KPR adalah Kredit Pemilikan Rumah – Cek Jenis dan Bunganya

KPR adalah kredit pemilikan rumah

KPR adalah singkatan dari kredit pemilikan rumah. KPR disediakan bank sebagai pilihan pinjaman untuk membeli rumah, apartemen, atau jenis-jenis properti lainnya. Nantinya properti tersebut akan menjadi jaminan kepada bank.

Melalui kredit pemilikan rumah, nasabah dapat langsung memiliki rumah tanpa perlu membeli secara tunai. Nasabah hanya perlu mengangsur atau membayar cicilan pinjaman KPR kepada bank hingga tenor berakhir.

Untuk bisa mengambil kredit pemilikan rumah di bank, nasabah harus membayar down payment alias uang muka. Uang muka ini dijadikan sebagai tanda sepakat dan selain itu dianggap sebagai pendukung proses pembiayaan sehingga tidak seluruh harga pembelian ditanggung bank. 

Ketentuan minimum DP ditetapkan BI paling kecil 10% dari harga beli properti. Kemudian besaran pinjaman yang mesti dicicil nasabah adalah harga rumah dikurangi uang muka.

Pinjaman ini dibayar nasabah ke bank beserta bunganya tiap bulan. Bank menggunakan perhitungan bunga efektif dalam menentukan besaran cicilan yang dibayarkan.

Jenis-jenis KPR

Jenis KPR di Indonesia tidak satu, ada beberapa jenis KPR dengan sistem penerapan yang berbeda-beda. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. KPR komersial

KPR komersial adalah kredit pemilikan rumah yang diperuntukan bagi nasabah yang membeli rumah komersial atau rumah nonsubsidi.

Dibandingkan dengan KPR subsidi, cicilan KPR komersial jelas lebih tinggi. Namun, persayaratan pengajuan KPR komersial tidak serumit KPR subsidi.

2. KPR subsidi

KPR subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang diperuntukan bagi nasabah yang membeli rumah-rumah subsidi dari program Pemerintah.

Kredit pemilikan rumah ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, belum memiliki rumah, dan rumah yang dapat dibiayai maksimal tipe 36. 

Karena disubsidi pemerintah, kredit pemilikan rumah ini menerapkan uang muka (DP) dan bunga yang lebih rendah dibanding KPR komersial.

Kekurangannya adalah rumah subsidi berlokasi di area terpencil dengan akses yang cukup sulit. Meski begitu, program KPR subsidi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kementerian PUPR tetap menjadi opsi yang dinilai sangat memudahkan masyarakat.

Cara ajukan KPR dan syarat-syaratnya

Jika kamu tertarik mengajukan pembelian rumah kredit pemilikan rumah, seperti ini penerapannya secara garis besar.

  • Mengisi formulir dan melengkapi persyaratan dokumen.
  • Analis bank menilai kredibilitas kredit kamu dan pasangan serta kesanggupan untuk melunasi cicilan rumah tiap bulan hingga lunas. Penentuan jumlah plafon kredit pemilikan rumah adalah tugas dari analis bank juga.
  • Pihak bank akan menilai harga rumah yang ingin kamu beli menggunakan internal maupun external appraisal. Biasanya bank akan menghubungi pihak penjual untuk meminta data lengkap tentang rumah.
  • Jika semua proses sudah dijalani, selanjutnya adalah melakukan akad kredit disertai penandatanganan dokumen yang berkaitan dengan KPR maupun jual beli rumah. Proses ini akan diikuti oleh bagian legal bank, penjual rumah, notaris, pembeli dan saksi-saksi.

Syarat untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Ada beberapa syarat KPR rumah yang harus dipenuhi agar pengajuan kredit pemilikan rumah disepakati pihak bank, yaitu:

  1. WNI dan berdomisili di Indonesia
  2. Telah berusia 21 tahun atau sudah menikah
  3. Memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja maupun usaha minimal 1 tahun
  4. Memiliki NPWP Pribadi

Jika kamu sudah memenuhi syarat di atas, kamu harus melengkapi beberapa dokumen berikut ini.

KPR adalah Kredit Pemilikan Rumah – Cek Jenis dan Bunganya
KPR adalah Kredit Pemilikan Rumah – Cek Jenis dan Bunganya
  1. KTP
  2. Kartu Keluarga (KK). Jika KK milikmu dan pasangan belum menyatu, keduanya harus dilampirkan.
  3. Buku atau akta nikah bagi pasangan suami istri
  4. NPWP
  5. Pas foto ukuran 3×4 dan 4×6 masing-masing 3 lembar
  6. Formulir pengajuan KPR dari bank yang dipilih

Persyaratan tambahan untuk karyawan dan wiraswasta.

Profesi

Persyaratan

Debitur karyawan

  1. Slip gaji
  2. Surat pengantar perusahaan
  3. Surat keterangan status karyawan tetap beserta keterangan masa kerja
  4. Fotokopi buku tabungan (rekening 3 bulan terakhir)

Debitur wiraswasta

  1. Bukti transaksi keuangan usaha
  2. Catatan rekening bank
  3. Surat izin usaha (SIUP) atau surat izin lainnya seperti izin praktik dan tanda daftar perusahaan (TDP)

Sistem KPR

Sistem kredit pemilikan rumah secara sederhana diurai dalam tahapan-tahapan berikut ini.

  1. Nasabah ajukan pinjaman dengan mempersiapkan booking fee dan DP minimal sebagai tanda jadi membeli rumah.
  2. Nasabah mempersiapkan dokumen-dokumen persyaratan pengajuan KPR yang diserahkan ke marketing perumahan untuk diteruskan ke bank ataupun nasabah langsung menyerahkan ke bank.
  3. Bank menerima dokumen-dokumen persyaratan untuk dianalisis dalam waktu beberapa lama, terutama menganalisis riwayat kredit berdasarakan data dari SLIK OJK.
  4. Hasil analisis nantinya diinformasikan bank kepada nasabah, mulai dari besaran pinjaman (harga rumah dikurangi DP), skema cicilan KPR, hingga biaya kredit pemilikan rumah.
  5. Kalau nasabah setuju, bank akan memproses dan melakukan wawancara hingga akhirnya penandatanganan akad kredit.
  6. Penandatangan kredit ini menegaskan bahwa nasabah setuju sebagai peminjam (debitur) dan menjaminkan rumahnya ke bank sebagai pemberi pinjaman (kreditur).
  7. Kalau tidak setuju, nasabah bisa mengajukan KPR di bank lain yang memiliki penawaran yang lebih cocok.

Simulasi perhitungan cicilan

Bank memperhitungan cicilan kredit pemilikan rumah berdasarkan rumus bunga efektif. Bunga efektif adalah bunga yang dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman. Bunga ini berkebalikan dengan bunga flat.

Cek bunga kredit pemilikan rumah berikut ini berdasarkan data Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2021.

No. Nama Bank KPR (%)
1 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk 7,25
2 PT BANK MANDIRI (PERSERO), Tbk 7,25
3 PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO), Tbk 7,25
4 PT BANK DANAMON INDONESIA, Tbk 9,25
5 PT BANK PERMATA, Tbk 9,75
6 PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk 7,25
7 PT BANK MAYBANK INDONESIA, Tbk 9,00
8 PT BANK PANIN INDONESIA, Tbk 8,25
9 PT BANK CIMB NIAGA, Tbk 7,25
10 PT BANK UOB INDONESIA 8,80
11 PT BANK OCBC NISP, Tbk 8,80
12 CITIBANK, N,A,
13 JP MORGAN CHASE BANK, NA
14 BANK OF AMERICA, N,A
15 PT BANK CHINA CONSTRUCTION BANK INDONESIA, Tbk 7,31
16 PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk 8,94
17 BANGKOK BANK PCL
18 THE BANK OF TOKYO-MITSUBISHI UFJ LTD,
19 PT BANK DBS INDONESIA 7,87
20 PT BANK RESONA PERDANIA
21 PT BANK MIZUHO INDONESIA
22 STANDARD CHARTERED BANK 7,63
23 PT BANK CAPITAL INDONESIA, Tbk 13,39
24 PT BANK BNP PARIBAS INDONESIA
25 PT BANK ANZ INDONESIA
26 DEUTSCHE BANK AG
27 BANK OF CHINA HONGKONG LIMITED
28 PT BANK BUMI ARTA, Tbk 8,39
29 PT BANK HSBC INDONESIA 9,00
30 PT BANK J TRUST INDONESIA, Tbk 12,05
31 PT BANK MAYAPADA INTERNATIONAL, Tbk 11,90
32 PT BPD JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk 8,76
33 PT BPD DKI 8,75
34 PT BPD DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 6,04
35 PT BPD JAWA TENGAH 10,57
36 PT BPD JAWA TIMUR, Tbk 6,97
37 PT BPD JAMBI 7,84
38 PT BPD SUMATERA UTARA 9,41
39 PT BPD SUMATERA BARAT 10,00
40 PT BPD RIAU KEPRI 5,58
41 PT BPD SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG 9,87
42 PT BPD LAMPUNG 9,68
43 PT BPD KALIMANTAN SELATAN 10,67
44 PT BPD KALIMANTAN BARAT 10,41
45 PT BPD KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA 8,67
46 PT BPD KALIMANTAN TENGAH 10,52
47 PT BPD SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI BARAT 7,62
48 PT BPD SULAWESI UTARA DAN GORONTALO 8,29
49 PT BPD BALI 7,74
50 PT BPD NUSA TENGGARA TIMUR 13,49
51 PT BPD MALUKU DAN MALUKU UTARA 9,41
52 PT BPD PAPUA 10,50
53 PT BPD BENGKULU 6,99
54 PT BPD SULAWESI TENGAH 5,91
55 PT BPD SULAWESI TENGGARA 8,26
56 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN 8,62
57 PT BANK OF INDIA INDONESIA, Tbk 11,50
58 PT BANK MESTIKA DHARMA, Tbk 8,89
59 PT BANK SHINHAN INDONESIA 6,57
60 PT BANK SINARMAS, Tbk
61 PT BANK MASPION INDONESIA, Tbk 10,10
62 PT BANK GANESHA 12,00
63 PT BANK ICBC INDONESIA 8,69
64 PT BANK QNB INDONESIA, Tbk 10,50
65 PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk 7,25
66 PT BANK WOORI SAUDARA INDONESIA 1906, Tbk 10,25
67 PT BANK BTPN, Tbk
68 PT BANK MEGA, Tbk 10,88
69 PT BANK BUKOPIN, Tbk 10,05
70 PT BANK BISNIS INTERNASIONAL 9,26
71 PT BANK JASA JAKARTA 8,10
72 PT BANK KEB HANA INDONESIA 7,25
73 PT BANK MNC INTERNASIONAL, Tbk 11,67
74 PT BANK YUDHA BHAKTI, Tbk 12,97
75 PT BANK RAKYAT INDONESIA AGRONIAGA, Tbk 7,80
76 PT BANK SBI INDONESIA
77 PT BANK DIGITAL BCA
78 PT BANK NATIONALNOBU, Tbk 9,25
79 PT BANK INA PERDANA, Tbk 8,37
80 PT PRIMA MASTER BANK 11,75
81 PT BANK SAHABAT SAMPOERNA 16,50
82 PT BANK DINAR INDONESIA, Tbk 10,50
83 PT BANK AMAR INDONESIA 13,00
84 PT BANK KESEJAHTERAAN EKONOMI 9,78
85 PT BANK JAGO, Tbk
86 PT BANK MULTIARTA SENTOSA 8,85
87 PT BANK MAYORA 9,33
88 PT BANK INDEX SELINDO 10,25
89 PT BANK FAMA INTERNASIONAL 6,26
90 PT BANK MANDIRI TASPEN
91 PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk 11,28
92 PT BANK HARDA INTERNASIONAL 8,24
93 PT BANK IBK INDONESIA, Tbk 6,25
94 PT BANK CTBC INDONESIA 10,50
95 PT BANK COMMONWEALTH 10,00

Untuk mempermudah perhitungan, simulasikan bunga KPR dengan menggunakan kalkulator bunga efektif di bawah ini.

Istilah-istilah Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Sebelum membeli rumah KPR, pasti calon konsumen akan diminta DP, yaitu uang muka. Selain DP, ada beberapa istilah lainnya dalam kredit pemilikan rumah yang patut diketahui. Yuk, ketahui dulu di sini!

1. Application form

Formulir aplikasi KPR yang wajib diisi sebelum ngajuin kredit pemilikan rumah. Isinya data diri gitu deh, sama halnya kayak kalau mau daftar kerja atau daftar sekolah. Tapi formulir yang satu ini isinya lebih komplit.

2. Appraisal

Penilaian terhadap harga rumah yang dilakukan bank yang akan mengucurkan kredit pemilikan rumah. Jadi, pihak bank akan datang dan melihat rumah yang akan dibeli dengan fasilitas KPR untuk dinilai harganya.

Taksiran harga rumah menurut kita Rp400 juta, sementara bank bilang Rp300 juta. Harga yang digunakan adalah taksiran dari bank. Jadi, jumlah kredit pemilikan rumah yang dipinjamkan bank hanya Rp300 juta itu.

3. Agunan

Aset yang dijadikan sebagai jaminan kredit. Saat mengajukan KPR, sertifikat rumah yang dibiayai kredit pemilikan rumah akan menjadi agunan alias ditahan bank. Artinya apa? Ya kalau gagal bayar lunas kredit pemilikan rumah, rumah akan disita oleh bank.

KPR adalah Kredit Pemilikan Rumah – Cek Jenis dan Bunganya
KPR adalah Kredit Pemilikan Rumah – Cek Jenis dan Bunganya

4. Alih debitur

Alih debitur adalah cara melunasi cicilan rumah KPR dengan menjual rumah yang sudah dibeli dengan fasilitas kredit pemilikan rumah, namun belum lunas. Dengan kata lain yang melanjutkan cicilan kredit pemilikan rumah adalah orang yang membeli rumah bersangkutan.

5. Ability to pay

Kemampuan nasabah mengangsur kredit pemilikan rumah. Nah, ini yang menilai adalah pihak bank. Kalau dinilai gak mampu, misalnya gaji cuma Rp4 juta tapi angsuran Rp3 jutaan, permohonan kredit pemilikan rumah pasti ditolak.

6. Angsuran

Besarnya pembayaran kredit pemilikan rumah yang dilakukan dengan sistem cicilan per bulan dalam jangka waktu tertentu. Nominal setiap bulannya sudah termasuk angsuran pokok kredit dan bunga.

7. AJB

Kependekan dari akta jual beli. Tentu saja AJB ini berwujud dokumen yang berguna sebagai bukti bahwa transaksi rumah itu sah di mata hukum. Disebut sah karena ada tanda tangan notaris atau pejabat pembuat akta tanah di dokumen itu.

8. Akad

Ini bukan akad dalam pernikahan ya. Melainkan perjanjian dalam proses KPR. Bank dan nasabah membuat komitmen bersama bahwa masing-masing akan menjalani hak dan kewajiban sesuai ketentuan. Komitmen yang dilanggar akan terkena sanksi.

9. Balik nama

Kalau yang ini bukan nama Adi dibalik jadi Ida ya hehehe. Balik nama di sini maksudnya mengubah nama pemilik rumah di sertifikat. Ada biaya untuk melakukan balik nama dan dilakukan di depan pejabat pembuat akta tanah agar resmi secara hukum.

10. SLIK OJK

Ini adalah pemeriksaan riwayat kredit nasabah dengan mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kalau punya tunggakan kredit dari bank mana pun, siap-siap susah memperoleh KPR karena mungkin masuk dalam daftar hitam SLIK OJK.

11. Buy back guarantee

Jaminan dari developer bahwa mereka akan membeli kembali properti jika gak selesai dibangun dalam waktu yang telah dijanjikan. Misalnya, janji selesai Oktober 2015, ternyata harus molor sampai tahun depan. Rumahnya bisa saja dibeli lagi oleh developer kalau kita menginginkan hal itu.

12. Booking fee

Duit yang diberikan ke developer sebagai bukti bahwa kita serius ingin membeli rumah yang dibangun. Booking fee umumnya akan mengurangi jumlah total uang muka alias DP.

13. Biaya KPR

Biaya selain uang muka dan cicilan yang wajib dibayar oleh pembeli. Misalnya biaya notaris, biaya appraisal, biaya asuransi, dan biaya administrasi.

14. Custodian

Pihak yang bertanggung jawab menyimpan dokumen agunan dengan sebaik-baiknya. Kalau konteksnya KPR, berarti dokumen itu adalah sertifikat rumah.

15. Credit report

Laporan analisis bank terhadap kemampuan nasabah alias pembeli rumah dalam melunasi KPR tepat waktu.

16. Cluster

Kompleks rumah yang hanya punya satu gerbang masuk dan keluar. Sistem keamanan biasanya lebih ketat jika dibandingkan perumahan biasa.

17. Couple

Adalah rumah dengan bentuk berpasangan dan saling berdampingan (menempel) tanpa celah di sisi kiri dan kanan sehingga gak ada jarak. Perumahan couple bisa dua pasang, tiga pasang atau lebih.

KPR adalah Kredit Pemilikan Rumah – Cek Jenis dan Bunganya
KPR adalah Kredit Pemilikan Rumah – Cek Jenis dan Bunganya

18. Credit committee

Panitia kredit yang ditunjuk bank buat menilai aplikasi KPR, apakah akan disetujui atau ditolak. Tenang aja, gak bakal di-PHP-in.

19. Down payment

Uang muka alias DP. Ini adalah uang yang diserahkan kepada developer sebagai pembayaran awal atas KPR.

20. Loan set-up

Pencatatan data kredit sesuai dengan hasil pemeriksaan credit committee.

21. Loan to maturity (tenor)

Jangka waktu KPR yang diajukan atau lamanya angsuran kredit, biasanya bank akan menyesuaikan dengan kemampuan finansial nasabah atau hal lainnya.

22. Plafon KPR

Plafon KPR adalah jumlah total kredit alias pembiayaan yang diberikan bank. Biasanya hanya 80% dari nilai rumah. Contohnya, rumah Rp100 juta, berarti pembiayaan dari bank hanya sebesar Rp80 juta.

23. Roya

Penghapusan catatan di sertifikat aset yang dijadiin agunan. Semisal, beli rumah bekas yang sertifikatnya jadi jaminan di bank. Saat akan menebus sertifikat itu, pembeli rumah bakal kena biaya roya untuk menghapus catatan bahwa sertifikat itu sedang jadi jaminan di bank.

24. Non-performing loan

Status kredit macet alias pembayaran cicilan yang mandek alias nggak lancar. Status ini biasanya dipakai jika cicilan tidak dibayar selama 3 bulan lebih.

25. Personal discussion

Tanya jawab antara bank dan nasabah yang mengajukan KPR. Pihak bank bakal menggali informasi dari orang tersebut sampai sedetail-detailnya. 

26. Underwriting

Proses pemberian keputusan apakah pengajuan KPR diterima atau nggak dari bank.

27. Standby letter of credit

Surat dari nasabah KPR yang memberi izin ke bank untuk menagih angsuran sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

28. To be obtained

Syarat yang belum dipenuhi dalam proses KPR karena kondisi tertentu. Misalnya, KTP sedang disita karena terjaring razia Satpol PP  jadi belum bisa menyediakan dokumen itu sehingga KTP-nya boleh menyusul.

Itu tadi informasi mengenai KPR. Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang KPR ataupun asuransi? Lihat pertanyaan populer seputar topik tersebut di Tanya Lifepal.

Tanya jawab seputar KPR