Pasti Approve! Ini Rekomendasi 10 Pinjaman Tanpa BI Checking yang Aman

pinjaman tanpa bi checking

Pinjaman tanpa BI checking menjadi pilihan banyak orang yang membutuhkan dana cepat dalam keadaan mendesak. Pasalnya BI checking seringkali menjadi kendala bagi peminjam yang pernah memiliki riwayat pinjaman buruk sebelumnya.

Jika kamu termasuk yang memiliki catatan kredit kurang baik di BI alias Bank Indonesia, sekecil apapun tagihannya maka tetap akan menjadi masalah yang bisa membuat pengajuan pinjamanmu ditolak. 

Atau kamu justru sama sekali belum pernah melakukan pengajuan kredit tanpa agunan (KTA) sebelumnya?

Nah pihak yang belum memiliki catatan atau track record sama sekali sebagai peminjam datanya belum terekam dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sehingga ini juga akan menjadi pertimbangan yang bisa saja membuat bank menolak pengajuan pinjamanmu.

Tak heran jika pinjaman tanpa BI checking dianggap sebagai solusi yang praktis dan cepat untuk mendapatkan pinjaman. Apalagi pinjaman tanpa BI checking ini juga bisa diakses secara online sesuai kebutuhan.

Kamu pun tak perlu lagi merasa khawatir soal kredit macet, tagihan kartu kredit yang bermasalah, atau lainnya asal dilakukan secara bijaksana.

Sejak empat tahun yang lalu, perusahaan financial technology (fintech) penyedia pinjaman tanpa BI checking sudah mulai banyak bermunculan. Nah, buat kamu yang sedang mencari pinjaman tanpa BI checking, kali ini Lifepal akan memberikan rekomendasi 10 perusahaan fintech penyedia pinjaman tanpa BI checking yang aman, mudah, dan juga terpercaya.

Pada umumnya kita mencari pinjaman mudah lantaran kebutuhan mendesak, seperti misalnya butuh biaya membayar rumah sakit karena diri sendiri maupun anggota keluarga lainnya jatuh sakit. Sejatinya, kamu tidak perlu pusing dengan kebutuhan semacam itu apabila kamu punya asuransi kesehatan.

Berkat perlindungan finansial dari asuransi, kamu tak perlu repot cari pinjaman ke sana dan ke sini. Sebab, biaya rawat dan pengobatan bakal ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Contohnya saja, asuransi cashless yang membuat kamu cukup menunjukkan kartu saja untuk mengurus biaya administrasi rumah sakit.

Tentang BI Checking

Sebelum mengetahui rekomendasi 10 perusahaan fintech penyedia pinjaman tanpa BI checking yang aman, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang BI checking yang kerap dianggap sebagai momok bagi para peminjam ini.

Secara sederhana, BI checking adalah data laporan debitur yang berasal dari Pelapor Sistem Informasi Debitur (SID). Tujuannya untuk memastikan calon debitur yang akan mengajukan pinjaman tidak memiliki skor kredit buruk atau sedang mengalami kredit macet.

Pelapor SID sendiri antara lain Bank Umum, BPR, Lembaga Keuangan Non Bank, Penyelenggara Kartu Kredit Selain Bank, dan Koperasi Simpan Pinjam yang meliputi kantor-kantor pelaksana kegiatan operasional seperti kantor pusat, kantor cabang, unit syariah, kantor cabang bank asing, dan kantor cabang pembantu bank asing.  

Kalau kamu sedang atau pernah punya pinjaman di bank, koperasi, atau lembaga keuangan lainnya, maka data kamu sebagai debitur akan dilaporkan ke BI checking.

Pelapor SID akan memberikan Laporan Debitur kepada Bank Indonesia (BI) menurut tata cara dan bentuk laporan yang telah ditetapkan. Kemudian oleh BI data tersebut diolah ke dalam basis data tanpa melakukan perubahan terhadap data tersebut. Sehingga terbentuklah BI checking atau yang juga dikenal sebagai Sistem Informasi Debitur (SID).

Dalam hal ini BI hanya melakukan pengelolaan data SID ke dalam basis data di BI saja. Jika nantinya ada perubahan atau koreksi data, maka itu hanya bisa dilakukan melalui koreksi dari pelapor SID.

Ketentuan hukum BI checking

Ketentuan hukum BI checking diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/14/PBI/2007 Tentang Sistem Informasi Debitur. Yang mana disebutkan Informasi Debitur akan dibagi kepada bank dan perusahaan pembiayaan.

Semua bank di Indonesia wajib menyampaikan data pinjaman dan statusnya kepada BI secara jelas, apakah pinjaman tersebut lunas, tidak menunggak/current, atau menunggak. Hal ini tidak menyalahi pasal pencemaran nama baik atau penyebaran data debitur.

Sebab pada Pasal 44 ayat (1) UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, disebutkan bank boleh melakukan tukar-menukar informasi mengenai keadaan keuangan nasabahnya kepada bank lain.

Tujuannya untuk memperlancar dan mengamankan kegiatan usaha bank, mencegah kredit rangkap, serta mengetahui keadaan dan status dari nasabah suatu bank. Sehingga bank dapat menilai tingkat risiko yang dihadapi sebelum melakukan suatu transaksi dengan nasabah atau dengan bank lain.

Setiap ada nasabah yang melakukan pengajuan pinjaman, bank akan melihat BI checking untuk menganalisa kualitas debitur mengenai kepatuhan dalam membayar.

Apakah nasabah tersebut sering menunggak atau tidak, pembayarannya telat atau tidak, dan sebagainya. BI checking akan membantu bank menilai karakter peminjam, yang mana itu adalah syarat paling penting dalam analisa kredit.

Jika ditemukan catatan kredit yang buruk atau malah tidak ditemukan sama sekali adanya catatan kredit di BI checking, maka bank berhak menolak pengajuan pinjaman yang dilakukan oleh nasabah.

Blacklist BI checking

Seorang debitur bisa saja masuk ke dalam blacklist BI checking karena adanya cicilan yang tak terbayarkan atau tertunggak. Karena seluruh data pinjaman akan selalu tercatat di BI checking, maka track record peminjam yang buruk pun tidak bisa dihapus begitu saja.

Biasanya sebagai pertimbangan untuk menyetujui atau menolak pengajuan pinjaman yang dilakukan debitur, bank akan melihat catatan BI checking terutama pada data 2 tahun terakhir. Jika nama kamu termasuk ke dalam blacklist BI checking dalam 2 tahun terakhir, maka bersiap-siaplah pengajuan pinjaman akan ditolak oleh bank.

Waktu yang dibutuhkan untuk bisa menghapus nama kamu secara otomatis dari blacklist BI checking pun tergolong lama. Bisa memakan waktu hingga 24 bulan sebelum akhirnya dinyatakan terbebas dari blacklist BI checking.

Membersihkan nama di BI Checking

Meski perlu waktu lama untuk menghapus nama secara otomatis dari blacklist BI checking, namun ternyata ada lho cara untuk membersihkan nama di BI checking. BI menyediakan kesempatan kepada debitur yang ingin mengajukan perubahan BI checking dengan cara sebagai berikut:

  • Melakukan konfirmasi data ke lembaga keuangan 

Jika debitur menemukan ketidaksesuaian antara data pada BI checking dengan data sebenarnya, maka debitur bisa melakukan konfirmasi data kepada lembaga keuangan yang memberikan fasilitas pembiayaan kepada debitur.

Dalam hal ini lembaga keuangan yang dimaksud bisa berupa Bank Umum, BPR, Lembaga Keuangan Non Bank, Penyelenggara Kartu Kredit Selain Bank, atau Koperasi Simpan Pinjam.

Apabila setelah dilakukan pengecekan ternyata benar ditemukan kesalahan pelaporan oleh lembaga keuangan, maka lembaga keuangan yang dimaksud akan memperbaiki data debitur dalam BI checking.

  • Melakukan konfirmasi data di Bank Indonesia

Jika setelah dilakukan pengecekan dan benar ditemukan indikasi kesalahan pelaporan oleh lembaga keuangan, maka BI akan meminta lembaga keuangan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan data debitur dengan melakukan konfirmasi data di Bank Indonesia.

Dengan begitu, data debitur di BI checking akan diperbaharui sehingga tidak ada lagi track record peminjam yang buruk akibat data debitur yang tidak sesuai di BI checking.

Cara Cek BI Checking

Awalnya cara cek BI checking bisa dilakukan oleh debitur dengan meminta data kepada Bank Indonesia. Namun sejak Januari 2018, cara cek BI checking bisa dilakukan secara online melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang diperkenalkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sehingga BI checking yang awalnya diurus oleh BI kini telah sepenuhnya dialihkan ke OJK dan BI sudah tidak lagi melayani kegiatan operasional pengecekan data. Fungsi ini ditetapkan dalam UU No. 21 tahun 2011 yang menetapkan peralihan layanan sistem informasi debitur (SID) dari BI ke OJK.

Cara cek BI checking secara online melalui SLIK sangat mudah dilakukan. Kamu hanya perlu mengakses https://konsumen.ojk.go.id/MinisiteDPLK/registrasi, pilih jadwal antrian, kemudian isi formulir dengan melengkapi informasi data diri yang dibutuhkan.

Setelah melewati seluruh tahapan untuk cek BI checking secara online, maka SLIK OJK akan mengirimkan informasi Debitur SLIK melalui email. Kamu pun bisa langsung mengetahui berapa skor kreditmu dan apakah kamu termasuk ke dalam blacklist BI checking atau tidak.

Pinjaman tanpa BI Checking

Jika ternyata informasi Debitur SLIK menunjukkan skor kreditmu buruk atau masuk ke dalam blacklist BI checking, maka kamu harus menerima kenyataan kalau pengajuan pinjaman ke bank bisa saja akan mengalami kendala atau bahkan ditolak. Padahal kamu sedang sangat membutuhkan dana untuk digunakan dalam waktu cepat.

Namun tak perlu khawatir, salah satu cara cepat dan mudah untuk mendapatkan dana adalah dengan mengajukan pinjaman tanpa BI Checking.

Saat ini ada banyak pinjaman tanpa BI checking yang bisa menjadi alternatif pilihan untuk kamu. Berikut Lifepal telah merangkum 10 pinjaman tanpa BI checking yang aman, yuk simak!

1. Modalku

Pinjaman tanpa BI Checking yang pertama adalah Modalku. Modalku merupakan perusahaan finansial berbasis peer-to-peer lending (P2P Lending) yang menghubungkan langsung antara peminjam dan pemberi pinjaman.

Modalku berfokus untuk menyediakan pinjaman bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang membutuhkan pinjaman KTA untuk mengembangkan usahanya.

Modalku menyediakan pinjaman modal usaha hingga Rp 250 juta dengan tenor hingga 12 bulan. Bagi pengusaha kecil dan menengah, alternatif ini tentu sangat membantu.

Apalagi Modalku termasuk pinjaman tanpa BI Checking yang tidak meminta debitur melampirkan dokumen seperti kartu kredit atau bukti pernah mengambil pinjaman sebelumnya, yang secara umum merupakan syarat wajib untuk melakukan BI Checking.

Syarat pengajuan pinjaman tanpa BI Checking Modalku

  • Calon peminjam berusia 21-45 tahun
  • Memiliki KTP
  • Berada di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya
  • Usaha yang dijalankan berupa PT/CV/perorangan
  • UKM sudah berjalan lebih dari 6 bulan
  • Memiliki omzet minimal Rp 6 juta
  • Dapat menunjukkan rekening koran usaha selama 3 bulan terakhir
  • Terdaftar sebagai pelaku usaha offline maupun online di marketplace atau transportasi online
  • Bagi pelaku usaha offline harus menggunakan sistem kasir digital
  • Produk yang dijual merupakan barang dagangan dan bukan jasa

Cara mengajukan pinjaman tanpa BI Checking Modalku

Jika kamu sudah memenuhi seluruh syarat yang dibutuhkan untuk melakukan pengajuan pinjaman tanpa BI Checking di Modalku, maka kamu bisa langsung mendaftarkan diri di website modalku.co.id.

Proses asesmen, penilaian dan verifikasi permohonan pengajuan pinjaman tanpa BI Checking Modalku akan dilakukan dalam jangka waktu maksimal 3×24 jam hari kerja setelah dokumen lengkap diterima oleh Modalku.

2. Pinjaman tanpa BI checking di Akulaku

Akulaku merupakan salah satu pinjaman tanpa BI Checking terbaik di Indonesia. Akulaku terkenal dengan fasilitas kredit handphone tanpa BI checkingnya. Namun tidak terbatas hanya handphone saja, semua barang yang dijual di website Akulaku bisa dibeli dengan cara kredit KTA tanpa BI checking.

Akulaku jelas menyediakan pinjaman yang tak memerlukan BI checking. Sebab Akulaku bukanlah bank atau lembaga multifinance yang memerlukan akses BI checking, melainkan platform online marketplace yang dikelola secara mandiri sehingga bisa menyediakan fasilitas belanja dengan angsuran dan memberikan pinjaman tunai yang fleksibel.

Oleh sebab itu proses pengajuan kredit di Akulaku pun tidak memerlukan data kredit. 

Saat ini ada banyak aplikasi belanja online seperti Shopee, Blibli, dan Bukalapak yang bekerjasama dengan Akulaku untuk menyediakan pinjaman yang legal dan terpercaya.

Salah satu fitur yang dikembangkan Akulaku adalah KTA Kilat dengan plafon pinjaman hingga Rp 2 juta dan tenor sampai 30 hari. Selain itu, Akulaku juga menyediakan KTA sampai 15 bulan yang bisa langsung ditransfer ke akun bank kamu.

Pengajuan pinjaman tanpa BI Checking di Akulaku

Untuk melakukan pengajuan pinjaman tanpa BI checking di Akulaku caranya cukup mudah dan cepat lho. Bahkan hanya perlu waktu beberapa menit lewat aplikasi Akulaku.

Pertama kamu hanya perlu mendaftar di aplikasi Akulaku dan klik Ajukan Pinjaman. Setelah itu kamu akan diminta untuk mengisi data diri dan mengirimkan foto dokumen pendukung seperti:

  • NPWP atau SIUP (bagi pengusaha)
  • Rekening koran
  • Screenshot profile bagi pengemudi transportasi online.

Satu hal yang membedakan pinjaman online di Akulaku dengan pinjaman lainnya adalah calon peminjam diwajibkan membayar uang muka terlebih dahulu. Sebab Akulaku hanya akan membiayai maksimal 90% dari nilai barang. Sementara 10% sisanya harus dibayarkan terlebih dahulu oleh calon peminjam sebagai uang muka sebelum pengajuan kredit.

Misalnya, kamu ingin membeli handphone di Akulaku seharga Rp 5 juta, maka nilai maksimum pinjaman yang akan kamu dapatkan adalah Rp 4,5 juta dan selisihnya Rp 500 ribu harus kamu lunasi terlebih dahulu sebagai uang muka pengajuan pinjaman.

3. TunaiKita

Tunai Kita menawarkan dua jenis pinjaman tanpa BI Checking yaitu pinjaman dengan pembayaran sekaligus dan pinjaman dengan sistem pembayaran cicilan.

Produk pinjaman dengan pembayaran sekaligus ditujukan kepada calon peminjam yang telah berusia 20 Tahun keatas dengan batas nilai pinjaman sebesar 400.000 – 4.000.000. Sedangkan pinjaman dengan sistem cicilan menawarkan tenor 3 – 6 bulan, dengan limit 5.000.000 – 20.000.000. 

Salah satu keunggulan pinjaman tanpa BI Checking TunaiKita adalah biaya jasa harian atau bunga yang cukup rendah. Tapi jika kamu telat membayar cicilan, maka akan dibebankan biaya keterlambatan sebesar Rp 5.000 hingga Rp 40 ribu per hari.

Selain itu, TunaiKita juga membebankan biaya administrasi sebagai imbalan atas jasa yang diberikan untuk pencairan pinjaman dan pembayaran penagihan 1 kali sebesar Rp100.000 – Rp150.000.

Pengajuan pinjaman tanpa BI Checking di TunaiKita

Prosedur untuk dapat mengajukan pinjaman tanpa BI Checking di TunaiKita terbilang cukup mudah. Kamu hanya perlu mendownload aplikasi TunaiKita dan melakukan registrasi menggunakan nomor ponsel.

Kemudian kamu akan diminta untuk mengisi data pribadi dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut.

  • Warga Negara Indonesia
  • Usia 21- 60 tahun
  • Memiliki KTP atas nama sendiri yang masih berlaku
  • Memiliki NPWP atas nama pribadi atau pasangan (jika sudah menikah)
  • Dokumen Penghasilan (Slip Gaji untuk Karyawan & Rekening Koran untuk Wiraswasta) atas nama sendiri yang masih berlaku
  • Memiliki rekening bank BCA, BNI, Mandiri, BRI, Permata, Danamon, atau Mega atas nama pribadi
  • Berdomisili di area Jabodetabek

Setelah itu, kamu bisa langsung mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan. Keputusan pinjaman kamu pun akan diproses dalam jangka waktu 12-24 hari kerja.

4. Pinjaman tanpa BI checking di Dana Cepat

Pinjaman tanpa BI Checking yang bisa diakses menggunakan aplikasi di handphone selanjutnya adalah Dana Cepat. Sesuai namanya, di Dana Cepat pengajuan KTA hingga dana pinjaman cair memakan waktu yang sangat singkat.

Dana Cepat menawarkan plafon pinjaman sebesar Rp 10 juta dengan tenor 91-360 hari dan bunga maksimal 15% per tahun. Sama seperti pinjaman lain yang tak memerlukan checking di BI, Dana Cepat tidak meminta dokumen kredit 

Syarat pengajuan pinjaman tanpa BI Checking Dana Cepat

Seluruh proses pinjaman di Dana Cepat bisa dilakukan di handphone saja kapanpun dan dimanapun. Setelah mendownload aplikasi Dana Cepat di PlayStore, kamu akan diminta untuk mengisi data pribadi dengan syarat pengajuan pinjaman sebagai berikut:

  • WNI berusia 18-55 tahun
  • Memiliki KTP
  • Memiliki rekening bank lokal

Setelah itu kamu pun bisa langsung mengajukan pinjaman dan pengajuanmu akan diproses dalam waktu 24-48 jam. Mudah dan cepat, bukan?

5. Koinworks

Salah satu pinjaman tanpa Bi Checking yang patut diperhitungkan dan banyak diminati masyarakat Indonesia adalah Koinworks. Koinworks merupakan perusahaan fintech P2P lending yang menyediakan pinjaman KTA untuk keperluan usaha, kesehatan, hingga pendidikan.

Jumlah plafon kredit yang ditawarkan Koinworks berkisar mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 2 miliar dengan tenor 3 – 24 bulan.

Adapun biaya lain yang dikenakan dalam pinjaman tanpa BI Checking ini yaitu biaya administrasi sebesar Rp150.000 – Rp200.000, biaya originasi sebesar 0,75% – 5% tergantung tenor yang dipilih, serta bunga mulai dari  0,75% – 1,67% per bulan atau 9% – 20% setahun ditentukan berdasarkan profil risiko peminjam.

Kamu juga bisa menyertakan asuransi dalam pinjaman di Koinworks sebesar 0,10% – 1,25%. Tujuannya untuk meminimalisir risiko gagal bayar atau menunggak sehingga menjaga skor kreditmu tetap bagus.

Pasalnya jika kamu terlambat membayar cicilan maka Koinworks akan memberlakukan denda sebesar 6% dari jumlah tunggakan tergantung pada jumlah hari keterlambatan.

Syarat pengajuan pinjaman tanpa BI Checking Koinworks

Jika kamu berminat mengajukan pinjaman tanpa BI Checking di Koinworks, kamu bisa melakukan proses pendaftaran online secara cepat dan fleksibel melalui aplikasi yang bisa kamu download di Play Store.

Bagi peminjam perorangan untuk kebutuhan pribadi, syarat pengajuan pinjamannya antara lain:

  • Memiliki KTP
  • Menjelaskan tujuan pinjaman
  • Bisa menunjukkan mutasi rekening 3 bulan terakhir,
  • Memiliki slip gaji atau bukti pendapatan

Sementara itu, bagi peminjam usaha, syarat yang harus dipenuhi untuk memudahkan peminjaman adalah sebagai berikut:

  • Usaha sudah berjalan setidaknya 2 tahun
  • Lokasi usaha dan domisili peminjam di Jabodetabek
  • Wajib menunjukkan informasi keuangan usaha selama setahun terakhir. 

Baik peminjam perorangan maupun untuk tujuan usaha tidak diminta untuk menyertakan persyaratan dokumen kredit untuk melakukan BI checking.

6. Pinjaman tanpa BI checking di Tunaiku

Tunaiku merupakan salah satu perusahaan fintech penyedia pinjaman tanpa BI Checking yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Penyedia pinjaman yang satu ini menawarkan KTA mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 20 juta hanya dengan bermodalkan KTP saja. Menarik, bukan?

Masa tenor yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari 6 – 20 bulan dengan suku bunga 3-4% per bulan yang tidak memberatkan debitur. Adapun biaya administrasi yang perlu dibayarkan adalah sebesar Rp 540 ribu dan apabila terlambat membayar maka akan dikenakan denda keterlambatan Rp 150 ribu per bulan.

Syarat pengajuan pinjaman tanpa BI Checking Tunaiku

Tunaiku menjanjikan persetujuan pinjaman yang cepat tanpa biaya tersembunyi. Tanpa kartu kredit dan NPWP, syarat pengajuan pinjaman tanpa BI Checking di Tunaiku antara lain:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 21 sampai 55 tahun
  • Memiliki rekening bank aktif
  • Mempunyai pekerjaan atau penghasilan tetap per bulan
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Medan, Palembang, Pekanbaru, Makassar, atau Denpasar

Cara mengajukan pinjaman tanpa BI Checking Tunaiku

Cara mengajukan pinjaman di Tunaiku bisa kamu lakukan setelah melakukan registrasi dan mengisi data diri yang diperlukan melalui aplikasi maupun website Tunaiku.com. Kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Pilih jumlah dan lama pinjaman yang diinginkan dengan mengisi formulir pengajuan dan mengirimkannya.
  2. Data pinjaman yang kamu ajukan akan diproses oleh tim analis selama kurang lebih 24 jam.
  3. Jika pinjamanmu disetujui, konfirmasi pinjaman tersebut dan atur lokasi tanda tangan kontrak dengan kurir.
  4. Kurir akan membawakan kontrak asli untuk kamu tandatangani sebagai bukti perjanjian dalam 1-3 hari kerja.
  5. Setelah proses selesai, dana tunai akan segera cair ke rekening bank yang telah kamu daftarkan.

7. Pendanaan

Pendanaan dari PT Pendanaan Teknologi Nusa terkenal sebagai pinjaman tanpa BI Checking yang menyediakan KTA Kilat. Pasalnya, Pendanaan menjanjikan pinjaman cepat tanpa jaminan yang hanya butuh waktu 15 menit untuk mengajukan, 2 – 48 jam untuk disetujui, dan dana akan ditransfer ke rekening bank dalam waktu kurang dari 2 hari.

Pinjaman tanpa BI Checking Pendanaan akan lebih cocok bagi kamu yang membutuhkan pinjaman dalam jumlah kecil. Sebab plafon pinjaman yang ditawarkan cukup terbatas, yakni hanya sebesar Rp 1 juta dalam masa tenor 7 hingga 30 hari dengan satu kali pelunasan. Jika lewat dari satu bulan maka secara otomatis kamu akan mendapatkan denda.

Selain harus melakukan pelunasan sekaligus, kamu juga akan dikenakan beberapa biaya seperti:

  • Biaya layanan sebesar 0,2 persen per hari
  • Biaya ketetapan risiko Rp 14 ribu hingga Rp 60 ribu
  • Biaya administrasi Rp 13.400 sampai Rp 57.500
  • Biaya penagihan Rp 11.600 hingga Rp 50 ribu
  • Biaya proses data Rp 13.400 sampai Rp 57.500.

Syarat pengajuan pinjaman tanpa BI Checking Pendanaan

Selain unggul dalam hal kecepatan pemberian pinjaman, syarat pengajuan pinjaman tanpa BI Checking Pendanaan juga tergolong cukup simple, yaitu:

  • WNI berusia 18-50 tahun
  • Memiliki pekerjaan tetap
  • Foto Slip Gaji/bukti transaksi bank
  • Foto KTP
  • Foto BPJS/NPWP

8. Pinjaman tanpa BI checking dari UangMe

Pinjaman yang selanjutnya yang bisa kamu jadikan alternatif adalah UangMe. UangMe merupakan salah satu platform Peer-to-Peer di Indonesia yang menawarkan pinjaman mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 4 juta dengan tenor 3 sampai 4 bulan lamanya.

Bunga yang dipatok yaitu sebesar 0,79% dengan biaya layanan sebesar 0,2 persen per hari. Kedua biaya tersebut kemudian akan diakumulasikan dan dibayar bersama dengan angsuran bulanan.

Syarat pengajuan pinjaman tanpa BI Checking UangMe

Bagi kamu yang ingin mengajukan pinjaman di UangMe, maka harus memenuhi persyaratan berikut ini:

  • WNI berdomisili Indonesia
  • Usia 21-55 tahun
  • Memiliki e-KTP
  • Memiliki nomor telepon Indonesia
  • Telah memiliki rekening bank pribadi
  • Karyawan swasta atau negeri yang memiliki pendapatan tetap

Untuk mengajukan pinjaman caranya juga cukup mudah kok, kamu hanya perlu mengisi data pada form aplikasi dan menunggu verifikasi kira-kira selama 30 menit. Setelah melakukan pengisian data dan verifikasi, kamu perlu menunggu pemberitahuan lewat telpon selama kurang lebih 1×24 jam untuk mengetahui apakah pengajuan pinjamanmu disetujui atau tidak. Jika disetujui, kamu pun bisa langsung memproses pencairan dana.

9. JULO

Pinjaman tanpa BI Checking JULO memiliki keunggulan berupa bunga pinjaman yang rendah dibandingkan perusahaan fintech penyedia pinjaman online lainnya. Selain Itu, JULO juga menawarkan KTA dengan proses pengajuan yang mudah dan keuntungan berupa cashback.

Cashback yang dimaksud merupakan fitur unik dari pinjaman JULO Cicil dimana kamu bisa mendapatkan uang kembali atau Cashback sebesar:

  • 3% setiap kali membayar cicilan paling lambat 4 hari sebelum tanggal jatuh tempo.
  • 2% setiap kali membayar cicilan 3 atau 2 hari sebelum tanggal jatuh tempo.
  • 1% setiap kali Anda membayar cicilan 1 hari sebelum tanggal jatuh tempo atau pada tanggal jatuh tempo.

Limit pinjaman KTA di JULO berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 8.000.000, yang dapat dicicil selama 3-8 bulan. Bunga yang dikenakan berkisar antara 6% hingga 10% per bulan, ditetapkan berdasarkan hasil analisa kelayakan kredit masing-masing nasabah.

Pinjaman tanpa BI Checking JULO dibagi menjadi 2 tipe sebagai berikut.

1. JULO mini

JULO mini merupakan versi pinjaman jangka pendek JULO dengan tenor 30 hari dan plafon mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

2. JULO cicil

JULO cicil merupakan pinjaman online dengan tenor yang lebih panjang, yaitu 6 bulan. Plafon yang ditawarkan pun lebih besar yaitu Rp 4 juta hingga Rp 8 juta.

Selain itu ada pula 2 tipe biaya yang akan dibebankan kepada peminjam, yaitu biaya provisi sebesar 7% dari pinjaman yang dikenakan di awal sebelum dana dicairkan ke rekening serta biaya keterlambatan pembayaran cicilan yang akan dikenakan jika kamu terlambat membayar.

Syarat pengajuan pinjaman tanpa BI Checking JULO

Tertarik dengan fitur pinjaman tanpa Bi Checking yang ditawarkan oleh JULO? Jika ya, maka kamu harus memenuhi syarat pengajuan pinjaman tanpa BI Checking JULO berikut ini agar pengajuan pinjamanmu bisa disetujui.

  • Warga Negara Indonesia berusia 21 – 59 tahun
  • Pengajuan dilakukan menggunakan smartphone milik sendiri yg aktif digunakan paling sedikit 1 bulan terakhir
  • Memiliki rekening bank pribadi yang aktif
  • KTP
  • Slip Gaji / Surat Keterangan Penghasilan
  • Foto selfie dengan KTP

Cara mengajukan pinjaman tanpa BI Checking JULO

  1. Download aplikasi JULO di Play Store dan lengkapi data yang dibutuhkan sesuai ketentuan.
  2. Pastikan nomor telepon aktif untuk melakukan proses verifikasi demi mendapatkan kredit limit
  3. Pilih opsi “Tarik Dana” untuk pinjaman/tunai ke rekening sendiri atau “Transfer Dana” untuk kebutuhan lainnya.
  4.  Tentukan jumlah tenor dan cicilan sesuai kebutuhan.
  5. Pantau aktivitas pinjaman melalui aplikasi JULO, bayar tepat pada waktunya, dan pinjam kapanpun dibutuhkan.

10. Pinjam Yuk

Pinjam Yuk merupakan aplikasi pinjaman tanpa BI Checking yang cukup besar karena memiliki cakupan lebih dari 50 kota di Indonesia.

Pinjam Yuk menawarkan pinjaman tanpa BI Checking untuk berbagai kebutuhan seperti kesehatan, pendidikan, perawatan motor, hingga pembelian barang. Selain itu, Pinjam Yuk juga bisa digunakan untuk membantu UMKM memperluas bisnisnya.

Untuk pinjaman cepat, limit pinjaman yang disediakan Pinjam Yuk adalah Rp 200 ribu hingga Rp 2 juta dengan tenor 30 hari.

Sementara untuk pinjaman produktif bagi UMKM, limit pinjaman yang ditawarkan adalah Rp 5 juta hingga Rp 25 juta dengan tenor yang lebih panjang yaitu 3 – 12 bulan disesuaikan dengan kredibilitas peminjam.

Sama seperti pinjaman tanpa BI Checking lainnya, ada denda keterlambatan yang berlaku baik untuk pinjaman cepat maupun pinjaman produktif.

Denda Keterlambatan untuk pinjaman cepat adalah sebesar Rp 40,000 + 2% x pokok pinjaman di hari pertama, hari kedua dan selanjutnya 2% x pokok pinjaman. Sedangkan untuk pinjaman produktif, denda keterlambatannya sebesar Rp 40,000,- + 1.5% x pokok pinjaman di hari pertama, hari kedua dan selanjutnya 1.5% x pokok pinjaman.

Syarat pengajuan pinjaman tanpa BI Checking Pinjam Yuk

Syarat pengajuan pinjaman tanpa BI checking di Pinjam Yuk terbilang sangat simpel, yaitu sebagai berikut:

  • Berusia 21 – 60 tahun
  • WNI
  • Memiliki NPWP dan KTP
  • Memiliki penghasilan

Usai mendownload aplikasi Pinjam Yuk di Playstore, kamu bisa langsung mengajukan pinjaman dengan melengkapi data diri dan persyaratan lainnya. Waktu yang dibutuhkan untuk proses verifikasi pengajuannya adalah maksimal 1×24 jam.

Apabila pengajuanmu belum mendapatkan keputusan setelah 1×24 jam, kamu dapat menghubungi tim layanan pelanggan Pinjam Yuk melalui aplikasi, atau email [email protected] pada jam operasional. Mudah dan cepat!

Simulasi cicilan pinjaman tanpa BI checking

Nah, untuk menentukan pilihan, lakukan dulu perhitungan besar cicilan bulanan yang harus dibayarkan beserta berapa bunganya. Misalnya saja kamu mencoba berandai-andai meminjam Rp5 juta di salah satu penyedia pinjaman lalu mencicilnya selama satu tahun. Lalu, bunga per bulannya adalah 6% (disetahunkan menjadi 72%)

Maka, besar cicilan yang harus dibayarkan tiap bulan selama 12 bulan adalah: Rp716.667
Total uang yang dikembalikan kepada pemberi pinjaman (pokok utang dan bunga) adalah: Rp8.600.004

Kamu bisa menggunakan kalkulator kredit flat dari Lifepal berikut ini untuk melakukan simulasi perhitungan besaran cicilan bulanan dan bunganya, tergantung dari perusahan pemberi pinjaman mana yang kamu pilih.

Pahami risiko cari pendanaan dari pinjaman tanpa BI checking

Pinjaman tanpa BI checking yang menjanjikan dana cepat dengan proses mudah memang sangat menggoda. Apalagi ada banyak perusahaan fintech yang persyaratannya tidak sulit untuk dipenuhi. Hanya bermodalkan KTP dan NPWP saja. Namun, kamu tetap harus cermat memahami risiko yang mungkin timbul jika kamu memilih pinjaman ini.

Selain memperhatikan persyaratan yang dibutuhkan, kamu juga harus jeli dalam mempertimbangkan bunga dan biaya lainnya yang bisa dibilang cukup besar. Ada banyak sekali yang menyediakan pinjaman tanpa BI Checking bisa langsung cair namun dengan bunga yang sangat mencekik. Umumnya, pemberi pinjaman seperti ini dikenal dengan sebutan rentenir online.

Ada pula aplikasi pinjaman tanpa BI checking menjanjikan bunga rendah, namun jika ditambahkan dengan biaya administrasi, biaya layanan, dan lain-lain, bisa jadi hasil akhir perhitungan uang yang harus kamu kembalikan jadi jauh lebih besar.

Karena itu, jika kamu betul-betul terpaksa harus mengajukan pinjaman, pastikan perusahaan fintech penyedia pinjaman tanpa BI Checking tersebut sudah terdaftar dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk memastikan kamu tak terjerat kredit tanpa agunan (KTA) bodong, kamu bisa mengeceknya di sini.

Lengkapi dengan proteksi finansial dari asuransi jiwa

Saat memilih untuk mengambil pinjaman tanpa BI Checking, terutama dengan tenor jangka panjang, pastikan kamu juga memiliki asuransi jiwa. Tujuannya untuk melindungi risiko kegagalan kita saat melunasi kredit atau pinjaman akibat meninggal dunia.

Misalnya, ketika kamu sedang melakukan cicilan kredit handphone, tapi tiba-tiba terjadi hal yang tidak diinginkan seperti mengalami kecelakaan hingga mengalami cacat tetap atau meninggal dunia.

Hal ini secara tidak langsung akan membuat kamu atau keluarga yang ditinggalkan kesulitan untuk melunasi cicilan kredit handphone yang sedang berjalan.

Nah, jika kamu memiliki asuransi jiwa maka uang santunan yang diberikan bisa menggantikan sumber penghasilan yang hilang akibat kondisi tersebut. Sehingga kreditmu pun tetap bisa dibayarkan sebelum jatuh tempo. Manfaat inilah yang membuat banyak orang akhirnya memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa. 

Nah, itu tadi semua informasi mengenai pinjaman BI Checking yang bisa membantu kamu. Kalau kamu membutuhkan saran mengenai cara menyusun anggaran pribadi atau keluarga yang ideal, jangan ragu untuk konsultasikan secara gratis di lamam Cek Keuangan Lifepal, ya!

Pertanyaan terkait tips pinjaman tanpa BI Checking