,75% 6,75%
6 bulan 6,75% 6,75%
9 bulan 6,75% 6,75%
12 bulan 6,75% 6,75%

Suku bunga deposito Bank Bahtera Masyarakat BPR

Saldo 1 bulan 3 bulan 6 bulan  12 bulan
≥ Rp10.000.000 s.d. < Rp50.000.000 4,75% 5,00% 5,25% 5,50%
≥ Rp50.000.000 s.d. < Rp100.000.000 5,25% 5,50% 5,75% 6,00%
≥ Rp100.000.000 s.d. < Rp500.000.000 5,75% 6,00% 6,25% 6,50%
≥ Rp500.000.000 6,00% 6,25% 6,50% 6,75%

Rumus dan simulasi perhitungan deposito BPR

Untuk menghitung bunga deposito gunakan rumus: Bunga Deposito = Dana Deposito x (Bunga Tahunan / 12) * Jumlah Bulan Tenor.

Namun, jangan lupa, bunga deposito dikenakan pajak 20%. Kamu bisa menghitung bunga deposito melalui kalkulator yang tersedia di bawah ini.

Keuntungan dan kekurangan deposito BPR

Di bawah ini beberapa keuntungan dan kekurangan dari deposito Bank Perkreditan Rakyat.

Keuntungan deposito BPR

Kekurangan deposito BPR

Tersedia dalam tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan  Bunga deposito tidak dibayarkan jika pencairan deposito dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo
Bebas perpanjang deposito secara otomatis atau ARO Jika suku bunga deposito di atas penjaminan, dana tidak dijamin LPS 
Bunga dihitung berdasarkan jumlah hari penempatan (1 tahun dihitung 265 hari)
Bunga dapat ditempatkan kembali ke pokok deposito atau ditransfer ke rekening tabungan
Bisa dijadikan jaminan kredit

Bayar premi asuransi unit link mulai dari Rp62 ribu per bulan bisa dapat benefit asuransi plus investasi hingga 160 persen. Beli polis asuransi di Lifepal hemat 25 persen.

Syarat-syarat buka deposito Bank Perkreditan Rakyat

Untuk dapat memiliki rekening deposito di BPR syarat yang diberikan mudah, seperti:

  • Fotokopi identitas diri KTP (WNI), KITAS/Passport (WNA) untuk perorangan. Sementara untuk badan usaha, syaratnya antara lain fotokopi SIUP, TDP, hingga NPWP.
  • Mengisi lengkap formulir aplikasi data penempatan deposito.
  • Fotokopi akta kelahiran.
  • Memiliki rekening tabungan reguler BPR. 
  • Penempatan dana awal ringan minimal Rp2,5 juta. 

Perpanjang jangka waktu deposito BPR dengan ARO

Apa itu ARO? Automatic Roll Over (ARO) merupakan fasilitas yang biasanya diberikan lembaga perbankan untuk produk deposito.

Simpanan berjangka yang menggunakan sistem ARO dimaksudkan untuk memperpanjang jangka waktu secara otomatis. 

Fitur ini sangat cocok buat kamu yang sibuk bila harus mengurus perpanjangan jangka waktu deposito secara langsung. 

Jadi, gampangnya nih, dengan sistem ARO, deposito kamu yang jatuh tempo akan diperpanjang sesuai yang tenor yang dipilih. 

Di sini kamu juga bisa pilih apakah bunga deposito langsung digabung ke dalam pokok perpanjangan atau bunga tersebut dipisah untuk kemudian ditransfer ke rekening lain. 

Kelebihan dari fitur ini adalah kamu gak perlu repot-repot ke bank untuk melakukan perpanjangan. 

Cukup sekali saja saat membuka rekening deposito dan biarkan uang kamu berkembang. 

Konsekuensi pencairan deposito sebelum jatuh tempo

Seperti disebutkan di awal, kalau deposito merupakan produk perbankan berbentuk simpanan berjangka. Di mana pencairan dana baru bisa dilakukan saat jatuh tempo. 

Namun, bukan berarti nasabah yang ingin mencairkan dana sebelum jatuh tempo, gak bisa menarik dananya. 

Dana deposito bisa dicairkan, hanya saja ada konsekuensi yang harus diterima deposan. 

Biasanya bank memberlakukan biaya penalti bagi deposan yang mencairkan dana sebelum waktunya. 

Selain itu, ada juga bank yang memberlakukan hangusnya bunga deposito alias bunga gak dibayarkan. Semuanya tergantung dari kebijakan perusahaan. 

Nah, deposito Bank Perkreditan Rakyat memberlakukan aturan untuk penarikan simpanan sebelum jatuh tempo dikenakan pajak penalti sebesar 2% dari jumlah deposito. Plus bunga yang berjalan sampai tanggal pencairan tidak dibayarkan. 

Pajak deposito BPR

Sebagai salah satu instrumen pasar uang, deposito bisa dibilang paling terkenal dengan keamanannya. Namun, ada pajak deposito di dalamnya. 

Sesuai pada PPh pasal 4 ayat 2, bunga deposito adalah objek pajak. Dengan kata lain, pajak yang dikenakan adalah pajak penghasilan.

Besaran yang dikenakan atas bunga deposito, yaitu 20% untuk nilai deposito di atas Rp7,5 juta. Artinya, total deposito dan bunga yang diterima gak bulat, tapi sudah dikurangi dengan pajak. 

Sementara nilai deposito di bawah Rp7,5 juta gak akan dikenakan pajak atas bunga deposito.

Daftar bunga deposito bank umum di Indonesia

Buat kamu yang ingin membandingkan bunga deposito Bank Perkreditan Rakyat dengan bunga deposito bank umum, kamu bisa mengecek di:

Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang deposito ataupun asuransi? Lihat pertanyaan populer seputar topik tersebut di Tanya Lifepal.

Tanya jawab seputar deposito BPR

Apakah aman menempatkan dana di deposito di BPR?

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memang menawarkan bunga tinggi. Meskipun begitu, menempatkan dana di deposito Bank Perkreditan Rakyat terbilang aman karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan tingkatan bunga penjaminan sebesar 6,75%.

Berapa bunga deposito bank BPR?

Bunga deposito bank BPR beragam, mulai dari minimal 4,75% dan maksimal 6,75%. Cek informasi lengkapnya dalam artikel ini.

Mengapa bunga BPR lebih tinggi dari bank umum?

BPR memberi bunga deposito lebih tinggi karena sebagian besar kreditnya disalurkan ke sektor UKM dengan bunga kredit yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan bank umum. Karena itu, bunga dana simpanan di BPR bisa lebih tinggi dari bank umum.