7 Pilihan Bunga KPR Terendah dan Terbaik 2020!

Begini lho cara dan syarat bagi kamu yang pengin kredit kepemilikan rumah

Harga rumah yang melonjak setiap tahunnya bikin geleng-geleng kepala. Kalau naik terus bagaimana membelinya? Apalagi bila pakai KPR, berapa bunga KPR dari setiap bank?

Menjawab kegundahan tersebut, program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memberikan program pembiayaan rumah secara mengangsur dalam tenor tertentu. Tenor KPR biasanya dimulai dari 1-25 tahun, tergantung dari kesanggupan calon pembeli. 

Sudah banyak bank BUMN maupun bank swasta di Indonesia yang menyediakan program KPR. 

Berikut ini 8 rekomendasi bank yang menawarkan program bunga KPR rendah terbaik di tahun 2020! 

1. KPR Niaga Take Over – 6,50% fixed 3 tahun 

bunga kpr

Kalau kamu memilih CIMB Niaga, mereka memiliki program cicilan dengan suku bunga KPR paling ringan,  yaitu di bawah tujuh persen tetap selama tiga tahun. Adapun nasabah harus berpendapatan minimal Rp5 juta per bulan dan berusia min 21 tahun. 

Artinya, cocok untuk calon nasabah yang sudah mengambil KPR dari bank lain dan ingin mengalihkan KPR tersebut di tengah masa tenor ke bank Niaga dengan bunga yang lebih rendah. 

Berikut fitur yang ditawarkan: 

  • Jumlah sisa pinjaman sebelumnya: Rp300 juta hingga Rp30 miliar atau 70% dari harga properti. 
  • Masa atau tenor take over: 8 hingga 25 tahun. 
  • Cicilan sebelumnya: min Rp500 ribu. 
  • Suku bunga fixed 3 tahun: 6,50%

Berikut ini simulasi dan tabel iuran KPR Niaga Take Over: 

  • Sisa pinjaman: Rp600 juta
  • Suku bunga fixed (3 tahun): 6,50%
  • Suku bunga floating: 11%*

 

Tenor  Cicilan Per Bulan
8 tahun  10 tahun 15 tahun 20 tahun  25 tahun 
Cicilan 3 tahun awal Rp8.031.740 Rp16.812.879 Rp5.226.644 Rp4.473.439 Rp4.051.243
Cicilan selanjutnya Rp8.925.082 Rp7.855.724 Rp6.539.325 Rp5.986.016 Rp5.723.501

*perkiraan

2. KPR BNI Griya – 6,75% fixed 2 tahun 

KPR BNI Griya cocok banget untuk nasabah yang membutuhkan besaran kredit atau plafon dengan nilai tinggi. 

Sebab, plafon yang ditawarkan hingga Rp5 miliar dengan suku bunga. Bahkan, di bawah tujuh persen selama dua tahun! 

Berikut fitur yang ditawarkan:

  • Besar atau plafon pinjaman: Rp100 juta hingga Rp5 miliar. 
  • Masa atau tenor pinjaman: hingga 25 tahun. 
  • Suku bunga fixed 2 tahun: 6,75% per tahun. 
  • Suku bunga efektif fixed: 7,75% di tahun selanjutnya. 

Berikut ini simulasi dan tabel iuran KPR BNI Griya:

  • Harga rumah: Rp1,2 miliar
  • Uang muka: 15%
  • Suku bunga fixed (2 tahun): 6,75%
  • Suku bunga efektif fixed: 7,75%
Tenor  Cicilan per Bulan
10 tahun  15 tahun 20 tahun 25 tahun 
Cicilan 2 tahun awal Rp11.712.060 Rp9.026.077 Rp7.755.713 Rp7.047.298
Cicilan selanjutnya Rp12.145.793 Rp9.536.915 Rp8.326.420  Rp7.668.112

3. KPR BCA Fix & Cap – 8,00% fixed 3 tahun 

KPR BCA Fix & Cap menerapkan sistem suku bunga gabungan antara tetap atau fixed dan cap yang artinya bunga KPR dibatasi pada nilai maksimum. 

Berikut fitur yang ditawarkan: 

  • Besar atau plafon pinjaman: Rp312.500.000 hingga Rp5 miliar atau 70% dari harga rumah. 
  • Masa atau tenor pinjaman: hingga 20 tahun. 
  • Uang muka: min 15% dari total plafon.
  • Suku bunga fixed & cap: 
    • 3 tahun suku bunga fixed  8,00% per tahun. 
    • 2 tahun suku bunga cap 9,00% per tahun. 

Berikut ini simulasi dan tabel iuran KPR BCA Fix & Cap:

  • Harga rumah: Rp600 juta 
  • Uang muka: 15%
  • Suku bunga fixed (3 tahun): 8,00%
  • Suku bunga cap: 9%
Tenor  Cicilan per Bulan
5 tahun  10 tahun 15 tahun 20 tahun 
Cicilan 3 tahun awal Rp10.340.961 Rp6.187.707 Rp4.873.826 Rp4.265.844
Cicilan selanjutnya Rp10.445.555 Rp6.387.344 Rp5.124.070 Rp4.553.384

4. KPR BTN Platinum- 8,88% fixed 5 tahun 

Jika umumnya bank hanya menetapkan suku bunga KPR tetap selama 3 tahun, Bank BTN berani memberikan bunga fixed hingga 5 tahun! Tentu ini menjadi keuntungan tersendiri untuk para nasabahnya! 

Berikut fitur yang ditawarkan: 

  • Besar atau plafon pinjaman: Rp250.000.000 hingga Rp1,5 miliar 
  • Suku bunga fixed 5 tahun: 8,88% per tahun
  • Masa atau tenor pinjaman: hingga 25 tahun.

Berikut ini simulasi dan tabel iuran KPR BTN Platinum: 

  • Harga rumah: Rp800 juta
  • Uang muka: 15%
  • Suku bunga fixed (5 tahun): 8,88%
  • Suku bunga floating: 11%*
Tenor  Cicilan Per Bulan
10 tahun  15 tahun 20 tahun 25 tahun 
Cicilan 5 tahun awal Rp8.569.853 Rp6.848.555 Rp6.065.755 Rp5.650.761
Cicilan selanjutnya Rp9.001.348 Rp7.485.592 Rp6.845.439 Rp6.538.678

*perkiraan

5. KPR Bukopin – 8,88% fixed 2 tahun

Memiliki besaran suku bunga KPR tetap yang sama dengan bank sebelumnya, Bukopin memberikan jangka waktu bunga fixed selama dua tahun. Adapun besaran plafon pinjaman yang diberikan cukup besar. 

Berikut fitur yang ditawarkan: 

  • Besar atau plafon pinjaman: Rp100 juta hingga Rp10 miliar
  • Suku bunga fixed 2 tahun: 8,88% per tahun
  • Masa atau tenor pinjaman: 1-20 tahun

Berikut ini simulasi dan tabel iuran KPR Bukopin:

  • Harga rumah: Rp800 juta
  • Uang muka: 15%
  • Suku bunga fixed (2 tahun): 8,88%
  • Suku bunga floating: 11%*
Tenor  Cicilan per Bulan
5 tahun  10 tahun 15 tahun 20 tahun 
Cicilan 2 tahun awal Rp14.076.111 Rp8.569.853 Rp6.848.555 Rp6.065.755
Cicilan selanjutnya Rp14.517.235 Rp9.228.040 Rp7.637.407 Rp6.954.341

*perkiraan

6. KPR Mandiri Milennial – 8,99% fixed 5 tahun 

Kredit pemilikan rumah dari Mandiri ini ditujukan khususnya untuk kaum milenial, di mana pihak bank memberi keringanan nasabah gak perlu membayarkan uang muka di awal pinjaman. 

Suku bunga KPR Mandiri yang dihadirkan juga cukup bersaing. Namun, untuk bunga floating terbilang tinggi. 

Berikut fitur yang ditawarkan: 

  • Besar atau plafon pinjaman: Rp200 juta hingga Rp3 miliar atau maksimal 70% dari harga properti. 
  • Suku bunga fixed 5 tahun: 8,99% per tahun
  • Suku bunga floating: 12,50% per tahun. 
  • Masa atau tenor pinjaman: 10-25 tahun
  • Uang muka: 0%

Berikut ini simulasi dan tabel iuran KPR Mandiri Milenial: 

  • Harga rumah: Rp600 juta
  • Uang muka: 0%
  • Suku bunga fixed (5 tahun): 9,15% untuk min tenor 10 tahun 
  • Suku bunga fixed (5 tahun): 8,99% untuk min tenor 15 tahun
  • Suku bunga floating: 12,50%*
Tenor  Cicilan per Bulan
10 tahun 15 tahun 20 tahun  25 tahun
Cicilan 5 tahun awal Rp7.649.340 Rp6.082.031 Rp5.394.498 Rp5.031.070
Cicilan selanjutnya Rp8.261.364 Rp7.030.901 Rp6.559.162 Rp6.357.592

*perkiraan

7. KPR BRI – 9,75% fixed 3 tahun 

Kredit pemilikan rumah BRI ditujukan untuk nasabah yang ingin membeli properti baik dalam kondisi baru, bekas, refinancing, top up, pembangunan, renovasi, dan take over dari bank lain. 

Berikut fitur yang ditawarkan:

  • Besar atau plafon pinjaman: Rp100 juta hingga Rp5 miliar. 
  • Masa atau tenor pinjaman: 5 hingga 20 tahun. 
  • Suku bunga fixed 3 tahun: 9,75% per tahun. 

Berikut ini simulasi dan tabel iuran KPR BRI: 

  • Harga rumah: Rp1 miliar
  • Uang muka: 15%
  • Suku bunga fixed (3 tahun): 9,75% per tahun. 
  • Suku bunga floating: 11,00%*
Tenor  Cicilan per Bulan
5 tahun 10 tahun 15 tahun  20 tahun
Cicilan 3 tahun awal Rp17.955.607 Rp11.115.471 Rp9.004.583 Rp8.062.393
Cicilan selanjutnya Rp18.181.161 Rp11.554.184 Rp9.560.367 Rp8.703.422

*perkiraan

Suku bunga acuan KPR dari Bank Indonesia [TERBARU]

Adapun suku bunga acuan dari Bank Indonesia atau BI 7-Day (Reverse) Repo Rate, mengalami penuruan seperti berikut ini:

Tanggal Suku bunga acuan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate (%)
14 April 2020 4,50
20 Februari 2020 4,75
23 Januari 2020 5,00
19 Desember 2019 5,00
21 November 2019 5,00
24 Oktober 2019 5,00
19 September 2019 5,25
22 Agustus 2019 5,50
18 Juli 2019 5,75
20 Juni 2019 6,00
16 Mei 2019 6,00

Hal lain yang perlu diperhatikan soal KPR

Meski pun namanya kredit, kamu tetap saja harus menyerahkan uang muka atau DP ke pihak bank. Lalu, sisanya bakal dilunasi oleh pihak bank ke pengembang atau si penjual rumah. Apabila KPR diterima, hubunganmu dengan si penjual pun telah terputus, dan beralih ke pihak bank. Kamu gak lagi memiliki tanggung jawab melunasi sisa cicilan ke pengembang atau penjual rumah, melainkan ke pihak bank selama tenor yang dipilih. Perlu diingat, membayar cicilan per bulan ke bank bakal dikenakan bunga. Jadi kalau kamu memutuskan untuk KPR, berarti telah memiliki kesepakatan untuk membayar lebih harga rumah yang nantinya bakal menjadi tempatmu berteduh.

  • KPR Konvensional. Sejauh ini yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah KPR Konvensional. KPR ini dikeluarkan oleh perbankan, namun bunga cicilannya mengikuti acuan suku bunga Bank Indonesia. Seandainya suku bunga turun, cicilannya pun mengalami penurunan. Namun, jika suku bunga mengalami kenaikan, ya kamu sebagai nasabah mau gak mau mesti membayar cicilan yang ikut naik.
  • KPR Syariah. Sama dengan KPR Konvensional, KPR Syariah juga diselenggarakan oleh bank-bank swasta atau BUMN. Tapi, tingkat cicilannya menggunakan bunga flat. Artinya, dari awal sampai lunas, di pembeli rumah bakal membayar cicilan yang sama, gak terpengaruh suku bunga BI.
  • KPR Subsidi. KPR Subsidi merupakan program kredit rumah yang dananya dibantu oleh pemerintah. Rumah KPR Subsidi biasanya lebih murah dari Konvensional dan Syariah, tapi program ini ditujukkan untuk masyarakat yang berada di kalangan menengah ke bawah.
Uang muka atau DP KPR sebenarnya telah diatur oleh Bank Indonesia. Pembelian rumah pertama dan pembelian rumah kedua memiliki besaran uang muka yang berbeda pastinya. Bank Indonesia sempat memberikan batas minimal uang muka untuk pembelian rumah pertama sebesar 30 persen dari harga rumah dan 50 persen untuk pembelian rumah kedua. Pada Juli 2018, Bank Indonesia telah merevisi peraturan tersebut menjadi nol persen untuk pembelian rumah pertama. Syaratnya, down payment ini hanya berlaku untuk pembelian rumah sederhana tipe 21-70. Sementara untuk kepemilikan rumah kedua, pada bulan Desember 2019 lalu, Bank Indonesia juga telah memberikan keringanan uang muka rumah tipe 21-70 menjadi 10 persen dari harga rumah. Nah, untuk soal uang muka, sebenarnya Bank Indonesia telah menyerahkan sepenuhnya ke pihak bank pemberi KPR. Bank bebas menentukan sendiri seberapa besar uang muka yang disyaratkan ke calon nasabah, bisa 0 persen, 1 persen, 5 persen, sampai 10 persen.

  • Flat, maksudnya bunga yang dibayarkan dari awal cicilan sampai akhir sama, tidak berubah. Artinya, besaran cicilan yang kamu bayarkan setiap bulan sama. Contohnya, jika kamu setiap bulan sepakat untuk membayar cicilan 4 juta, maka sampai lunas atau sampai periode tertentu yang disepakati bersama bank, kamu hanya perlu membayar Rp 4 juta per bulan. Biasanya yang menerapkan hal ini adalah KPR jenis Syariah.
  • Floating, memiliki besaran bunga yang fluktuatif, bergantung dari suku bunga Bank Indonesia. Bisa saja di tahun pertama bunga kamu 10 persen, tapi di tahun berikutnya 13 persen. Tapi, kalau suku bunga BI turun, bunga KPR kamu juga mengikuti penurunan. Jadi cicilannya sedikit lebih ringan dibandingkan cicilan sebelumnya. Untuk saat ini, bank kadang memberlakukan bunga gabungan sebagai program promosi mereka. Misalnya, pemohon bisa menikmati promo bunga flat selama lima tahun, tapi-tahun berikutnya.

  • Batas minimal usia pemohon 21 tahun
  • Atau usianya gak lebih dari 55 tahun saat tenor berakhir bagi karyawan, dan 65 tahun bagi wirausahawan dan profesional
  • Memiliki pendapatan yang tetap
  • Minimal sudah bekerja selama dua tahun, baik untuk karyawan maupun profesional
  • Tidak memiliki masalah berkaitan dengan finansial, misalnya masuk dalam daftar hitam kredit macet.

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi NPWP dan SPT Paja
  • Fotokopi Akta Kelahiran
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Surat Nikah bila sudah berkeluarga
  • Fotokopi Ijazah
  • Fotokopi rekening koran (tiga bulan terakhir)
  • Fotokopi slip gaji
  • Fotokopi Surat Keterangan Kerja

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi NPWP dan SPT Pajak
  • Fotokopi Akta Kelahiran
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Surat Nikah bila sudah berkeluarga
  • Fotokopi Ijazah
  • Fotokopi rekening koran tiga bulan terakhir
  • Fotokopi rekening koran perusahaan tiga bulan terakhir
  • Fotokopi dokumen-dokumen izin usaha, seperti SIUP, TDP, NPWP perusahaan
  • Fotokopi SK domisili perusahaan

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi NPWP dan SPT pajak
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Surat Nikah bisa sudah berkeluarga
  • Fotokopi Akta Kelahiran
  • Fotokopi Ijazah terakhir
  • Fotokopi rekening koran tiga bulan terakhir
  • Fotokopi rekening perusahaan tiga bulan terakhir
  • Fotokopi laporan keuangan dua tahun terakhir
  • NPWP Badan
  • Surat Izin Praktek

  • Sertifikat kepemilikan rumah
  • Izin Mendirikan Bangunan
  • Pajak Bumi dan Bangunan
  • Surat tanda jadi dari penjual yang menyatakan setuju menjual rumah tersebut

  • Pilih rumah yang ingin dibeli
  • Tentukan bank mana yang pengin kamu pilih untuk pengajuan permohonan KPR. Kalau bisa pilih bank yang memiliki tingkat bunga rendah dan penawaran promo menarik.
  • Persiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR, termasuk formulir pengajuan dari bank yang bersangkutan
  • Pihak bank kemudian bakal melakukan pengecekan terhadap rekam jejak kamu sebagai pemohon (dalam tahap ini, permohonan kamu bisa disetujui atau ditolak)
  • Jika disetujui, proses lanjut ke akad kredit
  • Saat akad kredit kamu diminta untuk menyerahkan uang muka dan bank akan melunasi biaya kekurangannya
  • Selesai, kamu tinggal bayar cicilannya per bulan sesuai tenor yang diberikan.

Beberapa penyebab kenapa KPR ditolak 

Perlu diingat kembali, bahwa proses permohonan KPR ke bank tidak selamanya disetujui. Dalam beberapa kasus, bank memiliki wewenang untuk menolak permohonan kredit calon nasabah. 

Berikut ini, beberapa kasus yang menyebabkan permohonan Kredit Pemilikan Rumah ditolak, 

1. Dokumen persyaratan kurang lengkap 

Jangan harap KPR diterima kalau melengkapi dokumen persyaratan saja malas-malasan. Sebelum mengajukan, pastikan dulu kalau semua dokumen sudah kamu kumpulkan. Kan percuma saja kalau kamu sudah bolak-balik ke bank tapi ternyata ditolak. 

2. Memiliki rekam jejak kredit yang macet 

Salah satu indikator KPR diterima adalah lolos BI checking. Proses ini dimaksudkan untuk menelusuri riwayat kredit kamu selama 24 bulan terakhir. Jadi kalau kamu masih punya kredit macet, segera lunasi tanggung jawab tersebut sebelum mengajukan KPR.

3. Tidak memenuhi persyaratan umum 

Misalnya, kamu bekerja baru kerja lima bulan, tapi sudah mencoba mengajukan permohonan KPR ke bank. Kemungkinan besar permohonan kamu bakalan ditolak. Karena di persyaratan umum disebutkan kalau pemohon minimal sudah bekerja selama dua tahun. 

4. Gaji bulanan yang dinilai tidak mencukupi 

Sebenarnya tidak ada patokan, berapa gaji yang dimiliki oleh calon nasabah KPR untuk mengajukan permohonan. Tapi, bank biasanya melihat cicilan KPR sekitar 30-40 persen dari gaji pemohon. Jika melebihi 40 persen, besar kemungkinan cicilan bakal ditolak. 

Misalnya, cicilan KPR Rp 3 juta per bulan, supaya aman gaji kamu harus minimal Rp 9-10 jutaan.

Itulah beberapa informasi tentang Kredit Pemilikan Rumah yang wajib kamu ketahui. Semoga artikel ini bisa memandu kamu mendapatkan rumah idaman untuk keluarga! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →