Apa itu Oversteer Mobil dan Perbedaannya dengan Understeer

apa itu oversteer

Istilah oversteer dan understeer mungkin belum cukup familiar di telinga. Sebab, istilah ini lebih sering digunakan dalam dunia otomotif saat menjelaskan permasalahan pada kendaraan. 

Namun, tidak ada salahnya mengetahui dan memahami apa itu oversteer, penyebabnya, dan bedanya dengan understeer. Dengan begitu, kamu juga bisa mengetahui cara mengatasinya jika suatu saat mobilmu mengalami oversteer atau understeer

Yuk, simak ulasan lebih lengkapnya mengenai pengertian oversteer, perbedaan oversteer vs understeer dalam artikel di bawah ini. 

Apa itu oversteer?

Oversteer adalah kondisi di mana ban belakang mobil kehilangan traksi. Penyebab oversteer yakni ketika mobil dibelokkan dalam kecepatan tinggi sehingga menyebabkan ban mobil belakang kehilangan keseimbangan dan tergelincir. 

Kondisi ini juga sering disebut dengan nge-drift dan lebih sering terjadi pada mobil penggerak roda belakang atau RWD (Rear Wheel Drive), terutama jika kondisi ban belakang sudah aus atau botak, maka risiko terjadinya oversteer akan semakin besar. 

Hal ini tentu dapat membahayakan pengemudi maupun penumpang mobil jika terjadi di jalanan dengan tikungan tajam. Jalanan yang licin juga dapat meningkatkan risiko terjadinya oversteer

Oversteer bisa sangat berbahaya karena bisa membuat mobil berputar. Dilansir dari Morris Bart, oversteer sering terjadi karena kelalaian pengemudi sehingga banyak yang mengakibatkan kecelakaan serius. 

Selain itu, dilansir dari Flow Racers, empat hal ini juga bisa menyebabkan terjadinya oversteer

  • Memasuki tikungan terlalu cepat. Kondisi ini menyebabkan mobil kehilangan traksi di bagian belakang. 
  • Terlalu agresif saat berakselerasi ke sudut jalan. Akselerasi yang dilakukan terlalu cepat dan agresif dapat menyebabkan tenaga di bagian belakang mobil tidak disalurkan ke jalan dengan baik sehingga terjadilah oversteer
  • Melepaskan sudut tengah throttle. Hal ini menyebabkan terjadinya perpindahan bobot ke roda depan sehingga dapat mengganggu keseimbangan mobil.
  • Pengereman tikungan yang dilakukan secara mendadak. Kondisi ini akan menggeser bobot mobil dan menyebabkan bagian belakang mobil kehilangan cengkeraman dengan cepat.
  • Oleh karena itu, sebagai upaya untuk menjaga keselamatan penumpang dan pengemudi saat berkendara, beberapa jenis mobil sudah ada yang dilengkapi dengan fitur keselamatan Vehicle Stability Control (VSC) untuk mencegah terjadinya oversteer maupun understeer, sekaligus menjaga stabilitas mobil ketika menikung dan bermanuver.

    Perbedaan oversteer dan understeer

    Masih banyak yang bingung mengenai perbedaan understeer dan oversteer ini. Intinya, kalau oversteer adalah kondisi di mana ban belakang mobil kehilangan traksi saat mobil dibelokkan dalam kecepatan tinggi sehingga mobil tergelincir, understeer justru kebalikannya. 

    Understeer adalah kondisi di mana mobil sulit untuk dibelokkan akibat roda depan kehilangan traksi dan memasuki tikungan terlalu cepat.

    Kondisi ini menyebabkan mobil tetap bergerak lurus dan tergelincir keluar jalur, meskipun setir mobil sudah diputar penuh. Understeer juga lebih sering terjadi pada mobil penggerak roda depan atau FWD (Front Wheel Drive).

    Berdasarkan penyebab, oversteer disebabkan oleh kondisi ban yang sudah botak atau menipis, jalanan licin, memasuki tikungan terlalu cepat, dan sebagainya. Sementara, penyebab understeer sebenarnya tidak jauh berbeda dengan oversteer, yaitu pengereman mendadak, ban depan terkunci, hingga kondisi ban depan yang sudah botak atau menipis.

    Apabila dilihat dari selip mana yang lebih mudah dikontrol, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, understeer lebih mudah dikontrol dibandingkan oversteer seperti yang dilansir dari Kompas. 

    Hal ini dikarenakan, roda depan merupakan bagian pengendalian mobil sehingga akan lebih mudah dikontrol daripada oversteer. Ketika terjadi oversteer, ban belakang cenderung berputar ke depan seperti ingin menyalip ban depan sehingga bodi mobil menjadi miring dan sulit untuk dikendalikan. 

    Meskipun demikian, baik oversteer maupun understeer, keduanya sama-sama berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. 

    Selain itu, mengetahui perbedaan antara understeer dan oversteer juga sangat penting, karena keduanya memiliki cara mengatasi yang berbeda. 

    Cara mengatasi oversteer

    Di atas kamu sudah memahami pengertian oversteer dan understeer, lalu bagaimana mengatasinya. Jika terlanjur terjadi oversteer, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut ini seperti yang dilansir dari Toyota Astra . 

  • Usahakan agar tetap dalam keadaan tenang 
  • Kurangi injakan pedal gas secara lembut agar ban belakang mendapatkan traksi kembali
  • Lakukan counter putaran kemudi ke arah yang berlawanan atau paling tidak lurus kembali sehingga ban belakang bisa bergerak lurus searah bagian depan mobil
  • Kemudian arahkan kemudi ke sudut belok agar dapat bermanuver kembali
  • Jika mobil tetap sulit dikendalikan, arahkan ke area yang aman dengan permukaan lunak, seperti area berpasir atau rumput untuk menghentikan gerakan mobil.
  • Sementara, jika kamu mendeteksi mobil mengalami understeer, lakukan beberapa cara berikut ini. 

  • Kurangi kecepatan mobil secara perlahan dan posisikan kemudi ke arah mobil melaju
  • Jika kondisi jalanan berbelok, putar sedikit kemudi secara perlahan
  • Jika memang diperlukan, kamu bisa menginjak perlahan rem setelah kecepatan mobil berkurang injak 
  • Selain itu, ada beberapa hal yang harus kamu hindari saat mobil mengalami oversteer maupun understeer, antara lain:

  • Jangan panik karena hal ini akan menyebabkan kamu sulit berpikir jernih untuk mengambil tindakan
  • Jangan menginjak rem mobil secara mendadak karena karena hal ini dapat memperburuk keadaan dan menyebabkan pengemudi kehilangan kontrol pada setir
  • Cara menghindari oversteer

    Oversteer bisa saja dialami oleh siapapun. Namun, kamu bisa menghindari atau paling tidak meminimalisir terjadinya oversteer

    Cara terbaik untuk menghindari kondisi selip ban mobil belakang ini adalah dengan menurunkan kecepatan mobil ketika mendekati tikungan. Ingat, salah satu penyebab mobil mengalami oversteer adalah mobil memasuki tikungan terlalu cepat dalam kecepatan tinggi. 

    Kemudian, kamu juga harus memperhatikan sudut tikungan sehingga dapat memperkirakan kecepatan mobil saat masuk tikungan. Hindari menginjak pedal gas terlalu dalam saat keluar tikungan untuk mencegah ban belakang mendahului ban depan. 

    Selain itu, perhatikan juga kondisi telapak ban, apakah sudah botak dan harus diganti atau masih bagus. Sebab, telapak ban yang masih bagus memiliki daya cengkram yang baik terhadap permukaan jalan. 

    Tips dari Lifepal! Pastikan juga mobil sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan Vehicle Stability Control (VSC) untuk mencegah terjadinya oversteer maupun understeer, sekaligus menjaga stabilitas mobil ketika menikung dan bermanuver. 

    Fitur ini bekerja dengan cara mengurangi kekuatan mesin secara otomatis saat mobil mengalami selip atau kehilangan traksi pada salah satu rodanya. 

    Pada kondisi tersebut, fitur ini akan memberikan pengereman secara efektif pada roda mobil yang paling membutuhkan agar mobil tidak keluar lintasan. 

    Pada kondisi tersebut, fitur VSC akan memberikan pengereman secara efektif pada roda yang paling membutuhkan. Agar nantinya mobil akan tetap melaju ke arah jalur yang pas tanpa melintir atau keluar dari lintasan beloknya. 

    Gunakan perlindungan dari asuransi mobil

    Masalah oversteer hanyalah satu dari sekian banyak risiko berkendara yang mungkin saja terjadi. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perlindungan finansial dengan asuransi mobil yang dapat mengcover biaya perbaikan akibat kecelakaan.

    Asuransi mobil dapat memberikan penggantian biaya servis di bengkel akibat kerusakan kecil maupun besar. 

    Cari tahu di Lifepal rekomendasi asuransi mobil terbaik dan bandingkan sendiri manfaat pertanggungan yang ditawarkan. Dapatkan diskon hingga 20% dan layanan gratis untuk klaim. 

    Bila kamu masih bingung dalam menentukan asuransi kendaraan yang tepat, ikuti kuis dari Lifepal berikut ini. Setelah itu, hitung perkiraan biaya premi asuransinya dengan kalkulator. 

    Pertanyaan seputar oversteer

    Oversteer terjadi ketika ban belakang mobil kehilangan traksi saat mobil dibelokkan dalam kecepatan tinggi sehingga menyebabkan mobil tergelincir. 

    Sementara itu, understeer terjadi ketika ban depan mobil sulit untuk dibelokkan akibat roda depan kehilangan traksi dan memasuki tikungan terlalu cepat sehingga mobil tetap bergerak lurus dan tergelincir keluar jalur.

    Asuransi mobil menanggung biaya perbaikan di bengkel akibat kerusakan yang terjadi akibat kecelakaan, bencana alam dan lain-lain. Asuransi TLO, salah satu satu jenis asuransi mobil bahkan dapat menanggung biaya kerusakan mobil yang rusak parah yang sama dengan atau lebih dari 75%