Biaya Operasi Batu Empedu Hingga Jutaan, Manfaatkan Asuransi

biaya operasi batu empedu

Operasi batu empedu dilakukan saat kantong empedu bermasalah. Batu empedu itu sendiri muncul akibat tidak adanya kemampuan kantong empedu untuk menyimpan cairan empedu sehingga akhirnya membatu. Pengerasan ini berisiko menyumbat atau menginfeksi kantong empedu.

Sebelumnya, penyakit batu empedu ditangani dengan operasi konvensional atau terbuka, namun sekarang batu empedu bisa dihilangkan dengan tindakan bedah invasi minimal atau disebut dengan operasi batu empedu laparoskopi.

Saat ini operasi batu empedu laparoskopi sudah dapat dijalani di sebagian besar rumah sakit di Indonesia dengan biaya yang bervariasi.

Nah, bicara mengenai operasi batu empedu, mari simak penjelasan prosedur dan biaya selengkapnya di sini.

Apa itu operasi batu empedu?

Batu empedu (cholelithiasis) terbentuk dari kelebihan lemak, kolesterol, atau bilirubin (sisa sel darah merah) yang tidak dapat dicerna sehingga kemudian mengkristal.

Jika tidak segera diatasi, penyumbatan batu empedu bisa membuat pengidapnya kerap mengeluhkan rasa sakit di perut kanan atas.

Salah satu cara mengatasi masalah batu empedu ini dengan melakukan operasi batu empedu laparoskopi atau kolesistektomi laparoskopik.

Prosedur operasi batu empedu laparoskopi dilakukan dengan sayatan sebesar lubang kunci untuk mengangkat kantung empedu yang mengalami masalah, seperti terdapat batu empedu.

Operasi batu empedu laparoskopi memungkinkan pasien untuk pulih lebih cepat setelah operasi dibandingkan dengan operasi secara konvensional atau terbuka.

Sayangnya, operasi batu empedu laparoskopi tidak disarankan bagi pasien yang menderita penyakit paru obstruktif kronis atau gagal jantung hingga kanker kantung empedu.

Penderita penyakit ini akan disarankan menjalani operasi angkat kantung empedu secara konvensional dibanding operasi batu empedu laparoskopi.

Hal ini dikarenakan pasien tersebut akan sensitif terhadap gas yang akan diberikan untuk menggembungkan rongga perut saat operasi dengan teknik laparoskopi.

Selain itu, operasi batu empedu konvensional akan memudahkan dokter bedah yang perlu mengeksplorasi daerah di sekitar kantung empedu dan untuk mengurangi risiko kebocoran organ saat tindakan operasi.

Kapan seseorang harus menjalani operasi batu empedu?

Biasanya pada kasus ringan yang tidak menimbulkan gejala batu empedu yang mengganggu, operasi tidak diperlukan.

Pengobatan batu empedu akan difokuskan dengan meresepkan obat penghancur batu empedu, seperti ursodiol atau chenodiol yang harus diminum rutin.

Obat-obatan ini menjadi pengobatan lini pertama yang biasa digunakan sebelum dokter menyarankan operasi.

Namun, ada indikasi lain yang mengharuskan seseorang harus segera melakukan prosedur operasi batu empedu laparoskopi, seperti:

  • Menderita penyakit batu empedu dan komplikasinya.
  • Kolesistitis atau radang kantung empedu.
  • Diskinesia bilier.
  • Choledocholithiasis.
  • Pankreatitis atau peradangan pankreas.
  • Ketika batu berukuran besar dan memenuhi ruang dalam kantong empedu.
  • Operasi batu empedu juga dilakukan ketika kantong empedu tidak lagi berfungsi semestinya sampai menimbulkan rasa sakit.
  • Opsi untuk menghindari risiko efek samping atau komplikasi peradangan kantong empedu (kolesistitis).

Persiapan sebelum operasi pengangkatan batu empedu

Saat dokter memutuskan bahwa operasi batu empedu merupakan tindakan yang tepat atau saat kamu mengalami masalah pada kantong empedu, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, yaitu:

1. Konsultasi

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan operasi batu empedu, yaitu berkonsultasi kepada dokter.

Dalam sesi konsultasi, pasien dan dokter harus sepakat mengenai waktu operasi batu empedu serta pilihan yang tepat apakah operasi terbuka atau secara laparoskopi.

Pada sesi konsultasi sebelum operasi batu empedu ini juga, pastikan kamu terbuka dan jujur mengenai riwayat penyakit hingga obat tertentu atau suplemen yang sedang dikonsumsi.

2. Menjalani berbagi tes

Kemudian dokter juga akan melakukan beberapa tes untuk melihat dampak batu empedu terhadap kesehatan yang terdiri dari:

  • Cek darah.
  • USG perut.
  • tes MRI HIDA (asam iminodiacetic hepatobiliary) scan menggunakan bahan kimia radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk mengambil gambaran setiap saluran yang tersumbat.
  • USG endoskopi untuk membuat gambar rinci dari saluran empedu.

3. Opname

Mendekati jadwal operasi, umumnya pasien akan disarankan untuk opname 1-2 hari di rumah sakit. Selama opname, dokter akan menyarankan kamu melakukan beberapa hal, yaitu:

  • Minum larutan khusus untuk membersihkan usus dan mengeluarkan feses.
  • Puasa makan 8-12 jam sebelum operasi. Kemungkinan kamu masih boleh untuk minum 1-2 teguk air dengan obat sebelum operasi.

Selama proses persiapan ini, pastikan kamu membawa kebutuhan pribadi, seperti pakaian, makanan, hingga alat mandi. Jika perlu, ajak seseorang yang kamu percaya untuk mendampingi.

Prosedur operasi batu empedu

Secara umum, prosedur operasi batu empedu terdiri dari dua pilihan cara, yaitu:

1. Operasi kolesistektomi terbuka (open cholecystectomy)

Operasi batu empedu secara terbuka disarankan jika kamu memiliki masalah kantong empedu yang parah, gangguan perdarahan, kelebihan berat badan, atau sedang hamil tua (trimester dua akhir sampai ketiga).

Prosedur operasi batu empedu kolesistektomi terbuka, yaitu dengan melakukan pembedahan yang dilakukan dengan membuat sayatan cukup besar (sekitar 13-18 sentimeter) pada perut.

Selanjutnya, dokter bedah akan menyayat lapisan kulit sampai menembus lemak dan otot untuk memudahkan pengangkatan kantong empedu.

Kemudian dokter akan memotong kantong empedu dari salurannya, mengangkat kantong empedu, dan menjepit semua saluran yang berhubungan dengan empedu.

2. Operasi kolesistektomi dengan laparoskopi (laparoscopic cholecystectomy)

Operasi batu empedu dengan metode laparoskopi merupakan jenis operasi yang minim sayatan. Operasi ini umumnya membutuhkan waktu 1-2 jam sampai selesai.

Prosedur operasi batu empedu laparoskopi dimulai dengan membuat sayatan kulit pada perut pasien sebesar lubang kunci dekat dengan kantung empedu.

Melalui irisan kulit ini, alat laparoskopi yang berupa selang berkamera dimasukkan ke dalam perut untuk menampilkan gambaran kondisi di sekitar kantung empedu melalui video.

Kamera tersebut akan membantu dokter melihat dan mengarahkan gerak laparoskopi di dalam tubuh.

Ketika sampai pada area yang dituju, laparoskopi akan mengeluarkan gas karbondioksida agar kondisi dalam perut mudah terlihat di layar.

Laparoskopi kemudian akan memotong sisi-sisi saluran empedu untuk mengeluarkan batu di dalamnya.

Setelah dipastikan bersih, saluran yang berhubungan dengan kantong empedu akan ditutup dengan clip khusus atau lem.

Masa pemulihan

Waktu pemulihan setelah operasi batu empedu terbuka cenderung lebih lama dibanding dengan metode laparoskopi.

Hal ini karena operasi kolesistektomi terbuka melibatkan sayatan cukup besar. Biasanya kamu akan diminta lanjut opname dulu di rumah sakit selama 3-5 hari setelah operasi.

Setelah dibolehkan pulang, kamu juga masih tetap disarankan istirahat sekitar 6-8 minggu sampai bisa beraktivitas kembali.

Nah, sebaliknya, operasi batu empedu laparoskopi tidak memakan banyak waktu. Bahkan, hanya butuh sekitar 1-2 hari untuk opname di rumah sakit setelah operasi batu empedu ini.

Rasa sakit pada operasi batu empedu laparoskopi umumnya jauh lebih ringan daripada operasi terbuka.

Kamu umumnya bisa langsung pulang ke rumah pada hari yang sama. Akan tetapi, hal ini sebaiknya dihindari.

Dokter biasanya akan tetap merekomendasikan untuk rawat inap dulu guna memantau kondisi dan mencegah timbulnya komplikasi.

1. Efek samping

Umumnya setelah menjalani operasi batu empedu laparoskopi, pasien tidak akan mengalami efek samping tertentu.

Namun, setelah operasi batu empedu ini, ada beberapa efek samping yang mungkin akan timbul, seperti:

  • Diare.
  • Penggumpalan darah.
  • Perdarahan.
  • Infeksi.
  • Kebocoran empedu.
  • Cedera pada organ atau jaringan di dekatnya, seperti hati, saluran empedu, dan usus kecil.
  • Pembengkakan.
  • Kerusakan pada pembuluh darah di sekitarnya.
  • Pneumonia.
  • Masalah jantung.

2. Tips penyembuhan setelah operasi

Umumnya luka pasca operasi batu empedu akan mengering dan sembuh dalam 4-6 minggu setelah operasi.

Namun, pastikan tetap harus berhati-hati saat merawat luka bekas operasi di rumah. Apabila salah perawatan, dikhawatirkan akan menimbulkan infeksi pada luka.

Usai operasi batu empedu laparoskopi maupun terbuka, biasanya dokter akan menganjurkan beberapa hal, seperti:

  • Tidak melakukan aktivitas berat dulu selama kurang lebih dua minggu.
  • Tanyakan pada dokter mengenai cara mandi ketika ada luka di perut. Sebelum mandi, pastikan luka di perut dilapisi oleh plastik atau plester anti air.
  • Sebelum menyentuh luka atau mengganti perban, pastikan selalu mencuci tangan dengan air dan sabun antibakteri.
  • Hindari pakai baju yang terlalu ketat atau bahannya terlalu kasar karena akan membuat luka operasi batu empedu tergores dan lama sembuhnya.
  • Hindari dulu aktivitas yang membahayakan luka operasi seperti mengangkat benda berat atau berenang.
  • Apabila ada cairan bening keluar dari luka yang mengering, itu normal. Namun bila yang keluar cairan nanah atau darah, segera konsultasi ke dokter.

Estimasi biaya operasi batu empedu di Indonesia

Bicara mengenai biaya operasi batu empedu laparoskopi sebenarnya berbeda-beda, tergantung rumah sakit yang dipilih.

Namun, yang perlu diketahui adalah biaya untuk melakukan operasi angkat kantung empedu tidaklah sedikit.

Kamu harus menyiapkan minimal Rp15 juta sebagai biaya operasi batu empedu laparoskopi. Tarif ini belum termasuk biaya tidak terduga sebesar 20 – 30 persen dari biaya perkiraan.

Dilansir oleh Alodokter, berikut ini estimasi biaya operasi batu empedu di rumah sakit seluruh Indonesia.

Rumah Sakit Estimasi Biaya
Mayapada Hospital Jakarta Selatan Rp15.220.000
Siloam Sriwijaya Palembang Rp20.000.000
Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Rp23.000.000
Siloam Hospitals TB Simatupang Rp38.000.000

BPJS Kesehatan bisa menanggung biaya operasi batu empedu?

Operasi batu empedu ternyata bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Semua pengobatan operasi batu empedu laparoskopi di rumah sakit ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Hal ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 28 Tahun 2014.

BPJS Kesehatan bertindak sebagai asuransi kesehatan dari pemerintah yang memberikan jaminan yang luas terhadap berbagai perawatan kesehatan ataupun pengobatan yang dibutuhkan.

Artinya, seluruh biaya, mulai dari biaya operasi, dokter, obat, dan kamar, umumnya ditanggung BPJS Kesehatan.

Mengandalkan asuransi kesehatan untuk menanggung biaya operasi batu empedu

Memang BPJS Kesehatan menanggung operasi batu empedu. Sayangnya, masih ada yang belum memahami kebijakan dari BPJS Kesehatan ini.

Prosedur agar operasi batu empedu laparoskopi bisa ditanggung BPJS Kesehatan tergolong rumit karena perlu rujukan dari faskes untuk mendapatkan rekomendasi operasi di rumah sakit.

Itulah kenapa memiliki asuransi kesehatan swasta bisa jadi solusi bagi kamu yang enggan melalui prosedur yang rumit.

Dengan asuransi kesehatan, kamu tidak perlu repot-repot mengurus surat rujukan ataupun menunggu lama untuk diambil tindakan operasi.

Cukup membayar premi asuransi kesehatan mulai dari Rp150 ribu per bulan maka biaya pengobatan, termasuk operasi dibayar sesuai limit pertanggungan.

Kalau kamu punya pertanyaan terkait perencanaan keuangan lainnya sekaligus mendapatkan berbagai tips mengelola kebutuhan finansial, konsultasikan saja di Tanya Lifepal!

Pertanyaan seputar operasi batu empedu laparoskopi

Kapan harus operasi batu empedu?

Seseorang harus segera melakukan prosedur operasi batu empedu laparoskopi, seperti:

  • Menderita penyakit batu empedu dan komplikasinya.
  • Kolesistitis atau radang kantung empedu.
  • Diskinesia bilier.
  • Choledocholithiasis.
  • Pankreatitis atau peradangan pankreas.
  • Ketika batu berukuran besar dan memenuhi ruang dalam kantong empedu. 
  • Kantong empedu tidak lagi berfungsi secara normal sampai menimbulkan rasa sakit.
  • Opsi untuk menghindari risiko efek samping atau komplikasi peradangan kantong empedu (kolesistitis).