Asuransi Pendidikan

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%
Perusahaan Anda Sudah Didaftarkan!
Konsultan kami akan mengirim penawaran untuk Anda segera
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%
 

8 Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia 2021

Asuransi pendidikan anak adalah produk asuransi jiwa yang dengan manfaat uang pertanggungan pendidikan anak jika orangtuanya meninggal dunia. Selain asuransi, cocok juga sebagai instrumen menabung dana pendidikan.

Ada banyak produk asuransi pendidikan anak yang ada di pasaran. Untuk membantu Anda dalam memilih, Lifepal menyajikan daftar asuransi pendidikan terbaik di Indonesia. Simak ulasannya berikut ini!

AXA Mandiri – Mandiri Sejahtera Cerdas

  • Premi mulai Rp200 ribu per bulan
  • Masa pertanggungan: 25 tahun dikurang usia anak
  • Masa pertanggungan sampai tertanggung usia 70 tahun (orangtua)
  • Santunan meninggal dunia
  • Santunan cacat tetap total
  • Manfaat investasi dana pendidikan

Asuransi Pendidikan Manulife Education Protector

  • Premi mulai Rp417 ribu per bulan
  • Usia masuk tertanggung (orangtua): 18-50 tahun
  • Usia masuk tertanggung (anak): 30 hari – 10 tahun
  • Usia pemegang polis: minimal 18 tahun
  • Masa pembayaran premi 5 atau 10 tahun
  • Santunan meninggal dunia sebesar nilai polis ditambah 100 persen target dana pendidikan
  • Manfaat investasi dana pendidikan sampai 170 persen UP
  • Manfaat akhir polis 100 persen target dana pendidikan + nilai polis

Asuransi Pendidikan BCA Proteksi Edukasi Maksima

Pembayaran premi dapat dipilih 3, 10, atau 15 tahun

  • Santunan meniggal dunia UP 200% untuk biaya pendidikan anak ketika memasuki usia 18 – 21 tahun
  • Bonus tahunan atau manfaat akhit polis

Asuransi Pendidikan Prudential PRULink Edu Protection

  • Premi mulai Rp500 ribu per bulan
  • Perlindungan jiwa untuk orangtua dan anak
  • Masa pertanggungan: sampai usia 18-25 tahun (anak).
  • Usia masuk anak: 1-15 tahun
  • Santunan meninggal dunia, penyakit kritis, dan cacat tetap total
  • Manfaat bulanan maks. Rp30 juta sampai anak berusia 18 atau 25 tahun
  • Kenaikan manfaat bulanan 15% per 3 tahun
  • Manfaat investasi

Asuransi Pendidikan Allianz

  • Premi mulai Rp300 ribu per bulan
  • Usia masuk anak: 6-18 tahun
  • Santunan meninggal dunia
  • Manfaat tabungan pendidikan anak

Asuransi Pendidikan BNI Life Solusi Pintar

  • Menjamin semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
  • Usia masuk tertanggung (orangtua): 20-55 tahun
  • Usia masuk tertanggung (anak): 0-9 tahun
  • Masa pertanggungan: maks sampai orangtua berusia 65 tahun
  • Santunan meninggal dunia 100 persen UP
  • Manfaat tabungan pendidikan bertahap
  • Perluasan manfaat kecelakaan diri dan asuransi kesehatan

Asuransi Pendidikan BRI Life BRINGIN Danasiswa Syariah

  • Masa pertanggungan: 5-20 tahun
  • Usia masuk tertanggung (orangtua): 17-55 tahun
  • Santunan meninggal dunia Rp15 juta ditambah nilai investasi.
  • Manfaat pembebasan premi
  • Manfaat investasi pendidikan

Asuransi Pendidikan Bumiputera

  • UP berkisar dari Rp100 – 200 juta
  • Minimal usia masuk tertanggung 21 tahun dan dapat diperpanjang hingga 65 tahun
  • UP diberikan secara bertahap atau sesuai Dana Kelangsungan Belajar (DKB)
  • UP diberikan baik terjai atau tidaknya risiko meninggal dunia pada orangtua

 

Pengertian Asuransi Pendidikan

Pengertian asuransi pendidikan adalah produk asuransi jiwa dengan manfaat biaya pendidikan anak di masa depan jika orangtua meninggal dunia. Selain manfaat asuransi jiwa pendidikan, produk ini juga memberikan fasilitas tabungan. Jadi, meskipun tidak terjadi risiko meninggal dunia, nasabah tetap bisa mencairkan dana pendidikannya.

Jika membeli produk ini, nasabah perlu menyetorkan premi kepada perusahaan asuransi. Nah, sebagian premi tersebut akan dipakai untuk membayar biaya asuransi dan sisanya dipakai untuk menabung dana pendidikan.

Lifepal menyediakan asuransi pendidikan dengan premi yang terjangkau, mulai dari Rp200 ribuan saja per bulan. Cari tahu di sini!

Ada dua jenis produk ini, yaitu dwiguna dan unit link. Pada asuransi dwiguna, dana premi yang disetor hanya akan ditabung. Sementara itu, pada unit link, dana tersebut bakal diinvestasikan. Namun, memang asuransi dwiguna lebih populer digunakan sebagai asuransi pendidikan.

Jangan khawatir bagi yang takut riba. Pasalnya, sudah banyak perusahaan asuransi syariah yang menyediakan produk ini. Contohnya AXA Mandiri, Prudential, dan Takaful Keluarga.

Cara Kerja Asuransi Pendidikan

Pada dasarnya, cara kerja asuransi pendidikan sama saja dengan asuransi jiwa unit link dan dwiguna. Hanya saja, tujuan keuangan dari produk ini adalah untuk mengumpulkan dana pendidikan anak.

Cara kerja asuransi pendidikan kurang lebih begini: asuransi menjanjikan pembayaran premi hanya pada beberapa tahun pertama, misalnya lima tahun.

Premi yang kita setorkan tersebut dibagi ke dalam dua pos, yaitu pos biaya asuransi dan pos tabungan atau investasi. Nah, pos tabungan dan investasi tu disebut dengan nilai tunai.

Sebagian premi yang masuk ke pos biaya asuransi dibayarkan untuk mengaktivasi manfaat perlindungan jiwa. Sehingga, kalau tertanggung (orang tua) meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total, ahli warisnya (anak) bisa mencairkan uang pertanggungan untuk dana pendidikan.

Jika orang tua masih hidup hingga masa pembayaran premi berakhir, dana pendidikan anak tetap bisa cair dari nilai tunai.

Uang pertanggungan dan nilai tunai umumnya dicairkan secara bertahap sesuai dengan jenjang pendidikan yang sedang ditempuh. Adapun porsi dan waktu pencairannya beragam berdasarkan dengan perjanjian dalam polis.

Beberapa perusahaan juga menyediakan fasilitas pembebasan premi, jadi meskipun premi tidak dibayarkan pasca meninggalnya orang tua, dana pendidikan anak tetap dijamin.

Premi  yang masuk ke saldo nilai tunai akan diinvestasikan pada asuransi pendidikan unit link, atau ditabung pada asuransi pendidikan dwiguna.

Asuransi Pendidikan Dwiguna vs Asuransi Pendidikan Unit Link

Nilai Tunai Dwiguna Unit Link
Proyeksi Pasti Tergantung hasil investasi
Nominal Relatif tidak besar Berpotensi untung besar tapi bisa juga merugi

Jika kita memilih asuransi pendidikan unit link, premi yang masuk ke nilai tunai tadi bakal ditaruh di instrumen investasi. Keuntungan dari investasi tersebut masuk ke dalam dompet nilai tunai yang akan dipakai untuk membayarkan untuk biaya-biaya asuransi selanjutnya. Namun perlu dicatat, instrumen investasi memiliki risiko. Sehingga ada kemungkinan nilai tunai berkurang dan tidak sesuai dengan proyeksi di awal.

Sementara itu, pada asuransi pendidikan dwiguna, jumlah nilai tunai yang akan diberikan nantinya sudah ditentukan di awal.

Sebaiknya kita menghindari manfaat investasi yang ditawarkan unit link karena manfaat yang didapatkan tidak akan maksimal. Pasalnya,  tujuan investasi berbeda dengan tujuan proteksi.  Dalam investasi, ada risiko kerugian yang menimbulkan kerugian finansial. Padahal, tujuan utama kita adalah untuk memastikan anak menyelesaikan pendidikannya

Oleh karena itu, asuransi pendidikan dwiguna kami nilai lebih efektif dibandingkan asuransi pendidikan unit link karena memberi kepastian dana yang akan diterima, meskipun nominalnya terlihat lebih kecil.

 

Manfaat Asuransi Pendidikan

Fungsi asuransi pendidikan di antaranya adalah untuk menjamin biaya pendidikan anak, mengantisipasi risiko orangtua meninggal dunia, berinvestasi untuk masa depan, dan mengejar laju inflasi. Berikut penjelasannya:

Manfaat asuransi pendidikan yang pertama adalah menjamin ketersediaan biaya pendidikan anak, sehingga anak bisa tetap melanjutkan sekolahnya terlepas dari kondisi orangtua. Pasalnya, memang banyak kondisi di mana orangtua tidak bisa lagi mencari nafkah karena meninggal dunia atau mengalami cacat tetap sehingga tidak dapat membayar biaya pendidikan anak.

Oleh sebab itu, asuransi ini cocok untuk orangtua yang ingin mengantisipasi risiko tersebut, atau yang kesulitan menyisihkan sebagian uang untuk dana pendidikan anak.

Risiko kematian bisa datang kapan saja, tanpa terprediksi. Oleh sebab itu, manfaat asuransi pendidikan yang kedua adalah sebagai produk yang menyelamatkan kondisi keuangan keluarga, khususnya untuk dana pendidikan anak apabila orangtua meninggal dunia.

Pendidikan adalah salah satu hal yang paling penting dalam merawat anak. Dengan menyisihkan sebagian uang untuk membayar premi asuransi pendidikan, nasabah sedang berinvestasi untuk masa depan anak. Selain itu, nasabah juga bisa menginvestasikan uangnya apabila membeli asuransi pendidikan unit link.

Seperti yang kita tahu, nilai uang dari tahun ke tahun semakin berkurang atau mengalami inflasi. Oleh sebab itu, kita harus mempersiapkan dana yang lebih besar lagi untuk melunasi biaya pendidikan anak di masa depan.Fitur investasi dalam asuransi pendidikan yang menawarkan imbal hasil belasan persen diharapkan dapat mengejar laju inflasi tersebut.

Ingin mendapat manfaat di atas? Pastikan masa depan anak dengan asuransi pendidikan dari Lifepal di bawah ini!

ūüéď Menanggung TK Hingga Kuliah Mulai Rp200 Ribu/Bulan!
+62
 

Jenis Asuransi Pendidikan

Terdapat beberapa jenis asuransi pendidikan yang ada di pasaran, di antaranya asuransi dwiguna, unit link, dan asuransi syariah. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Sebaiknya, sesuaikan pilihan jenis asuransi dengan kebutuhan. Supaya lebih paham, simak ulasannya berikut ini.

Asuransi Pendidikan Dwiguna (Endowment)

Jenis asuransi pendidikan dwiguna memberikan dua manfaat, yaitu perlindungan jiwa dan pengembalian uang pasti. Jika tertanggung (orang tua) meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total pada masa pertanggungan, asuransi akan memberikan UP untuk menunjang biaya sekolah. Kalau tidak ada klaim yang diajukan selama masa pertanggungan, tertanggung berhak mendapatkan uang premi yang sudah dikumpulkan.

Berikut adalah contoh asuransi pendidikan dwiguna:

  • BCA Life. BCA bekerja sama dengan AIA menawarkan produk Proteksi Edu Maksima (EduPlan) untuk para nasabahnya. Ketika anak berusia 18-21 tahun, nasabah¬† akan mendapatkan 200 persen uang pertanggungan dan asuransi akan membebaskan premi jika pemegang polis meninggal dunia.
  • AXA Mandiri. AXA Mandiri menawarkan produk asuransi terbaik Smart Kidz dengan 100 persen uang pertanggungan jika nasabah meninggal atau mengalami cacat tetap total selama 25 tahun hanya dengan premi mulai Rp300 ribu per bulan. Asuransi ini berlaku sampai Anda berusia 70 tahun atau anak 25 tahun. Untuk mendaftar, pemegang polis harus berusia antara 17-59 tahun.

Asuransi Pendidikan Syariah

Sebenarnya sama saja dengan produk dwiguna dan unit link. Hanya saja, dana premi nasabah dikelola berdasarkan syariat Islam dengan prinsip gotong royong. Oleh sebab itu, produk ini halal dan tidak mengandung riba.

Berikut contoh asuransi pendidikan syariah.

  • Takaful Keluarga. Takaful Keluarga menawarkan produk asuransi jiwa dwiguna syariah Takaful Dana Pendidikan dengan manfaat uang pertanggungan (UP) 100 persen untuk meninggal dunia dan 50 persen untuk cacat tetap total. UP juga bisa dicairkan 10 persen jika anak meninggal dunia.
  • Bumiputera. Mitra Cerdas dari Bumiputera menawarkan perlindungan jiwa selama 3-17 tahun dengan minimal usia masuk orangtua 21 tahun. Perlu dicatat bahwa usia Anda saat ini ditambah dengan masa perlindungan maksimal 65 tahun. Uang pertanggungan yang dapat Anda ambil berada di antara Rp100-200 juta. Sebagai tambahan informasi, produk ini menjanjikan Dana Kelangsungan Belajar (DKB) cair secara bertahap, baik jika orangtua meninggal atau tidak.
Ingin mendapatkan asuransi pendidikan terbaik? Temukan di situs Lifepal! Dapatkan asuransi dengan pengembalian premi hingga 160% dengan premi terjangkau mulai dari Rp200 ribuan per bulan!
 

Premi Asuransi Pendidikan

Premi asuransi pendidikan adalah jumlah dana yang perlu disetorkan oleh tertanggung agar bisa mendapatkan manfaat berupa asuransi dan tabungan anak.

Premi asuransi sendiri beragam jumlahnya, mulai dari Rp200 ribu per bulan hingga jutaan. Untuk menentukan besaran premi, uang pertanggungan adalah faktor yang paling menentukan.

Semakin besar uang pertanggungan, maka semakin besar juga premi yang dikenakan. Namun, tak usah repot menghitung uang pertanggungan secara manual karena Lifepal sudah menyediakan kalkulator uang pertanggungan secara gratis! Kita bisa menggunakan kalkulator uang pertanggungan yang tersedia di website Lifepal untuk mendapatkan angka yang dibutuhkan.

Jika sudah mendapatkan angka uang pertanggungan yang diinginkan, maka konsultasikan dengan agen terkait perkiraan premi yang akan dikenakan kepada Anda.

 

Simulasi Asuransi Pendidikan Anak

Seorang calon nasabah bernama Danang ingin mendaftar asuransi pendidikan anak. Usianya saat ini 27 tahun dan memiliki anak, Putri, usia 1 tahun. Danang adalah tulang punggung keluarga yang ingin punya uang cukup untuk menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi. 

Danang bersedia menabung sebesar Rp5,5 juta per bulan (Rp66 juta per tahun) untuk tujuan tersebut. Jadi, berikut ini simulasi asuransi pendidikan dwiguna menggunakan contoh polis Proteksi Edu Maksima (EduPlan) dari AIA dan BCA

  • Uang pertanggungan (UP): Rp250.000.000.
  • Masa pembayaran premi: 5 tahun.
  • Premi dasar: Rp64.284.000¬† per tahun.
  • Premi rider Payor Waiver Edu (Kematian/cacat tetap total): Rp812.000 per tahun.
  • Premi rider Payor Waiver Edu Comprehensive Critical Cover: Rp812.000 per tahun.
  • Total premi yang harus dibayar: Rp65.908.000 per tahun.
  • Lama menabung: 20 tahun.

Polis EduPlan menawarkan pencairan 200 persen UP untuk dana pendidikan dan 100 persen UP kalau tertanggung meninggal serta pembebasan premi jika kita meninggal dunia. Kurang lebih, berikut yang didapatkan oleh Danang:

  • Tahun ke-1 sampai 5 = pembayaran premi dan pembebasan premi jika Danang meninggal dunia, cacat tetap total, atau terkena penyakit kritis.

UP yang bisa dicairkan selama bertahap saat Putri masuk kuliah:

  • Tahun ke-18= 80 persen UP atau Rp200 juta.
  • Tahun ke-19= 40 persen UP atau 100 juta.
  • Tahun ke-20= 40 persen UP atau 100 juta.
  • Tahun ke-21= 40 persen UP atau 100 juta ditambah bonus tahunan dan bonus akhir polis.

Dengan menyimpan uang dalam asuransi, Danang mendapat kepastian bahwa anaknya akan memiliki uang untuk berkuliah di kemudian hari, terlepas ia masih sanggup membiayai atau tidak. 

Tabel berikut menggambarkan perbandingan alokasi uang Danang sebesar Rp5,5 juta per bulan selama lima tahun tadi jika ditaruh di asuransi dengan di tabungan.

Tabungan Pendidikan

  • Terkumpul uang tunai Rp330.000.000
  • Hanya dipotong biaya admin
  • Bisa cair di tahun ke-5
Asuransi Pendidikan

  • Uang pertanggungan 2xRp250.000.000 = Rp500.000.000
  • Pembebasan premi Rp66.000.000 per tahun jika meninggal dunia, cacat tetap, dan menderita penyakit kritis
  • Bonus tahunan dan bonus akhir polis, kurang lebih Rp241.000.000
  • Bisa cair di tahun ke-18
  • Banyak tambahan biaya di luar premi dasar
 

Cara Klaim Asuransi Pendidikan

Apabila sudah memiliki polis dan hendak melakukan klaim, lakukan prosedur berikut.

  • Apabila terjadi hal yang menimbulkan klaim, segera hubungi penyedia asuransi. Semakin cepat maka semakin baik. Anda bisa menghubungi agen, mendatangi kantor cabang, atau mengirimkan email pemberitahuan.
  • Mengisi formulir klaim yang disediakan. Tuliskan kronologi kejadian selengkap-lengkapnya; lampirkan lokasi dan waktunya.
  • Lengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), polis asli, surat keterangan dokter, surat kematian, dan lain-lain.
  • Penyedia asuransi akan menunjuk surveyor untuk mengaudit laporan klaim Anda.
  • Apabila disetujui, uang pertanggungan akan segera dikirimkan ke rekening Anda.

Penyedia asuransi tidak akan menerima klaim asuransi pendidikan anak apabila disebabkan oleh hal berikut:

  • Kecanduan obat-obatan dan alkohol: Jika tertanggung meninggal akibat kecanduan narkoba dan alkohol, maka klaim tidak dapat cair.
  • Menyakiti diri sendiri atau bunuh diri: Kegiatan menyakiti diri sendiri dan bunuh diri tidak akan mendapatkan pencairan klaim.
  • Olahraga ekstrim: Hati-hati jika Anda menyukai olahraga ekstrim. Sebagian besar polis tidak menanggung kematian akibat kegiatan ini. Pastikan dulu kepada agen Anda terkait dengan ketentuan ini.
  • Aktivitas kriminal: Kegiatan kriminal yang menyebabkan kematian tidak akan ditanggung oleh pihak asuransi.
 

Tips Memilih Asuransi Pendidikan yang Bagus dan Murah

Setelah mengetahui produk asuransi apa saja yang ada di pasaran, penting untuk memahami cara memilih asuransi pendidikan anak yang bagus. Berikut penjelasannya.

Tujuan produk ini tentu untuk mempersiapkan buah hati hingga ke jenjang perguruan tinggi. Oleh karena itu, orang tua perlu mulai menghitung total dana yang dibutuhkan pada saat ia memasuki usia sekolah dari tingkat paling rendah hingga paling tinggi.

Perlu dicatat, polis yang bagus harus memiliki uang pertanggungan yang cukup untuk digunakan untuk membayar biaya sekolah pada saat dibutuhkan.

Agen asuransi umumnya selalu mengarahkan calon nasabah membeli produk dengan manfaat investasi. Di sinilah peran nasabah dalam menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Jika memang jumlah tabungan dalam polis tidak akan mencukupi dana pendidikan di masa depan, unit link bisa jadi opsi, hanya saja nasabah juga harus memahami risikonya. Sehingga pada akhirnya tidak merasa ditipu oleh perusahaan dengan risiko-risiko yang ada.

Polis yang baik tidak hanya memberikan tabungan dana untuk sekolah anak, tapi juga besaran santunan kematian yang cukup. Cocokkan nominal kebutuhan dana sekolah Anda yang sudah disesuaikan dengan inflasi dengan uang pertanggungan.

Selain itu, pastikan polis yang Anda pilih juga memberikan pembebasan premi jika tertanggung meninggal dunia saat masa asuransinya belum berakhir.

Asuransi pendidikan anak biasanya memberikan periode asuransi tertentu. Anda perlu menghitung usia anak saat ini sampai ia masuk perguruan tinggi. Misalnya saat ini ia berusia 9 tahun, dan akan masuk perguruan tinggi di usia 19 tahun. Maka, Anda dapat memilih masa asuransi 10 tahun.

Biasanya agen asuransi akan menawarkan rider untuk memperluas pertanggungan Anda, misalnya yang memberikan manfaat santunan cacat tetap total. Sebelum memutuskan untuk membeli produk tambahan, pastikan Anda benar-benar membutuhkannya. Pasalnya, rider memang akan menambah biaya premi yang harus Anda bayarkan, sehingga tentunya sayang jika Anda membeli yang tidak dibutuhkan.

Sebagai alternatif, sebenarnya asuransi jiwa murni jauh lebih murah ketimbang asuransi yang memiliki nilai investasi. Karena, biaya yang perlu Anda keluarkan hanya untuk membayar perlindungan saja tanpa investasi.

Beli asuransi berjangka akan lebih murah, fleksibel, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Untuk memastikan bahwa kita mempercayakan uang pada institusi yang legal, pastikan perusahaan yang Anda pilih telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, cek juga berita terkait dengan perusahaan, pastikan reputasinya baik. Anda juga bisa memastikan kesehatan keuangan perusahaan dengan mengecek laporan keuangan tahunannya.

Agar mendapatkan produk termurah, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu produk yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan berkonsultasi gratis dengan Lifepal, yang bisa Anda dapatkan dengan mengisi formulir di bagian atas halaman ini.

 

Pertanyaan Seputar Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan adalah asuransi yang akan memberikan uang pertanggungan untuk biaya pendidikan anak jika orang tuanya meninggal.

Asuransi pendidikan merupakan salah satu bagian atau manfaat dari asuransi jiwa. Artinya, umumnya manfaat pertangungan biaya pendidikan diberikan jika tertanggung meninggal dunia atau menderita cacat tetap.

Berdasarkan laporan Kompas, rata-rata kenaikan inflasi biaya pendidikan di Indonesia setiap tahunnya mencapai 15 persen. Melalui perhitungan tersebut, diperkirakan biaya pendidikan kuliah di perguruan tinggi pada tahun 2028 bisa mencapai Rp30-120 juta! Padahal, rata-rata kenaikan gaji per tahun hanya 7 persen saja.

biaya-pendidikan

Mari pikirkan bersama, apakah tabungan kita akan cukup untuk mencapai angka tersebut? Angka tadi baru untuk perguruan tinggi, belum lagi biaya sekolah. Untuk itulah asuransi penting.

Mekanismenya sederhana saja. Kita sebagai pemegang polis/tertanggung/orang tua memiliki kewajiban membayarkan premi kepada perusahaan asuransi dengan nominal tertentu.

Sementara itu, kewajiban perusahaan adalah memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia sesuai dengan perjanjian polis. Setelah cair, uang tersebut digunakan untuk membayar biaya sekolah anak.

Idealnya saat anak Anda baru lahir. Sehingga, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai masa ia sekolah juga lebih panjang dan dana yang terkumpul bisa lebih besar.

Jika memiliki anak berusia 0 sampai dengan 15 tahun, maka Anda perlu terproteksi asuransi jenis pendidikan. Produk ini penting untuk memastikan masa depan pendidikannya.

Perbedaan asuransi pendidikan dengan tabungan pendidikan adalah pada fitur yang ditawarkan. Tabel berikut menjelaskan secara singkat perbedaan antara keduanya.

Pembeda Dwiguna Unit Link Tabungan Pendidikan
Santunan kematian Besar Besar Kecil
Risiko Rendah Tinggi Rendah
Biaya-biaya Besar Besar Kecil
Durasi Jangka panjang Jangka panjang Jangka pendek
Besar tabungan pendidikan Sedang Tergantung hasil investasi Kecil

Tabungan pendidikan hanya memotong sebagian kecil uang untuk biaya administrasi. Namun, bunganya hanya 3-6 persen saja.  Sementara pada asuransi jiwa unit link, kita mendapat peluang untuk menginvestasikan uang tersebut. 

Tabungan pendidikan juga memiliki manfaat asuransi jiwa, namun relatif kecil. Jika orangtua meninggal, asuransi ini akan melunasi tabungan pendidikan hingga selesai. Tidak ada uang pertanggungan seperti dalam proteksi pendidikan.

Sebenarnya, tidak ada produk yang lebih baik atau lebih buruk. Kita hanya perlu mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan. Apabila hendak menabung dalam jangka pendek, kami sarankan memilih tabungan pendidikan saja. Sementara itu, kalau anak kita masih berusia 1-5 tahun dan ingin menabung dalam jangka panjang, proteksi dari asuransi bisa menjadi pilihan.

Ada dua, yaitu dwiguna (endowment), dan unit link. Endowment menawarkan perlindungan jiwa dengan manfaat pengembalian pasti, sementara unit link menawarkan perlindungan jiwa berbalut investasi.

Biaya preminya beragam, mulai dari Rp200 ribu per bulan hingga jutaan. Tentunya disesuaikan dengan uang pertanggungan, inflasi, dan bunga investasi (kalau ada). Untuk lebih jelasnya, silakan baca Tabel Komparasi.

Jika asuransi dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, maka hukumnya halal sesuai yang difatwakan oleh para ulama MUI. Sehingga tertanggung bisa memilih asuransi jiwa syariah selain asuransi jiwa konvensional.

Hal tersebut bersumber dari fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, yang berkesimpulan bahwa asuransi merupakan upaya saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai dengan akad dan prinsip syariat.

Bisa dicairkan, tetapi biasanya secara bertahap sesuai dengan usia atau jenjang pendidikan anak Anda. Sebab, kembali lagi ke tujuan produk ini adalah untuk merencanakan biaya pendidikan anak.

Uang pertanggungan bisa dicairkan setelah melewati lima tahun, atau setelah anak memasuki jenjang pendidikan.

Asuransi pendidikan dapat berfungsi secara maksimal apabila berbentuk asuransi jiwa dwiguna atau endowment. Pasalnya, tidak ada investasi dalam produk ini seperti pada unit link. Sehingga, risiko kerugian investasi pun menjadi tidak ada. Namun memang potensi pertambahan nilai produk dwiguna tidak sebesar unit link.

Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan