Ini 7 Cara Cepat Mencari Kerja Setelah Lulus Kuliah

cara mencari kerja

Setelah menyelesaikan kuliah, fokus selanjutnya dalam hidup adalah bagaimana cara mencari kerja. Kalau kamu pengin segera dapat pekerjaan, ada beberapa cara mencari kerja yang bisa kamu terapkan.

Seiring dengan meningkatnya peran teknologi, cara mencari kerja sekarang makin mudah. Kamu bisa langsung menyebar CV-mu melalui internet atau aplikasi-aplikasi khusus pekerjaan. 

Selain menggunakan cara cepat tersebut, usaha yang kamu lakukan juga berperan penting dalam memperoleh pekerjaan impian. Apalagi, susahnya mendapatkan pekerjaan karena kamu harus bersaing dengan ribuan job seeker lainnya di luar sana.

Nah, buat kamu yang hendak lulus atau baru saja lulus kuliah, gunakan deh cara-cara cepat ini agar langsung dapat pekerjaan. Yuk disimak.

1. Perluas koneksi

Cara mencari kerja pertama yang bisa dilakukan ialah memanfaatkan waktumu sebagai mahasiswa untuk mencari relasi sebanyak mungkin. Hal ini tentu saja akan sangat bermanfaat agar kamu bisa mendapat pekerjaan dengan cepat dan mudah. 

Misalnya, kamu bisa menjalin relasi dengan kakak tingkat atau teman dari universitas lain. Saat mereka mendapatkan pekerjaan yang bagus, kamu pun bisa kecipratan. Minimal, kamu bisa mendapatkan info tentang lowongan pekerjaan lebih cepat dibandingkan orang lain. 

Sehingga, kamu bisa mempersiapkan diri dengan baik. Terlebih jika kakak tingkat atau temanmu ini memiliki posisi yang bagus dalam perusahaan, mungkin namamu bisa masuk ke dalam rekomendasi mereka. Tapi, tetap harus berusaha, ya!

Penting untukmu menjaga hubungan baik dengan teman-temanmu. 

2. Meningkatkan skill

Selain relasi yang luas, kamu juga bisa meningkatkan skillmu yang bisa menjadi nilai tambah saat kamu melamar pekerjaan. Setidaknya kamu harus memiliki skill dasar seperti kemampuan sosial, berbicara di depan orang, bisa bekerja sama dengan tim, kemampuan berbahasa, hingga kemampuan manajemen waktu. Skill dasar ini tentu akan dilirik HRD saat kamu memulai tes atau wawancara. 

Gak hanya skill dasar, kamu juga bisa mengembangkan skill tambahan lain sesuai dengan jurusanmu, seperti menulis jika kamu ingin mendaftar sebagai jurnalis atau content writer. Skill ini bisa menjadi nilai plus di mata user dan HRD. 

3. Registrasi diri ke portal pencarian kerja sebanyak mungkin

Kemajuan teknologi dengan munculnya internet yang dilanjutkan dengan hadirnya smartphone begitu memudahkan hidup banyak orang. Itu juga yang dirasakan banyak orang saat mencari pekerjaan. Mereka gak perlu lagi datang dari kantor ke kantor buat menaruh surat lamaran.

Ditambah lagi, banyaknya orang-orang yang mencari kerja dimanfaatkan sebagai peluang dengan munculnya portal-portal pencarian kerja. Kamu pun juga bisa memanfaatkan kehadiran portal-portal tersebut dengan meregistrasikan diri atau terdaftar memiliki akun di portal tersebut.

Ada beberapa portal pencarian kerja yang bisa kamu manfaatkan. Mulai dari Glints, Qerja, Urbanhire, Jora, Jobstreet, JobsDB, Indeed, Jobscdc, Job-Like, Loker, Karir, Jobindo, hingga Jobfinder. Kamu juga bisa memanfaatkan Linkedin agar memudahkan HR dalam menemukanmu.

4. Terus apply job yang tersedia

Biar cepat dapat pekerjaan, apply satu job aja masih belum cukup. Kamu mesti apply banyak job sebagai cara cepat supaya harapanmu buat dapat pekerjaan bisa terwujud.

Selama ini gak sedikit job seeker yang berpikir apply satu job aja udah cukup. Jadi, menurut mereka buat apa juga apply banyak lowongan pekerjaan.

Kalau kamu punya pikiran demikian, mulai dari sekarang ubah deh pikiran tersebut. Berpikirlah realistis kalau berharap pada satu job kadang-kadang bisa bikin kecewa.

5. Ikut job fair di kampus

Keberadaan event semisal job fair tentunya turut membantu para job seeker buat mendapatkan pekerjaan. Banyak yang menilai kalau ikut job fair menjadi cara cepat agar meraih pekerjaan impian.

Namun, ada baiknya kamu mengikuti job fair yang diselenggarakan di kampus-kampus. Sebab perusahaan-perusahaan yang ikutan job fair di kampus menerima banyak fresh graduate.

Adanya info job fair ini gak gitu aja langsung datang ke kamu. Soalnya buat mendapatkan informasi tersebut, kamu juga dituntut aktif mencarinya.

6. Buat CV yang up to date dan jelas

Tanpa disadari banyak job seeker, terutama yang fresh graduate, gak lolos seleksi administrasi. Gara-garanya CV yang mereka berikan selain ketinggalan zaman juga gak memuat informasi yang jelas.

Buat bikin CV yang up to date, kamu gak usah khawatir. Sekarang ini banyak kok template CV yang bertebaran di internet. Udah gitu gak sedikit juga yang disediakan cuma-cuma alias gratis.

Intinya, dalam mengisi CV, kamu harus menyampaikan informasi sejelas-jelasnya. Misalnya aja informasi yang disampaikan singkat, padat, dan jelas. Kemudian cantumkan IPK, pengalaman magang, dan usahakan gak ada kesalahan dalam penulisan.

Berikut hal wajib yang harus kamu tulis dalam CV-mu.

  • Data pribadi meliputi nama lengkap, alamat domisili, alamat email, hingga nomor telepon yang aktif dan bisa dihubungi. 
  • Deskripsi soal dirimu yang singkat, padat, dan menarik
  • Pendidikan terakhirmu
  • Pelatihan yang sudah kamu ikuti
  • Pengalaman kerja, misalnya menjadi volunteer atau freelance bagi kamu yang baru saja lulus
  • Keahlian yang kamu punya, sebutkan semuanya
  • Prestasi
  • Pengalaman organisasi

Agar CV bisa dilirik oleh recruiter, kamu juga harus memperhatikan penampilan CVmu. Pastikan bahwa desain CV-mu juga eye-catching, ya! 

Berikut poin penting yang harus kamu perhatikan saat mendesain CV:

  • Template usahakan yang minimalis saja, gak usah dengan desain aneh-aneh yang malah membuat recruiter pusing membacanya
  • Pastikan menggunakan huruf standar saja, misal arial atau montserrat. Gak perlu menggunakan huruf latin atau kekinian
  • Ukuran huruf juga harus jelas, gak boleh terlalu kecil atau terlalu besar
  • Pastikan menggunakan warna-warna pastel saja, jangan terlalu mencolok mata.

Lalu, pastikan bahwa CV yang kamu buat maksimal 2 lembar saja, lebih baik lagi jika CV-mu hanya 1 lembar. Hal ini memudahkan recruiter untuk melakukan screening CV-mu. Jika terlalu banyak dan bertele-tele, tentu akan membuat recruiter melewatkan CV-mu.

7. Apply di perusahaan yang baru berdiri asalkan…

Sebenarnya, boleh-boleh aja apply di perusahaan yang baru berdiri. Cuma dianjurkan sebaiknya apply di perusahaan yang sudah mapan alias perusahaan besar.

Bekerja di perusahaan besar selain memengaruhi reputasi karena nama perusahaan, di sana kamu bisa membangun pertemanan dengan banyak orang berpengalaman.

Namun, jangan diartikan bekerja di perusahaan yang baru berdiri gak ada untungnya ya. Di perusahaan baru kamu bakal belajar banyak hal. Ditambah lagi kamu bisa memegang beberapa tanggung jawab sekaligus.

Berat? Emang benar beban kerjanya bakal berat. Tapi, pengalaman yang kamu dapat jadi modal yang berarti nantinya. Udah gitu enaknya apply di perusahaan baru itu peluang kamu dapat pekerjaan lebih besar.

Sebelum apply di perusahaan yang baru berdiri, kamu harus tahu gimana perusahaan tersebut nantinya ke depan. Kalau itu adalah startup, kamu perlu tahu dana yang perusahaan tersebut miliki dan seberapa mampu membuat perusahaan tersebut bertahan.

Menulis kalimat yang membuat perusahaan tertarik

Saat melamar pekerjaan, tentunya kamu akan menulis surat lamaran atau body email. Daripada menggunakan kalimat yang seolah-olah menandakan kamu sedang butuh pekerjaan, sebaiknya ubah dengan kata-kata menarik yang akan membuat recruiter memilihmu untuk melakukan tes lanjutan.

Sebagai contoh dengan menggunakan kata-kata, “saya ingin membantu perusahaan Bapak/Ibu dengan skill yang saya miliki”. Dengan kalimat seperti itu seolah-olah kamu sedang menawarkan bantuan untuk kesuksesan perusahaan. 

Itu tadi tujuh cara mencari kerja supaya kamu bisa langsung dapat kerja begitu lulus nanti. Semoga dengan melakukan cara-cara di atas kamu segera langsung kerja ya! (Editor: Chaerunnisa)