Syarat Asuransi Perjalanan Visa Schengen

Syarat asuransi perjalanan Visa Schengen di antaranya formulir permohonan visa, foto terbaru, bukti tiket penerbangan, paspor yang masih berlaku, serta bukti keuangan. Selain itu, minimum uang pertanggungan asuransi adalah 30 ribu euro atau sekira Rp500 juta. Nilai uang pertanggungan tersebut bisa didapat dengan premi bahkan di bawah Rp 50 ribu per orang!

✈️ Risiko Delay Hingga Kehilangan Paspor, Mulai Rp24.900!

Berikut ini ulasan lengkap syarat asuransi perjalanan Visa Schengen!

  1. Formulir permohonan visa yang bisa diunduh di situs resmi kedutaan besar negara yang ingin dituju. Setelah itu isi lengkap formulir tersebut.
  2. Foto terbaru dengan syarat 2 buah foto terbaru ukuran 3,5 x 4,5 cm, head foto 70-80 persen dari foto, latar foto warna cerah dan tidak berpola, foto melihat langsung ke kamera, ekspresi wajah netral (tidak senyum dan mulut tertutup), dan tidak menggunakan seragam atau warna yang sama dengan latar.
  3. Paspor yang masih berlaku, setidaknya tiga bulan.
  4. Bukti tiket penerbangan.
  5. Polis asuransi perjalanan internasional yang memberikan jaminan risiko penyakit, kecelakaan, dan pemulangan jenazah jika meninggal dunia.
  6. Bukti akomodasi.
  7. Bukti keuangan (rekening koran) tiga bulan terakhir. Negara-negara di Eropa menetapkan minimal uang di rekening berbeda, rata-rata Rp30 juta.
  8. Surat sponsor (pelengkap) dari orang lain yang tinggal di negara tersebut dan menyatakan dukungan secara finansial untuk perjalanan ke Eropa. Surat ini harus disertai pernyataan bank dari pihak sponsor.

Cara Membuat Visa Schengen

Setelah dokumen lengkap, pengajuan Visa Schengen bisa dilakukan. Berikut ini prosedur membuat Visa Schengen:

1. Pilih waktu pengajuan visa

Langkah pertama mengajukan Visa Schengen adalah memilih waktu, setidaknya tiga pekan sebelum tanggal keberangkatan. Jika belum sempat, 15 hari kerja sebelum keberangkatan ke Eropa. Namun, akan lebih baik jauh hari sebelum tanggal keberangkatan karena memudahkan kamu mempersiapkan diri jika pengajuan ditolak.

2. Temu wawancara

Setelah menentukan waktu, buat janji temu wawancara secara online atau tertulis. Isi tanggal sesuai keinginan. Nantinya, kamu akan menerima waktu antrean yang dikirim ke email. Pastikan datang pada sesi wawancara sesuai tanggal yang ditetapkan.

3. Mendatangi Kedubes/Konsulat

Tahap selanjutnya adalah mendatangi Kedubes atau Konsulat negara yang ingin dituju. Lalu, bagaimana jika ingin mendatangi lebih dari dua negara Schengen? Kamu bisa mengajukan visa ke negara tujuan pertama atau negara yang paling lama dikunjungi.

4. Lengkapi dokumen yang dibutuhkan

Pastikan dokumen persyaratan seperti formulir pengajuan visa, bukti keuangan, bukti reservasi hotel, hingga tiket dibawa saat mendatangi Kedubes atau Konsulat negara Schengen.

5. Wawancara visa

Wawancara visa sebenarnya hampir sama ketika buat paspor. Hanya saja, durasi wawancara dengan konsuler visa bisa 15 menit. Saat sesi ini, kamu menyerahkan dokumen dan menjawab pertanyaan dengan tegas seperti tujuan mengunjungi negara Schengen.

6. Bayar

Setelah melakukan wawancara, kamu akan diminta membayar biaya pembuatan visa sebesar 80 euro untuk orang dewasa dan 40 euro untuk anak-anak berusia 6-12 tahun. Untuk anak di bawah 6 tahun tidak dikenakan biaya membuat Visa Schengen. Sebaiknya bawa uang tunai untuk berjaga-jaga jika tidak ada fasilitas pembayaran non-tunai.

Proses membuat Visa Schengen pun selesai. Kamu hanya perlu menanti jawaban dari Kedubes hingga 15 hari.

Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan