Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Buat Pasangan Muda

cara mengatur keuangan rumah tangga

Mengatur keuangan rumah tangga yang ideal harus melibatkan dua orang yang saling melengkapi agar sama-sama sepaham tentang bagaimana caranya tidak boros apalagi jika upaya ini dilakukan dengan keadaan masih memiliki penghasilan minim.

Jadi jika dikatakan suami yang fokus bekerja keras mencari uang dan biarkan istri yang pusing memikirkan anggaran rumah tangga di rumah sendirian, maka ideologi semacam ini sudah tidak efektif lagi di era kekinian.

Efektivitas mengenai bagaimana cara kalian berdua mengatur keuangan rumah tangga harus didukung dengan kerja sama dan rasa saling pengertian.

Cara mengatur keuangan dan pengeluaran rumah tangga

Apa saja poin-poin yang kalian berdua sebagai pasangan muda harus perhatikan sebagai cara mengatur keuangan rumah tangga berdua?

1. Sisihkan sebagian gaji untuk investasi, tabungan, dan asuransi

Ibarat slogan “apa pun makanannya, minumnya tetap air”, sama dengan bagaimana pun cara kita mengelola keuangan tetap harus menyisihkan pendapatan untuk disimpan sebagai tabungan.

Selain ditabung, sisihkan juga untuk dana investasi dan membayar premi asuransi untuk mendapatkan jaminan ganti rugi kalau ada musibah.

Jika memungkinkan, cobalah sisihkan sebagian gajimu seperti ini.

  • 15 persen untuk investasi.
  • 10 persen untuk tabungan.
  • 5 persen untuk premi asuransi.

Ketiganya bisa dibilang sebagai tiga penyokong utama untuk mempertahankan keuangan rumah tangga yang ideal. Jadi kalian wajib terapkan ya.

Sebagai gambaran, berapa dana yang kamu perlu sisihkan ke dalam tabungan, coba hitung dengan kalkulator bunga bulanan berikut.

2. Tentukan bujet untuk belanja bulanan

Berbeda saat kita membuat anggaran untuk keuangan pribadi, perihal anggaran rumah tangga harus mendapatkan penanganan ekstra.

Pasalnya, hal ini menyangkut kebutuhan seluruh anggota keluarga.

Dalam hal ini, kita harus cermat dalam menentukan yang mana kebutuhan utama bulanan dan tambahan kita.

Beberapa poin ini adalah contoh anggaran yang termasuk kebutuhan utama.

  • Makan sehari-hari.
  • Tagihan listrik.
  • Tagihan air.
  • Tagihan telepon rumah atau ponsel. 
  • Ongkos transportasi umum.
  • Cicilan rumah.
  • Cicilan kendaraan pribadi.

Mengenai kebutuhan tambahan, di sini sebenarnya ladang kalian untuk berhemat jika memang dirasa tidak terlalu dibutuhkan atau sifatnya yang bukan rutin, misalnya:

  • Belanja pakaian baru.
  • Bujet untuk jalan-jalan berdua.
  • Uang jajan di warung kopi dengan kerabat.

3. Sisihkan berapa pun pendapatan untuk dana darurat

Sesuai namanya, dana darurat sengaja disiapkan untuk membiayai kebutuhan yang mendesak. 

Misalnya, rumah kalian kebanjiran atau kerusakan, maka kamu butuh uang untuk membayar perbaikan. Atau, misalnya kalian kehilangan pekerjaan karena PHK, maka dana darurat bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berapa jumlah uang yang kalian mau sisihkan tiap bulan adalah bebas, namun dana darurat yang ideal adalah tiga kali jumlah rata-rata pengeluaran bulanan untuk satu orang.

Untuk sementara kalian masih hidup berdua, jadi total dana darurat yang aman untuk dimiliki minimal adalah enam kali jumlah rata-rata pengeluaran bulanan.

4. Jangan sampai punya utang di atas 30 persen gaji

Yang namanya utang berarti harus dilunasi ya. Tidak masalah jika harus mencicil, tapi berarti akan menjadi pengeluaran jangka panjang.

Nah agar tidak membebani pengeluaran rumah tangga, pastikan utang kalian tidak melebihi 30 persen dari total gaji bersama.

Kalau sampai lebih dari itu, khawatirnya malah akan menghabiskan sebagian besar pendapatan untuk bayar cicilan utang. Jangan lupa, anggaran bulanan lain tetap harus dipenuhi.

Mungkin saat ini kamu sedang punya utang dan ingin tahu berapa bulan lagi sampai kamu bisa lunasi? Cek dengan kalkulator bunga flat berikut.

5. Manfaatkan kartu kredit secara bijaksana

Pusing dengan begitu banyaknya jenis pengeluaran bulanan? Kalian bisa manfaatkan kartu kredit sebagai alat pembayaran terpadu.

Dengan begitu, kalian bisa fokus di jumlah total di tagihan kartu kredit.

Kadang-kadang ada promo kartu kredit yang menawarkan cicilan 0% atau diskon harga jika bertransaksi pakai kartu kredit. Yang seperti ini bisa dimanfaatkan nih.

Tapi jangan lupa, di dalam sistem pembayaran kartu kredit ada yang namanya bunga kredit dan biaya keterlambatan. 

Bunga kredit diberlakukan jika kita tidak melunasi utang secara tuntas. Berapa pun utang yang tersisa di tagihan kartu kredit akan menjadi objek bunga kredit.

Selain itu, ada juga biaya keterlambatan yang dibebankan kepada pemilik kartu kredit jika sampai terlambat melakukan pembayaran lunas atau cicilan bulanan. Amannya, lakukan pembayaran sebelum tanggal tenggat waktu ya.

6. Beli rumah atau kontrak rumah?

Membeli rumah melalui program KPR dari bank adalah satu cara untuk bisa membeli rumah melalui pembayaran cicilan bulanan yang tidak memberatkan.

Pastikan bahwa pembayaran cicilan rumah tiap bulan tidak melebihi 25% dari total pemasukan agar tidak membebani keuangan kalian dalam jangka panjang. 

Umumnya pembelian rumah melalui program KPR akan menerapkan bunga efektif. Coba hitung berapa kisaran cicilan rumahmu nanti dengan kalkulator bunga efektif berikut.

Tentu jika kalian belum mampu untuk membeli, maka tidak salahnya juga untuk mengontrak rumah untuk sementara.

Andai kalian mendapatkan rumah sewa yang lebih besar dengan jumlah kamar yang lebih banyak, coba pertimbangkan untuk menyewakan kamar-kamar kosong itu.

Uang dari sewa kamar bisa kalian gunakan untuk modal investasi atau disimpan sebagai dana pensiun. Selain itu, lebih bagus lagi jika bisa ditabung atau dimanfaatkan untuk membayar premi asuransi kesehatan. 

Kalau sudah punya asuransi kesehatan, kalian tidak perlu khawatir lagi dengan mahalnya berobat di rumah sakit karena perusahaan asuransi yang akan menanggungnya.

7. Hanya beli barang yang memang dibutuhkan

Poin yang ini masih ada kaitannya dengan bujet belanja bulanan. Jadi, belilah barang-barang yang pasti digunakan, jadi dengan kata lain abaikan jika bukan termasuk kebutuhan utama.

Biasanya saat kalian sedang jalan-jalan atau sedang iseng melihat-lihat situs marketplace, bawaannya ingin belanja barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Tidak masalah jika membeli barang bekas asalkan kondisinya masih layak pakai. Pastinya, kalian bisa berhemat karena harganya yang lebih murah.

8. Pertimbangkan membangun usaha atau bekerja jadi freelance

Tujuannya sudah jelas, yaitu untuk memanfaatkan sebagian dari waktu luang menjadi lebih produktif dan mendapatkan penghasilan tambahan.

Bagi kalian pasangan muda yang belum punya anak, pastinya lagi semangat cari-cari ide untuk membangun usaha atau cari informasi di sana-sini untuk dapat peluang kerja freelance.

Ini kebiasaan yang bagus dan sebaiknya dilanjutkan dalam jangka panjang. 

Di samping adanya peluang dapat penghasilan tambahan, membina usaha sendiri atau menyalurkan hobi lewat kerja freelance adalah satu cara untuk menjaga fokus dan meningkatkan jaringan profesional.

Hasilnya bisa dikatakan bersih bisa untuk ditabung atau diinvestasikan. Jadi apakah waktu santai kita layak dimanfaatkan untuk bekerja, tentu layak dilakukan untuk keluarga.

Hanya saja, jangan diforsir ya. Luangkan juga waktu untuk berduaan dengan pasangan. Walau kalian berdua sama-sama workaholic, hubungan romantisme tetap wajib dijunjung tinggi.

9. Boleh makan di luar, asalkan tetap hemat

Boleh makan di luar, kenapa tidak? Sesekali kalian memang dianjurkan untuk menikmati hasil kerja keras sebulan penuh. 

Tapi bagaimana caranya supaya bisa tetap hemat ya?

Tidak masalah jika kalian mau makan di tempat langganan yang sudah familier dengan harganya ya, tapi bagaimana jika mau coba-coba tempat baru?

Kalau mau coba makan di tempat yang belum pernah didatangi, coba cek dulu harga makanannya secara online, jadi kalian bisa tentukan bujetnya dari rumah.

Buat amannya, tentukan berapa bujet makan kalian berdua dan mulailah cari-cari tempat makan yang cocok dengan pendanaan kalian itu.

10. Masak bekal makan siang sendiri, jadi tidak usah beli 

Bujet makan siang perlu diperhitungkan juga ya. Dalam sehari, berapa dana yang dibutuhkan untuk beli makan siang dan dikalikan 20 hari kerja. Dikali dua lagi jika kalian berdua bekerja.

Kalau mau lebih hemat lagi, kalian bisa membuat makan siang sendiri di rumah. Selain lebih murah, pastinya lebih sehat karena bahan-bahannya dipilih sendiri.

Kalau segan atau jarang sempat memasak sendiri, tidak perlu setiap hari. Setidaknya dengan cara ini, kalian bisa berhemat sedikit.

11. Jalan kaki lebih sehat dan lebih hemat

Beruntung bagi kalian yang rumahnya berdekatan dengan stasiun kereta atau halte angkutan umum, jadi tidak perlu bayar ojek.

Begitu juga semisalnya lokasi kantor tidak terlalu jauh dari stasiun atau halte, jangan malas untuk jalan kaki santai. Lebih nyaman kalau bisa berangkat lebih awal, jadi tidak buru-buru.

Lindungi keuangan rumah tangga dengan asuransi

Sebagai bagian dari cara mengatur keuangan rumah tangga yang ideal, kalian wajib deh punya asuransi karena nyatanya hidup memang penuh dengan risiko, salah satunya risiko keuangan. 

Dalam hal ini, kalian bisa memanfaatkan jasa pengelolaan sekaligus perlindungan finansial dari asuransi untuk menjamin uang tabungan tidak akan terkuras untuk melunasi tagihan darurat.

Misalnya dengan adanya manfaat asuransi kesehatan keluarga, kalian bisa tenang tiap kali harus berobat ke rumah sakit karena tagihan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Sama halnya jika kalian memiliki asuransi jiwa. Jaminan yang ditawarkan dari asuransi jiwa berupa santunan tunai yang bisa dimanfaatkan buat kebutuhan keluarga jika terjadi risiko musibah kehilangan pemasukan.

Khusus untuk melindungi keuangan kalian dari biaya perbaikan rumah andai terjadi musibah kebanjiran atau kebakaran, asuransi properti adalah solusi yang tepat.

Berbeda dengan gaya hidup kita saat masih lajang, kini kebutuhan rumah tangga menjadi prioritas utama kita. Biasakan untuk berdiskusi dengan pasangan agar tercapai rasa saling pengertian dalam menemukan cara terbaik mengatur keuangan dalam rumah tangga.

Landasi cara kalian mengatur keuangan dalam rumah tangga dengan kejujuran

Komitmen kalian berdua untuk hidup bersama sebagai pasangan suami istri selayaknya didukung oleh satu faktor utama, yaitu kejujuran. 

Lebih dari sekadar mengungkapkan perasaan sayang atau berbincang tentang bertemu siapa saja hari ini, kejujuran wajib menjadi landasan saat membahas cara mengelola keuangan juga.

Pasangan adalah belahan hati kita, bukan? Dengan kata lain, kalian berdua adalah satu hati. Jadi jangan ragu, malu, atau segan untuk membahas sisi keuangan lebih mendalam hanya karena satu sama lain merasa sudah saling percaya.

“Saya serahkan soal ini sepenuhnya kepada kamu,” adalah perkataan yang mulia kepada istri terutama jika menyangkut soal memilih merek deterjen atau kepada suami ketika istri tidak mau dipusingkan dengan merek motor apa yang mau dibeli.

Tapi jika menyangkut soal budgeting, tidak boleh serah-serahan begitu deh ya. Kalian berdua harus bisa mengungkapkan sisi kepentingan masing-masing. 

Tidak perlu disembunyikan jika menyangkut soal keinginan atau kebutuhan pribadi demi menghindari ketidaknyamanan selama hidup bersama.

Bagaimana cara yang benar dalam mengatur keuangan rumah tangga?

Cara yang benar dalam mengatur keuangan rumah tangga bisa didukung dengan tiga opsi sistem menabung, yaitu:

  • Rekening tabungan terpisah
  • Rekening tabungan bersama
  • Rekening tabungan bersama dan terpisah

Ketiga opsi tentang bagaimana kalian membagi simpanan bulanan di atas memiliki sisi keuntungan dan kelemahan tersendiri. Mari kita bahas secara lebih mendetail.

Rekening tabungan terpisah

Maksudnya di sini adalah kalian menggunakan rekening bank sendiri-sendiri dalam mengelola keuangan. 

Sebagian pasangan muda berpendapat cara seperti ini memudahkan mereka di masa-masa peralihan dari yang awalnya hidup sendiri kemudian beralih ke dalam kehidupan pernikahan.

Wajar-wajar saja jika kalian berdua saling menyimpan beberapa hal sebagai rahasia saat belum menikah, lalu sekarang baru membuka diri sepenuhnya setelah menikah, termasuk soal keuangan.

Lalu, ternyata di sini kalian menemukan adanya perbedaan gaji yang terpaut jauh atau ternyata pasanganmu memiliki utang-utang yang masih belum dilunasi. Lebih jauh dari itu, dia memiliki pola belanja tertentu yang berbeda dengan sudut pandangmu.

Nah, memiliki rekening tabungan terpisah dipandang dapat memudahkan kalian berdua dalam menyikapi semua perbedaan semacam itu.

Menyikapi rekening tabungan terpisah

Yang menjadi pokok bahasan di sini adalah bagaimana opsi ini bisa menjadikannya sebagai cara yang memudahkan kalian mengatur keuangan dalam rumah tangga. 

Kalau tidak begitu, apa bedanya dengan masa-masa sebelum menikah, bukan?

Jika kalian memutuskan untuk memiliki rekening tabungan terpisah, perhatikan poin-poin ini.

  • Diskusikan secara baik-baik, siapa dari kalian yang bertanggung jawab kepada pembayaran tertentu. Misalnya, kamu yang membayar tagihan listrik dan dia yang membayar anggaran makanan.
  • Buatlah semacam catatan anggaran per bulan. Di sini kalian bisa menentukan apa saja pengeluaran bulanan kalian berdua. Dengan begitu, kalian bisa menelusuri bagaimana menentukan pembagian pengeluaran secara merata.
  • Lebih baik jika kalian menggabungkan seluruh pengeluaran bulanan, kemudian membagi dua. Untuk lebih mudahnya lagi, gunakan sistem pembayaran terpadu dengan kartu kredit. Jadi kalian tidak perlu pusing menjumlahkan ini dan itu secara manual.

Keuntungan memiliki rekening tabungan terpisah

Memiliki rekening tabungan terpisah mungkin terkesan terlalu individualistis, namun di sini kalian bisa mengelola tabungan sendiri sesuai penghasilan yang didapatkan masing-masing.

Cara ini juga bisa menghindarkan kalian dari merasa keberatan dengan kebiasaan pasangan dalam menghabiskan uang untuk berbelanja barang kesukaannya atau mungkin pasanganmu memiliki utang keluarga yang kamu merasa keberatan jika dilibatkan di dalamnya.

Yang terpenting adalah kalian berdua sudah bersepakat dengan bagaimana cara melunasi tagihan bulanan ya. 

Ini faktor yang terpenting agar keuangan rumah tangga kalian bisa berkesinambungan.

Kelemahan memiliki rekening tabungan terpisah

Ribetnya memiliki rekening tabungan terpisah bagi pasangan muda seperti kalian adalah pada saat menentukan siapa yang membayar pengeluaran tertentu karena jumlahnya bervariasi.

Di sini kalian perlu memutuskan, misalnya apakah pasanganmu yang bergaji lebih rendah harus mengurus pembayaran yang lebih murah atau kamu yang tidak memiliki utang dibebani dengan tagihan yang lebih mahal.

Jangan lupa bahwa selain menabung, kalian perlu mempersiapkan dana darurat dan dana pensiun juga, bukan?

Bagaimana jika salah seorang dari kalian terserang penyakit keras dan harus berobat di rumah sakit. Agak canggung saat menunjuk siapa yang harus bayar, bukan?

Belum lagi mempertimbangkan apa investasi yang paling cocok untuk menunjang keuangan rumah tangga dan tabungan pendidikan anak kalian nanti. 

Hal-hal semacam ini akan menjadi tantangan tersendiri jika kalian memutuskan memiliki rekening tabungan terpisah sejak awal.

Jadi sebelum melanjutkan lebih jauh, sebaiknya kalian berdua diskusikan lagi jika tetap ingin menempuh cara ini. 

Tapi setidaknya, sisi terangnya adalah masing-masing bisa mengelola tabungan dan pengeluaran pribadi dengan lebih leluasa. Jangan kaget jika dia sering memberimu hadiah spesial dari uangnya sendiri.

Rekening tabungan bersama

Bagi pasangan muda yang mencari cara mengatur keuangan rumah tangga dengan super sederhana, namun efektif, adalah dengan memiliki rekening tabungan bersama.

Kalian cuma perlu menentukan satu rekening utama yang bisa dikelola bersama-sama. Intinya, semua gaji dan penghasilan tambahan yang ada dimasukkan ke rekening tersebut. Mengatur keuangan menjadi lebih simpel.

Keuntungan memiliki rekening tabungan bersama

Dengan menerapkan rekening tabungan bersama sebagai bagian dari cara kalian mengatur keuangan dalam rumah tangga akan membuat pengelolaan menjadi lebih simpel.

Tidak perlu cemas dengan perubahan harga token listrik, dampak inflasi kepada harga sembako, atau pengeluaran dadakan karena harus membayar tagihan rumah sakit.

Karena semua akan dimasukkan ke recap pengeluaran bersama. Jadi otomatis ya karena pemasukan kalian digabung, jadi pengeluaran pun ditanggung bersama.

Pada dasarnya, tidak ada yang berubah dengan cara pengelolaan keuangan kalian seiring jumlah anggota bertambah dan secara alami pengeluaran meningkat.

Kelemahan memiliki rekening tabungan bersama

Terkadang agak miris saat pasangan kita memiliki dambaan untuk memiliki barang tertentu dan berusaha keras menyisihkan sebagian kecil dari penghasilannya tiap bulan untuk membeli.

Saat tiba momen ketika dia sanggup membelinya, kebetulan kondisi keuangan rumah tangga sedang nge-down, jadinya batal deh belanjanya.

Inilah pengorbanan bagi kalian yang memilih untuk punya rekening tabungan bersama.

Sesekali muncul perasaan bahwa kamu sebagai penyumbang dana yang lebih tinggi sering kali harus menunda untuk membeli barang kesukaan.

Namun pada kenyataan di dalam kehidupan berumah tangga, hal-hal semacam ini sangat wajar. 

Pengorbanan yang kita lakukan untuk pasangan dan anak adalah yang membedakan diri kita yang sekarang dengan yang dulu saat masih lajang.

Tapi mungkin, cara yang satu lagi berikut ini yang paling pas dengan kebutuhan kalian berdua.

Rekening tabungan bersama dan terpisah

Rekening tabungan bersama dan terpisah memungkinkan kalian untuk mendapatkan keuntungan yang lebih lengkap.

Jadi semua intinya semua pemasukan disimpan di satu rekening utama dan di samping itu masing-masing dari kalian menyimpan sebagian kecil uang ke rekening pribadi.

Maksud dari simpanan di rekening pribadi di sini bukan secara diam-diam ya. Jangan lupa bahwa kejujuran adalah poin utama untuk menunjang kehidupan berumah tangga.

Jadi coba bicarakan berapa persen dari gaji masing-masing atau gabungan gaji berdua yang bisa disimpan di rekening pribadi. Jauh lebih adil seperti itu, bukan?

Keuntungan memiliki rekening bersama dan terpisah

Sepertinya dari permukaan saja sudah bisa ditebak cara mengatur keuangan rumah tangga yang ini sangat menguntungkan kedua pihak.

Di sini kalian tetap mengutamakan kepentingan keluarga dan selepas tanggung jawab selesai, kalian seakan-akan memiliki opsi untuk menikmati diri sendiri dengan tabungan pribadi.

Jadi jika ada keinginan tersembunyi untuk membeli barang kesukaan yang mahal sekalipun, kita berhak membelinya karena kita sudah berusaha menabung sendiri.

Bagi pasangan yang romantis, kalian bisa memanfaatkan tabungan pribadi untuk membelikan hadiah kejutan. Senangnya dobel deh ya, tagihan bulanan lunas dan dapat hadiah juga dari dia.

Kelemahan memiliki rekening bersama dan terpisah

Sebagian pengeluaran rumah tangga ada yang bersifat tetap dan fleksibel. Hal ini harus dibahas secara gamblang dengan pasangan.

Sebagaimana kepentingan keluarga memang harus diutamakan, sering kali keinginan pribadi harus mau ditunda. 

Sesekali kesepakatan kalian untuk menyisihkan uang untuk tabungan pribadi harus dialihkan ke rekening utama untuk menutup pengeluaran tambahan. 

Apalagi, tabungan pribadi yang sudah dijaga baik-baik selama beberapa bulan harus rela diambil semuanya untuk menutup tagihan darurat. Berat deh rasanya ya?

Kesimpulan dari cara mengatur keuangan di dalam rumah tangga

Kalian pasti memiliki preferensi tersendiri tentang bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga yang ideal, baik sebagai individu atau pasangan. Pastikan saja bahwa visi kalian sama.

Untuk mencapai kesepahaman tersebut, jangan ragu untuk mendiskusikannya secara terbuka dan jujur. Selama dilandasi niat yang baik, hasil yang baik pun akan mengikuti.

Selesaikan pembayaran untuk kebutuhan dan utang yang sifatnya wajib dengan memasukkannya ke dalam sistem yang terjadwal. Lebih baik lagi jadikan autodebet agar tidak terkena denda.

Selain mengurus pengeluaran, jangan kesampingkan kebutuhan untuk mempersiapkan dana darurat, dana pensiun, dan investasi sebagai upaya mendapatkan tambahan penghasilan. 

Mengenai hal-hal yang sifatnya tidak terduga, seperti biaya tagihan berobat ke rumah sakit, biaya perbaikan rumah, atau risiko kehilangan pekerjaan sebaiknya mulai diantisipasi dari sekarang.

Jika kamu ingin bertanya atau berkonsultasi mengenai tips perencanaan keuangan keluarga yang ideal, coba ajukan saja pertanyaanmu di Lifepal.

FAQ seputar cara mengatur keuangan rumah tangga

Untuk menjamin kondisi keuangan yang stabil pada saat ini dan masa depan, utamanya kamu dan pasangan harus memiliki tiga hal berikut.

  • Uang tabungan untuk digunakan pada masa-masa mendesak.
  • Investasi sebagai sumber penghasilan di samping gaji.
  • Asuransi untuk melindungi keuangan dan aset.
Rekening terpisah cocok bagi pasangan yang menghormati privasi. Masing-masing bisa lebih leluasa mengatur kebutuhan pribadi. Namun kelemahannya, sulit untuk menyusun anggaran yang sifatnya jangka panjang.

Rekening gabungan akan memudahkan pengelolaan pemasukan dan pengeluaran karena aliran dana berada di satu rekening saja sehingga pengelolaan anggaran jangka pendek dan panjang menjadi lebih simpel. Namun kelemahannya, kebutuhan keluarga menjadi nomor satu sehingga kebutuhan pribadi kerap terabaikan.

Saat kita telah terikat dengan komitmen untuk hidup bersama dengan pasangan, maka sewajarnya sejak itu kita wajib mengedepankan kebutuhan dibandingkan keinginan.

Maka jika kita berupaya membeli barang yang sifatnya hiburan atau bukan prioritas, maka sebaiknya menabung dulu. Jika kamu harus berutang, pastikan bahwa memang kamu tidak memiliki uang tunai untuk membayar lunas dan benda/jasa yang kamu beli bersifat urgen.

Batasi total utangmu hingga maksimal 30 persen dari total gaji bersih berdua sehingga cicilannya nanti tidak memberatkan pengeluaran rutin.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →